Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Terpuruk untuk beberapa saat.


__ADS_3

Malam tepatnya jam 10 lewat , aku mendapat telepon dari Maya jujur dalam hati masih enggan berbicara dengannya . Tapi setelah ku pikir - pikir untuk apa aku marah?apa untungnya marah - marah belum tentu juga kan yang disana rasa? Yang sudah pacaran a


saja banyak yang tak peka apalagi ini jadian juga belum.


Ponselku terus berdering diatas meja tepatnya didepanku. Setelah beberapa saat aku diamkan akhirnya ku angkat .


" Ya Maya " Jawabku agak sedikit malas.


" Nayra kamu nganthuk ya ? Apa bangun tidur ?" Ucap Maya diujung telepon.


" Eeuum, Iya May baru bangun ,ada apa ya tumben jam segini telepon? " Ujarku berpura -pura.


" Duh, maaf ya ganggu padahal niatnya aku cuma pengen cerita - cerita hal penting ke kamu tapi kalau kamu sudah nganthuk gak jadi deh besok aja "


" Eh, gak papa kali May gak ganggu kok ,ini sudah terang sekali mata ku beneran? Apa perlu Vidio call biar ceritanya lebih seru ?" ujarku antusias.


" Oh, gitu tapi gak lah telepon biasa aja gini enak suaranya lebih jelas ? Eh kemaren kamu kok gak jadi datang sih Nay padahal aku udah nunggu didepan teras sampai malam , sampai ditemani nyamuk banyak banget ?"


" Eum kemaren itu ,di jalan lagi hujan deras baru akunya lupa gak bawa jas hujan akhirnya aku kembali pulang"


Padahal sebenarnya ,aku sudah didepan rumah Maya tapi ah ,biar lah . Tidak mungkin juga kan aku cerita ke Maya dan jujur kalau aku sampai sekarang masih sakit ,ya meski sedikit . Aku penasaran cerita apa yang akan Maya ceritakan ke aku apa tentang hari pertamanya masuk kerja dicafe atau tentang hal lain ? .


" Nayra halo ...masih dengar kan kamu ?" Ujar Maya dengan sedikit keras dari ujung telepon membuatku tersadar dari lamunanku dan sedikit menjauhkan hp sedikit jauh dari telingaku.


" Ya May ya masih - masih ?"

__ADS_1


" Memang nya apa ?" Maya berbalik bertanya .


" Eum apa ya ?" Jawabku bingung ,ini akibat aku melamun sebentar tadi .


" Heum kamu nih , pasti nglamun ? "


" Enggak may ,eem tadi itu sinyalnya putus - putus " Jawabku sekenanya.


" Sekarang udah jelas ?"


" Sudah - sudah ,cerita aja mumpung sinyal oke ? "


" Ya Nay ,aku mau curhat nih tahu gak kemaren itu dicafe ada kejadian gak terduga tiba - tiba aja didapur cafe kebakaran "


" Kok bisa ?"


" Kok bisa sih , tapi gak ada yang luka kan kalian ?"


" Untungnya gak ada Nay ?"


" Syukurlah , memangnya kemaren gak ada yang hubungin pemadam begitu ?


" Sudah Nay ,tapi ya gitu api sudah semakin membesar pemadam baru datang "


" Kasihan sekali Narendra , tapi cafenya gak semua kebakar kan may ?"

__ADS_1


" Untungnya gak nay yang paling parah dibagian dapur sudah setengah sendiri ?Kalau kamu ada disitu aku yakin pasti panik kayak aku kemaren aja aku sampai bingung mau selamatin apa dulu sampai mondar - mandir kesana kemari untungnya lagi Wisnu memintaku buat selamatin berkas dan juga laptop yang ada dimeja kasir "


" Gak kebayang deh May kayak apa kemaren kalian disana ? "


" Iya ,heboh banget pokoknya ,eh Nay sudah dulu ya aku sudah nganthuk sekali "


" Iya May daaa ..."


Hampir setengah jam kami mengobrol lewat hp ,namun aku masih saja kepikiran dengan apa yang kulihat waktu itu dan bertanya - tanya kenapa Maya gak cerita soal Narendra yang datang kerumahnya waktu itu ? Apa memang mereka sudah menjalin hubungan tanpa ada orang tahu ?.


Tok ...tok ...tok ...


Suara ketukkan pintu dari luar.


" Siapa malam - malam begini bertamu ?" gumamku seraya melangkahkan kaki keluar namun sebelum itu kupastikan siapa yang datang mengintip dari balik jendela .


" Narendra ada apa dia malam - malam begini kesini ?" Terlihat Narendra berdiri tepat didepan pintu ku .


Tok ... tok ...


Ketukan kedua .Ku putar gagang pintu kemudian menariknya.


Krieet


" Nayra "

__ADS_1


" Narendra kamu, ada apa ya malam - malam begini kesini ?" ujarku yang masih diambang pintu.


" Eeum ... aku aku kesini cuma pengen tahu kabar kamu Nay ?"


__ADS_2