Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
49. Acara ulang tahun Narendra .


__ADS_3

" Nayra malam Minggu besok ,kamu datang kan?" tanya Doni


" Belum tahu Don lihat besok saja ?" jawabku.


" Yah gak seru dong Nay ,usahakan datang ya ? kamu gak kasian aku nanti sendirian ?" keluh Maya .


" Kan ada Doni ,Wisnu dan karyawan lain." ucapku seraya menepuk pundak Maya.


" Iya tapi gak seru lah lagian kalau dengan karyawan lain aku gak begitu dekat tahu sendiri lah?" Masih mengeluh.


" Ya nih Nayra ,ikut ya?"Wisnu menimpali.


" Lihat besok ajah ?" ucapku.


" Ikut ya plisss.."bujuk Maya dengan wajah memelas.


" Ya deh " Ucapku.


Maya tahu saja kalau aku paling anti sama muka melas suka gak tegaan.


" Yes, horee... makasih Nayra akhirnya kamu temani aku?" ungkap Maya dengan memelukku tiba- tiba.


sontak aku kaget hanya mampu membulatkan mata,Wisnu dan Doni tersenyum melihat kami.


Pelukkan ini mengingatkanku dengan adikku.Ya pelukkan terakhir dari seorang adik ke kakak baru kurasakan lagi pada pagi itu. Pelukkan hangat yang membuat siapapun akan nyaman dalam dekapannya.


" Ya Maya " ucapku seraya melepas pelukkan kami dengan mengulas senyum.


Akhir- akhir ini tingkah Maya tidak seperti biasanya . Maya yang pendiam itu seakan sirna belakangan ini .Kini yang ada hanya Maya yang ceria dan suka bercerita. Kamipun menjadi akrab akhir- akhir ini.


" Eh kalian kenapa masih ngumpul disini semua ? tanya Narendra yang tiba- tiba ada disamping kami.

__ADS_1


" Eh..i- iya bos " jawab Doni.


" Itu diluar sudah ada tamu yang datang.Doni dan Maya kamu jaga didepan.


Wisnu Kamu tolong siapkan menu untuk nanti.Dan kamu Nayra tolong ikut saya sebentar diatas ada yang ingin saya sampaikan.Ok ! Apa kalian mengerti apa tugas kalian hari ini?" jelas bos Narendra.


" Siap Bos !" jawab kami serempak.


Maya dan Doni pun melangkah keluar dari dapur ini ,Wisnu mulai menyiapkan beberapa bahan makanan dari kulkas. Dan kami pun melangkah menuju ruangan atas.


**


Kami duduk berhadapan dikursi yang telah tersedia dengan pemandangan gedung- yang menjulang tinggi dan awan yang cerah di pagi ini.


Dalam keadaan ini jantungku mulai berdetak tanganku pun menjadi dingin,Ada apa ini ? Kenapa tiba-tiba menjadi keringat dingin ? sudah kayak orang dikejar hantu aja.


" Eem kamu mau ngomong apa?" tanya kami serempak.


" Eh, kamu dulu?" masih kompak.


Suasana menjadi hening.


" Nay"


" Iya"


" Kamu datang kan diacaraku besok malam ?"tanya Narendra menatapku.


" Emmz i- iya "


"Makasih ya "

__ADS_1


" Iya,eemm apa ada yang mau disampaikan lagi ?" tanyaku.


" Ada" Narendra dengan tiba- tiba memegang tanganku dengan erat.Matanya yang tajam menatapku dalam.


"Nayra jujur sejak awal kamu datang dihadapanku ,sejak itulah aku mulai mengagumimu. Mungkin ini aneh kedengarannya, tapi jujur itu lah yang selama ini yang saya rasa. Nayra apa kamu siap menjadi pacarku? Apa kamu mau mengisi hari- hariku ?" ungkap Narendra.


Aku bingung harus jawab apa ? jujur akupun sebenarnya sama ,dihati kecilku ingin sekali bilang " iya Narendra aku mau " tapi aku juga tidak boleh egois, Mengingat orang tua Narendra adalah orang yang membuat adikku meninggal.


" Euumm kamu gak perlu jawab sekarang Nayra karna saya tahu pertanyaan ini mungkin sedikit mengganggu didirimu. Saya siap menunggu jawabanmu dan menerima apapun keputusanmu."


" Maaf bos Narendra,permisi masih ada yang perlu saya kerjakan dibawah"


Melepas tanganku dari genggaman Narendra kemudian berdiri dan hendak meninggalkan Narendra yang masih terduduk di tempat semula.


"Tunggu Nayra , aku cuma ingin memberikan ini semoga kamu suka .Aku mohon terima ya ?semoga kamu tidak tersinggung dengan kata-kata aku tadi. " Narendra berdiri dan mengambil paper bag dibawah samping kursinya.


Entah sejak kapan kado itu ada disitu Narendra pun memberikannya padaku. Aku bingung apa perlu aku terima? pertanyaan tadi saja sudah membuat kepala ku pusing,ini ditambah diberikan hadiah malah membuatku merasa tidak enak.


" Gak usah Narendra terimakasih sebelumnya?" tolakku.


" Nayra aku mohon terimalah kado ini. Begini saja jika kamu mau menerima ini berarti kamu sudah memaafkan ku tapi jika kamu menolaknya berarti kamu masih marah denganku?" tanya Narendra dengan muka melas.


" Tidak ,aku tidak marah Narendra tapi...?"


" Tapi apa , ayolah lah Nayra terima ya ? anggap aja ini untuk permintaan maaf ku atas kata- kataku tadi. Ini terima ya dan jangan lupa pakai besok malam. " ucap Narendra seraya memberikan paper bag kemudian Narendra melangkah keluar.


Tanpa berbicara apapun aku hanya mematung dan melihat Narendra Narendra pergi dan menuruni tangga.


***


Malam diacara ulang tahun Narendra.

__ADS_1


Hari ini aku memakai dress warna putih,dengan tas kecil berwarna senada. rambutku sengaja kuikat kuberikan poni sedikit agar terlihat rapi.tidak lupa memakai haihils yang tidak terlalu tinggi.


"Eh anak sialan ngapain kamu datang kemari ?"


__ADS_2