Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
55.Maya sadar.


__ADS_3

Kembali ke rutinitas seperti biasa.Meski berat namun aku harus bisa melaluinya .Tidak seperti biasa hari ini serasa sepi.


" Nay itu ada customer didepan tolong kamu handle dulu ya ,Doni saya suruh keluar bentar tadi." ujar Wisnu seraya menepuk pundakku.


" Eh,iya Wis ?" jawabku.


" Udah gak usah difikirin Nay, aku yakin semua akan baik- baik saja ,dan kembali seperti semula"wisnu menenangkan


" Hu,UM ,makasih Wisnu,emm kalau gitu aku kesana dulu kasian customer nya nunggu" ujarku.


" Siip"


Dicafe ini yang datang hanya hanya aku,Wisnu dan Doni. Sementara bos Narendra tidak bisa datang karna harus ikut membantu semua acara 3 harian Rayna sampai acara 7 harian kematian Rayna.Dan sampai hari ini pun aku belum berani menampakkan diri didepan Tante Ninda alasanku jelas karna aku tak mau membuat keributan.


" Selamat siang kakak- kakak selamat datang dicafe kami. Mau pesan apa?Dine in Apa take away?"


" Dine in"


" Oke ,mau pesan menu apa saja kak? "Ucapku seraya bersiap mencatat pesanan.


" Cayang kamu mau pesan apa?" tanya lelaki berkaos biru kepada wanita dengan berpakaian serba Oren itu.


" Terserah"


" Cayang disini gak ada menu terserah?"


" Ya terserah "


" Iihh,cayang makin cantik deh kalau ngambek begini?"


" Terserah"


Aku yang menunggu hanya bisa geleng- geleng kepala melihat drama yang ada didepanku.Sambil tertawa kecil memang


" Nasi goreng mau ? atau salad mungkin ,ooh ini saja jus jeruk kali ya seger?" bujuknya.


" Terseeerrraaahh "


" Em permisi , jadi mau pesan yang mana ?" tanyaku dengan ramah.


" Emm karna cintaku yang cantik dan manis ini lagi ngambek jadi aku pesan ice cofee termanis disini?eemm kami pesan cappucino aja mbak dua ?"


"Oke,ada tambahannya lagi mungkin ?"


" Ya saya pesan nasi goreng satu , sama minumnya es teh ?"


" Ada lagi desertnya mungkin?"


" Tidak usah mbak itu saja, oh ya copucinonya satu saja saya lagi diet ?" ucap wanita itu.


" Cayang kenapa cuma satu? "


" Iya nanti kalau banyak uangku juga yang akan habis ngerti, sudah gak usah protes "


" Oke saya ulangi pesanannya cappucino1 ,nasi goreng 1 dan es teh satu.Dimohon tunggu selama 15 belas menit kedepan . terimakasih."

__ADS_1


Segera aku pergi dan menuju dapur.


" Nayra sudah siap?"ucap Wisnu.


" Oke ?"


mengantar makanan dan minuman sudah selesai.


" Makasih mbak, ini kembalian billnya ."


" Gak usah mbak ambil saja?"


" Oh ya mbak makasih?"


" Ya sama- sama?" ucap customer langganan.


" Mbak pesanan saya ?" ucap laki- laki paruh baya.


" Oh,ini pak ini total billnya .silahkan?"


" Hhmm ini mbak uang pas ?"


" Iya terimakasih bapak selamat malam"


Sangat melelahkan, terduduk di meja kasir dengan menyenderkan tubuh dikursi.Hari aku harus bisa menjadi apa saja karna membantu wisnu . Untungnya jam istirahat tiba .


Kami makan didapur bersama aku duduk dikursi Pantry didekati sudah ada Wisnu dan 2 karyawan lain .


" Cepet bwanget kalian makannya aku aja baru saja ambil nasi?" tanyaku ke putri


" Ya lah katanya kalau kita makan cepat apa- apa juga cepat hehe?"


" Iya betul itu kata putri ,udah kami tinggal dulu ya kami mau istirahat diluar cari angin" ucap sahabat putri.


" Oke?"


Kini tinggal kami bertiga yang makan .Aku makan dengan nasi goreng Wisnu makan steak sedangkan Doni memilih makan nasi Padang yang baru ia beli diwarung depan.


" Wisnu aku boleh tanya sesuatu ke kamu?"


" Boleh kenapa Nay?"


" Kemarin waktu acara,bukannya Dinda ada disana juga saat acara potong kue ,tapi setelah itu aku gak lihat Dinda sama sekali?apa kamu melihat Dinda kemana?"


" Oh iya maaf lupa kasih tahu. iya waktu acara potong kue memang Dinda masih ikut .Tapi setelah itu Dinda mendapat kabar bahwa ibunya sedang sakit. Dinda juga sempat menitipkan salam untukmu katanya "bilang ke Nayra suruh Hati- hati dan jaga diri. Bilangin juga aku gak bisa temaninya sekarang ?" begitu katanya" ucap Wisnu dengan menirukan gaya bicara Dinda .


" Hahaha, kamu cocok Wisnu jadi perempuan bicaramu lembut?"


" Yee, dasar kamu Doni ?gua timpuk pakai steak nih?"


" Enak dong steak daging haha?" canda Doni.


" Huh" tangan Wisnu memukul bahu Doni .


" Aaauu.. sakit tau? pakai steak dong ?"

__ADS_1


" Mau lagi nih?"


" Sory- sorry ampun?"


Hanya bisa tertawa seraya menghabiskan nasi goreng yang ada didepanku.


Aku jadi kepikiran Dinda kenapa dia bilang Hati- hati apa dia tahu kalau aku akan mengalami hal buruk itu.Tapi semenjak kejadian itu nomor Dinda juga tidak aktif. sebenarnya ada apa ini?


***


Hari ini aku memutuskan tidak langsung pulang kerumah tujuan utamaku ke rumah Dinda . Sebenarnya ada apa dengan dinda?


Aku memarkirkan motorku tepat dihalaman rumah Dinda.


"Assallamualaikumm..Dinda ,Dinda "


" Dinda..apa ada dirumah? ini aku Din Nayra ?" tetap tidak ada jawaban kuketuk pintu berulang kali namun tetap tidak ada tanda- tanda orang didalam"


" Mbak Nayra ?"


Aku menoleh ke asal suara.


" Eh Mpok?"


" Dinda dan ibuknya sedang keluar kota mbak Nayra ,mungkin seminggu baru pulang. "


" Ow makasih kalau gitu mpok permisi."


" Iya sama- sama."


Ternyata Dinda dan ibunya lagi pergi , dengan kecewa aku memutuskan pergi kerumah sakit melihat kondisi Maya.


**


Dirumah sakit , terlihat kedua orang tua Maya yang selalu sabar menunggu anaknya sembuh. terlihat mata ibu Maya yang sembab akibat air mata yang jatuh. Terlihat sangat jelas sedangkan wajah papa Maya terlihat lelah. mungkin mereka tidak bisa tidur.


" Om, Tante ,gimana perkembangan Maya ?" ucapku.


" Kata dokter kita hanya bisa menunggu mukjizat yang Datang nak Nay? Kami gak tahu lagi harus berbuat apa nak Nayra . Tante gak mau kehilangan anak perempuan Tante?" ujar Tante dengan terisak.


" Mama yang kuat mama ,Maya akan baik- baik saja?" ujar om dengan memeluk Tante dengan erat.


" Iya Tante , Tante yang tenang ya ,Tante yang sabar. Nayra yakin Maya akan cepat melalui komanya dan akan segera sadar. Tante ,om sebaiknya makan dulu ini Nayra bawakan makanan. kalau boleh Nayra ingin melihat Maya didalam dan menjaganya." ungkapku.


" Makasih Nayra ,kamu sudah baik sekali kepada kami dan juga Maya . ya tentu saja boleh silahkan ?" ucap Papa maya.


" Makasih om ,Tante Nayra masuk dulu . jangan lupa dimakan Tante,om biar om dan Tante tidak ikut sakit dan bisa terus menjaga Maya."


***


Kupeluk , tubuh Maya. Kucium keningnya dan kupegangi tangannya.


" Maya ini aku Nayra ,aku datang may? May aku kangen banget makan siang bersama diwarung depan cafe kita. May kamu dengar aku kan ,may cepat sadar aku ingin kita bisa bersama lagi . jadi aku mohon may bangun demi persahabatan kita ?"


Hatiku sesak, hanya bisa menangis tersedu- sedu.tiba- tiba jari Maya bergerak - gerak.

__ADS_1


" Maya kamu sadar May?


Dokter...dokter.. Maya dok


__ADS_2