Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Terganggu


__ADS_3

" Cepat ambil air !" ucap Narendra yang ikut memadamkan api di dapur dengan menggunakan karung goni yang sudah dibasahi dengan air.


" Air tinggal sedikit Narendra kita harus bagaimana ? " ucap Doni yang kembali dengan membawa sedikit air diembernya.


" Apa pemadam gak bisa dihubungi ?" tanya Narendra lagi ke Doni .


" Sudah sementara perjalanan " Wisnu menimpali seraya menyiramkan air ke api yang semakin berkobar.


"Awas Doni !" Teriak Narendra seraya menarik tangan Doni dengan kencang.


Buuuukkk ....


Pintu dapur rubuh seketika dengan api yang hampir penuh. Doni dan juga Narendra terjatuh tepat dibawah Pantry.


" Kamu gak papa Don ?"


" Gak papa Narendra makasih"


" Iya sama- sama "


" Kalian gak papa kan ?" Ujar Wisnu yang panik seraya mengulurkan kedua tangannya ke Doni dan Narendra .


" Ya gak papa ,makasih " Ucap Narendra .


Doni hanya mengangguk .


Wiuw ...wiuw ...


Suara sirine pemadam kebakaran pun tiba . Sejumlah personil pemadam langsung turun memadamkan api.


Kami pun segera keluar dari dalam cafe . Diluar sudah ada Maya yang tengah sibuk menyelamatkan barang- barang seperti pembukuan, laptop dan juga beberapa barang berharga lainnya.


" Kalian gak papa ?" Tanya Maya saat melihat Narendra ,Wisnu dan Doni datang.


" Ya gak papa ? Gimana may dokumen dan yang lain aman?" Tanya Narendra .


"Syukurlah ,Eem Aman semua sudah ada disini ? "


" Sip kalau begitu makasih ya ?"


" Ya sama - sama " ucap Maya.


Kami ber empat duduk didepan cafe tepatnya di tepi jalan. memandangi cafe yang penuh dengan asap tebal membumbung tinggi dengan api - api yang masih tersisa. Teriakan demi teriakan dan juga deru langkah kaki petugas pemadam kebakaran saling bersahut - sahutan berjibaku memadamkan sang jago merah.


Dalam keadaan seperti ini Narendra hanya bisa pasrah hanya bisa berdoa berharap cafenya bisa terselamatkan.

__ADS_1


" Mama ,papa nanti kalau Narendra besar Narendra pengen sekali punya tempat makan yang beesaaarr " Ucap Narendra kala di dalam mobil.


" Huh, kayak bisa masak aja kamu dek .Makan aja minta disuapin hehe" goda kakak Narendra.


Papa dan mama Narendra hanya tersenyum melihat tingkah Narendra dari kaca spion mobil depan.


" Ih, kakak emang kenapa kalau minta suap kan disuap enak ?"


" Ya enak tapi gak mandiri huh" ujar kakak Narendra seraya mencubit hidung Narendra.


" Hmm,kakak nih jail .Nah itu -itu kak disitu itu Narendra pengen bangun tempat makannya ? pasti seru setiap hari ketemu orang banyak bisa makan masakan enak setiap hari hmm enaaak" gumam Narendra .


Kakak Narendra seketika melihat keluar terlihat pemandangan sawah yang terhampar luas dengan pemandangan yang indah kota yang sudah cukup ramai .


" Ya sayang anak mama yang paling ganteng ,mama doakan supaya cita- cita kamu tercapai tapi ingat kalau sudah jadi pengusaha jangan sampai lupa apa ?"


" BERBAGI DENGAN SESAMA ,TIDAK BOLEH SOMBONG SELALU RENDAH HATI DAN TETAP BERKATA JUJUR " Ujar Narendra dan juga kakaknya secara bersamaan.


" Ya pokoknya papa sama Mama akan selalu mendukung kalian selagi baik dan juga nyaman bagi kalian .Tapi Narendra bukannya dulu kamu mau jadi pilot sekarang kok berubah jadi pengusaha ?"


" Haha ... biasa pa Narendra kan begitu suka ikut- ikut tan kemaren bilang pengen jadi pilot sekarang jadi pengusaha besoknya kalau denger cerita dari temennya lagi pasti berubah lagi ,Hmm dasar gak konsisten "


" Yee ... tidak kali kak yang ini sudah beneran sudah pooll ini Narendra pengen jadi pengusaha tinggal mantau - mantau aja ya kan pa ? Lagian jadi pilot gak enak pa nanti Narendra takut jatuh iya kalau jatuhnya didarat kalau dilaut gimana ? Narendra kan gak bisa renang. Narendra juga belum siap ketemu om paus "


Papa mama dan kakak Narendra tertawa bersama didalam mobil.


" Narendra ... Narendra " ujar Wisnu menepuk pundak Narendra.


" Eh i- iya Wis apa ?"


" Nglamun apa serius amat ,tuh pak pemadam kebakaran sudah selesai ?"


" Oh iya gak papa gk nglamun apa - apa kok,mana orangnya "


" Tuh " Wisnu menunjuk orang yang sedang berlari menghampiri mereka sedangkan Wisnu Doni dan Maya hanya bisa geleng- geleng kepala melihat tingkah laku bosnya yang dari tadi nglamun.


Narendra pun berbincang- bincang dengan petugas pemadam kebakaran mengenai penyebab kebakaran dan dari mana awal api muncul.


****


Ditoko sepatu Nayra melayani customer dengan penuh keramahan .


" Eh bos black mau cari apa ?"ujar Sinta pada customer yang baru saja datang.


Pria berbadan besar dan memiliki wajah yang tampan dan berkulit sawo matang dengan potongan rambut pendek .Akhir - akhir ini pria yang disapa black itu memang suka sekali berkunjung ditoko sepatu.

__ADS_1


" Kok diam bos black ada yang bisa Sinta bantu ? Sinta siap lho cariin sepatu yang pas buat bos black " Rayu Sinta yang dari tadi memegang tangan bos black itu.


" Eh, Sinta temanmu mana yang satunya ?" Tanya nya .


" Yang mana bos jack Nisa ?"


" Ya mungkin itu ?"


" Nisa gak ada bos black dia lagi digudang ,sama Sinta aja bos black mau sepatu yang bagaimana ? atau mau Sinta pilihin kebetulan sepatu model terbaru sudah datang dijamin bos black pasti suka ?"


" Hmm ..." black hanya berdehem saja tapi matanya terus mencari kesekeliling toko.


Sinta terus mengikuti bos black kemana kakinya melangkah mengikutinya dari belakang.


" Kak Sinta ini ditaruh mana ya ?" ucap Nayra .


Bos black dan Sinta pun menoleh kearah suara.


" Ih ... Nayra ganggu saja , bos black ntar ya ?"


Bos black hanya mengangguk matanya terus memandang Nayra dari kejauhan. Sinta pun pergi menghampiri Nayra dan Nisa yang tengah membawa sepatu .


" Nayra kamu ini masih juga gak tahu ? kamu juga Nisa sudah lama gak hafal- hafal juga tempat sepatu ? Ih ganggu saja kerjaannya ?"


" Maaf kak ?" ujar Nisa.


" Maaf - Maaf sana bawa ini, sepatu sebelah sana temannya masih satu dipojok sana dan kamu Nayra ini bawa disitu sama diedepan ditata yang rapi ya ? sudah aku mau temani bos black dulu ingat ya yang rapi !"


" Iya kak" jawab Nayra dan Nisa.


Mereka berdua pun menjalankan tugasnya masing- masing.


Bos black terus saja mengamati tingkah Nayra.


" Gimana bos black yang mana ?"


" Iya apanya?"


" Ih bos black kan Sinta sudah jelasin dari tadi kwalitas dan jenis sepatunya bos black gak dengerin ya ?" ujar Sinta dengan senyum- senyum.


" Iya dengar kok dengar " ucap bos black seraya berjalan mendekati Nayra yang terlihat kesusahan mengambil sepatu dirak sepatu paling atas.


" Ini saya bantu ?" ucap bos black seraya mengambilkan sepatu yang ada diatas dan sengaja memegang tangan Nayra .


Nayra yang kaget dengan suara dan pegangan tangan seseorang pria membuatnya diam sesaat .

__ADS_1


__ADS_2