Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Memastikan


__ADS_3

Tok...tok..tok...


Kuketuk pintu rumah Dinda yang masih tertutup.


" Iya sebentar" Terdengar suara dari dalam.


Hari ini memang masih pagi ,jam saja baru menunjukkan pukul 7 lewat 2 menit.


Kriiieett...


Pintu dibuka oleh ibu Salma ibu Dinda .


" Lho nak Nayra ,sama siapa ini? "


" Iya , Tante eemm kenalkan ini namanya Maya teman Dinda juga Tante" ujarku memperkenalkan Dinda.


" Maya Tante " ujar Maya mengulurkan tangan ke Bu Salma kemudian mencium punggung tangan Bu Salma.


" Oh..saya ibu Salma ibunya Dinda ,kalau begitu mari masuk Dinda lagi sarapan di dapur mari sekalian ikut sarapan Tante bikin bubur ayam enak ?"Ajak Bu Salma,menuntun kami ke dapur.


" makasih Tante ?ucap kami bersamaan."


Kaki kami melangkah menuju dapur ,melewati ruang tamu ,kemudian ruang tengah yang telah tertata cantik dengan televisi layar datar yang cukup besar. Didepan televisi terdapat kursi sofa berwarna coklat ,disudut sofa terdapat meja kecil dan disamping satunya terdapat bunga hidup.


" Kabar Dinda gimana Tante?" tanyaku seraya berjalan.


" Alhamdulillah sekarang Dinda sudah mulai membaik ,Dinda sudah mau terbuka dengan Tante,semenjak pulang dari rumah sakit Dinda juga sudah gak ngamuk - ngamuk lagi apalagi nangis Alhamdulillah sudah tidak, ketika Tante tanya katanya sih sudah mengiklhaskan semua yang terjadi begitu "


" Syukurlah" ujarku.


Maya hanya menganggukkan kepala ,meng iyakan ucapan Tante.


Kala kami sampai dapur, terlihat Dinda duduk di kursi dapur sedang menyuap makanan ke mulutnya.


" Enak tuh ,kayaknya ?" ejek ku.


Dinda menoleh ke arah kami


" Nayra,Maya " ujar Dinda dengan senyuman mengembang diwajahnya.Turun dari kursi dan langsung memeluk kami.


" Gimana kabar kamu sudah enakkan?"ujar Maya.

__ADS_1


"Dinda ibu kewarung depan dulu bentar ya ,kan kamu sudah ada temen dirumah?"


" Sip ibu Hati- hati ya dijalan,sama sekalian nitip cemilan "


" Iya- iya" ujar Tante Salma seraya keluar dari dapur.


Sampai dipintu Tante Salma berbalik melihat kearah kami yang asyik berbincang .Terlihat Tante mengukir senyum yang tulus kemudian pergi.


" Eh,gimana tadi May,kabarku ya Alhamdulillah baik ?"


"Alhamdulillah" jawab kami serempak.


" Tapi kalian gak pada kerja ? pagi bener kerumah gue "


" Kalau aku sih sengaja minta izin " ucapku.


Dinda mengangguk, matanya beralih ke Maya .


" Kalau aku masih belum kerja"


" Ow gak papa May ,kamu masih bisa cari kerja kemana pun kamu mau tanpa hambatan lha kalau kayak gue gini gimana coba mau cari kerja perut juga semakin hari semakin besar, orang mana yang mau Nerima pekerja yang hamil seperti ini coba ?" Ungkap Dinda seraya memandangi perutnya .


" Yang sabar ya Din ,mungkin sekarang kamu memang belum bisa cari uang ,belum bisa kemana- kemana tapi ingat Rizki sudah ada yang ngatur ,jangan pernah merasa tak berguna apalagi saat kondisi begini. Ini semua sudah tertulis, Anak ini berkah Din " Tuturku seraya mengelus perut Dinda.


" Eemm, kalau aku sih cewek ?" ucap ku .


Dinda tersenyum.


" Nayra ini Dinda yang ku tanya bukan kamu? " ucap Maya.


"Hahaha "


Aku dan Dinda tertawa bersama kala melihat Maya merajuk.


" Kalian ya awas !"


Maya mencubit pinggang kami secara bersamaan .


Mataku tak berhenti memandang Dinda .Aku merasa cukup bahagia kala melihat Dinda tertawa dengan candaan yang ku buat dengan Maya . Setidaknya sedikit bisa melupakan beban hidup yang ada di diri Dinda .


Tidak mudah memang menjadi Dinda selain harus merasakan sakit ditinggal begitu saja tanpa ada pertanggung jawaban kini juga harus merasakan beban hidup yang luar biasa . Menjadi seorang ibu untuk calon bayi yang ada diperutnya saat ini. Menahan rasa malu dan mencoba tutup telinga kala mendengar cemoohan orang yang tidak suka.

__ADS_1


***


Didepan kantor polisi Narendra hanya mampu terdiam masih termenung melihat bangunan besar yang ada didepannya.


plak


Sebuah tangan menepuk bahunya dari belakang. Narendra yang kaget sontak menoleh.


" Cari siapa anak muda,kenapa hanya berdiri disini?" ujar bapak berseragam itu.


" I- iya pak"


" Kalau mau bertemu seseorang langsung saja ke pos penjagaan disana?"


" Baik pak,eemm apa saya boleh tanya?"


" Ya silahkan? "


" Eemm apa bapak kenal tahanan yang namanya jaya Kusuma yang baru saja kemaren masuk karna kasus pemerkosaan? eemm saya hanya ingin tahu keadaannya saja pak?"


" Oh, itu bapak - bapak yang bikin ulah kemaren berantem dengan sesama narapidana didalam lapas "


"Apa pak? terus keadaan papa saya bagaimana pak?"


" Sekarang sudah agak membaik,kebetulan saya sendiri yang mengevakuasi bapak anda saat kejadian baku hantam didalam waktu itu. Bapak anda mengalami benturan dikepala yang cukup keras sehingga harus mendapat jahitan dan juga luka lebam di beberapa tubuhnya?"


" Syukurlah, kalau gitu pak makasih?"


" Iya sama- sama,Apa perlu saya antarkan untuk menemui bapak anda didalam?"


" Eemm gak usah pak makasih lain kali saja " ucap Narendra .


" Baiklah , kalau sudah tidak ada yang ditanyakan saya permisi dulu?" ucap polisi itu.


" Oh,ya pak sekali lagi makasih"


Polisi itu hanya mengangguk seraya melangkahkan kaki masuk kedalam gedung besar itu.


Narendrapun menaiki motornya ,memutar kunci motor dan menyalakannya.


" Semoga papa akan baik- baik saja"

__ADS_1


...-...


__ADS_2