Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Pendekatan .


__ADS_3

" Horee ... kita sampai ,indah sekali om pemandangan disini ?Nay coba dong fotoin ?" Atusias Sinta ,memberikan hpnya kepadaku.


Kak Sinta memulai berfose dengan gaya - gaya saat ini .


Cekrek ...


Cekrek ....


Bunyi kamera menangkap gambar. Tak terhitung banyaknya foto yang dari tadi kutangkap.


" Nay sini - sini ini pohonnya besar banget ?" Kak Sinta berfose duduk dibawah pohon yang terlihat besar membalikkan wajah dengan senyum mengembang.


Sedang om black dan Seno hanya memandangi kami dari mobil . Ini kali pertama aku keluar dengan om - om kalau bukan karna ingat tujuan pertama ku mungkin aku akan menolak dengan lantangnya .


" Om disini gak ada perumahan ?" tanya kak Sinta .


Om black melihat Sinta dari spion mobil yang ada didepannya. Kemudian konsen lagi menyetir " Ada banyak malah tapi disebelah sana "


" Ow "


" Pasti tempat ini sangat berkesan ya om ,sampai om hafal tempat sini " Tanyaku .


" Sangat memang karna kami memulai hidup dari sini dan kami bisa ter ..."


" Ehem " Tiba - tiba om Seno berdehem ,memandang om black dengan serius .Seakan ada sesuatu ditempat ini.


" Kok berhenti om ? Oh ya apa disini ada keluarga om black juga ?" Pancing ku lagi.


"Ada atau tidak itu bukan urusanmu jadi jangan banyak bertanya ?" Jawab om Seno kesal.

__ADS_1


Aku kaget mendengar jawaban itu .


" Seno ,kan Nayra orang baru ya wajar lah dia tanya tentang itu ,gak usah lah diambil pusing " Tangan om black menepuk bahu om Seno dengan santai .Sedangkan Om Seno tetap dengan muka jengkelnya. " Hehe om gak punya saudara disini Nay tapi sering kesini "


"ow begitu ya om "


Sekitar 30 menit kami akhirnya sampai di salah satu tempat ,tempat yang ada difoto dengan pemandangan yang indah masih asri juga didepan sana terlihat jembatan gantung yang panjang penghubung antara dua desa.


Kak Sinta lagi - lagi bersua foto namun kali ini kak Sinta mengajak om black dan om Seno , kak Sinta berada ditengah - tengah dengan berfose tertawa melihat atas.


Jam menunjukkan pukul 2 siang , kami berempat makan disalah satu tempat makan yang ada disana . Dalam hitungan menit jamuan makan siang telah tersedia didepan kami .Menikmati makan dengan hikmat hingga tak sadar makanan yang ada dimeja sudah pindah ke perut kami semua.


" Permisi ijin dulu semua mau ke kamar kecil sebentar " pamit ku.


" Mau aku temenin Nay ?" tawar kak Sinta.


" Gak usah kak sin bentar aja kok ,mari " tolak ku dan berlalu pergi.


" Mas gimana sudah ada ?" Tanyaku kepramusaji yang ada disamping dapur .


" Iya mbak ada ini barangnya sudah saya kasih tanda semua sesuai dengan apa yang mbak minta tadi " Jawabnya seraya menyerahkan barang yang ada ditangannya.


Ku ambil uang dari dalam tas kecilku lalu kuserah kan ke laki - laki yang bisa diperkirakan umur 18 tahunan itu" Makasih ya udah bantu dan ini imbalan buat kamu ?"


" Makasih mbak , saya tidak akan lupa dengan kebaikan mbak ini " Ujarnya dengan senyum lebar hingga gigi putihnya terlihat.


" Ya sama - sama " Ujarku .


Melangkah pergi kembali ke tempat kami duduk tadi , Aku berhenti sejenak memandangi Black dan Seno mereka terlihat sangat akrab mereka berdua juga sama - sama memiliki kebiasaan tersendiri Om black kerap terlihat menggunakan kaos dan celana jeans baik panjang maupun pendek jarang sekali memakai kemeja atau pakaian formal .Setiap duduk pasti selalu memainkan jemari - jemarinya dengan mengetuk - ngetuk kannya dimeja dan dimanapun tangan itu diletakkannya. Sedangkan Om Seno kerap terlihat menggunakan pakaian yang rapi memakai kemeja panjang dengan lengan dilipat setengah .Memiliki kebiasaan mengelus pahanya sendiri.

__ADS_1


" lama amat Nay ngapain aja dikamar kecil mandi ?" Ejek kak Sinta.


" Tadi itu ,pas mau balik kesini ada telvon dari temen akhirnya Nayra angkat sekalian gak taunya keblablasan" Jelas ku.


" Ow kirain mandi hehe " Kak Sinta terkekeh."


" Om Seno ,gimana kemaren mobilnya udah bisa ?" Tanyaku .


Om Seno terlihat panik mengelus pahanya dengan kasar .


" Memang mobilmu kenapa sen ?"


" Lho Om black gak tahu kemaren Nayra ketemu sama om Seno dijalan katanya ban mobilnya bocor ,waktu itu sempat Nayra tawarin bantuan tapi Om senonya menolak ya kan om ?"


" I- iya " jawab om Seno panik mengusap hidungnya dengan tangan beberapa kali .


" Ow mungkin ,Seno lupa memberi tahuku ?Kalau begitu bisa kita pulang sekarang ? " ajak om black.


" Ya om bisa " Sinta menimpali.


" Sial Aku gak bisa bertanya banyak dengan mereka lagi. " Batinku.


Diperjalanan pulang ,aku berfikir kembali mencari pertanyaan yang pas untuk bisa mendapat informasi .


" Om kata pak Bobi lusa akan datang sepatu model baru , Apa om masih cari sepatu lagi ?" Tanya Sinta setelah membaca pesan dari pak Bobi .


" Masih lah , om itu paling suka koleksi sepatu apa lagi om banyak acara ,suka gak pd kalau gak ganti sepatu sama baju " Ungkapnya.


" Tapi om ,Sinta kok jarang lihat Om pakai kemeja begitu kebanyakan kaos ?"

__ADS_1


" Ya memang karna om kurang suka pakai pakaian yang ribet begitu ? paling kalau ada acara pinjem Seno ya kan Sen ?"


Om Seno hanya mengangguk pelan.


__ADS_2