Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Kabur.


__ADS_3

" Maksudnya?"


Maya kaget dengan pertanyaan ku.


" Ya kan rumah kamu agak dekat dengan rumah jaya yang ada disitu otomatis kamu tahu kan apa yang biasa dilakukan jaya?"


" A- aku - aku gak faham Nay apa yang kamu tanyakan ?"


Aku semakin penasaran dengan Maya ku dekatkan mataku agak lebih dekat didepan Maya.


" Iya maksudnya coba lah kamu bikin pertanyaan yang mudah difahami ?" suara Maya agak pelan seraya melirikku.


" Jujur saja Maya ,kamu kan wanita berjaket itu?"


" Berjaket siapa?"


" Ayolah ,mengaku saja? kamu kan wanita yang selama ini membantuku diam- diam dari mengawasi rumahku , memberi alamat jaya membantuku dari preman waktu dikantor jaya,mengalamatkan ku saat berada dirumah sakit dan masih banyak lagi?"


" Eemm,aku - aku gak tahu itu?"


" Sudahlah Maya jujur saja kenapa ? Aku malah sangat berterimakasih kalau memang benar itu kamu dan kalau tidak aku juga akan berterimakasih meski dalam hati jujur ada rasa penasaran? Tapi plis kumohon jujurlah aku yakin kamu pasti tahu semuanya?"


" Hhuuhf iya deh aku ngaku itu semua aku yang nglakuin karna aku gak tega lihat korban- korban yang selalu berjatuhan ditangan jaya. sebenarnya sering sekali aku melihat kejahatan jaya didepan mataku berulang kali kala jaya melakukan kejahatannya diluar rumah tapi aku bisa apa ? ponselpun aku jarang sekali bawa ,akhirnya hanya bisa diam menyimpan rapat- rapat semua yang kulihat didalam memori otakku."


" Tapi kok kamu bisa masuk dan merekam semua kejadian yang menimpa adikku , kenapa kamu gak langsung tolong? kenapa malah kamu rekam?" Tanyaku yang tak terasa mengeluarkan air mata.


"Sabar Nayra izinkan aku menjelaskan ini semua ,bukannya aku gak mau tolong adikmu ,bukan tapi karna waktu itu ,aku juga takut apalagi dari awal aku tahu siapa jaya dan sepak terjangnya dalam hal membunuh seperti itu? Aku saat itu juga tidak mau mati konyol ?Waktu itu juga sebenarnya aku tidak sengaja saat aku mencari kucingku si Moli yang pergi dari rumah, Saat aku melihat si Moli ternyata dia lari masuk kerumah jaya lewat pintu belakang dan waktu itu pintunya sedikit terbuka. Jadi aku dengan mudahnya masuk rumah itu dan saat aku mencari kucing ku ternyata kucingku masuk disalah satu kamar yang kosong. Ternyata si Moli sembunyi dibawah ranjang tempat tidur singkat cerita saat aku hendak pergi dibawah kaki ku ternyata ada sebuah camera kemudian sengaja aku pasang dan nyalakan .Saat aku keluar aku masih sempat melihat adikmu Nayma dibawa ke masuk ke kamar tapi setelah itu aku gak tahu apa yang terjadi. Aku baru tahu kalau ternyata adik kamu sudah meninggal dari Doni dan aku baru sadar kalau ternyata Nayma itu wanita yang terakhir di bawa kerumah jaya papa Narendra ,dari situlah aku mulai memberanikan diri sedikit demi sedikit mencari tahu tentang dirimu dan aku berusaha membantumu meski belum sepenuhnya ?" Tutur Maya .


Aku sangat terkejut dengan cerita Maya ,tapi aku lega dengan pengakuannya .


" Maaf Maya tadi aku sudah salah menilai mu aku malah menyalahkan mu dan makasih banyak kamu sudah mau menjadi sahabat sekaligus super hero ku selama ini " ujarku .


" Ya sama - sama Nay dan gak papa Nayra ,aku faham kok apa yang kamu rasakan ?"


" Berarti mulai sekarang gak ada lagi dong ya wanita misterius berjaket hahaha ..." ejek ku.

__ADS_1


" Ya gak ada lah adanya sekarang M A Y A \= Maya " ucap diiringi gelak kan tawa.


Akhirnya satu persatu penasaranku mulai terungkap ,semoga setelah ini yang datang hanyalah bahagia .


***


" Hey kamu sudah sembuh kan ? bersih- bersih bagian sana ?" Perintah lelaki bertato dengan ketiga temannya yang setia mendampingi.


Jaya tanpa menjawab langsung berjalan kearah rumput- rumput yang tinggi untuk segera dicabut. Kegiatan bersih- bersih ini memang sering di lakukan setiap pagi oleh semua narapidana. Di lapangan yang luas berpagar dinding yang menjulang tinggi ini para narapidana memulai aktivitasnya dari olahraga,bersih- bersih dan membuat ketrampilan berbagai bidang. Semua dilakukan untuk melatih ketrampilan masing- masing dan siap terjun langsung saat keluar dari penjara .Sebagai salah satu pembekalan bagi seluruh narapidana agar menjadi orang yang lebih baik.


" Hey kamu tahanan baru?" tanya salah satu narapidana dengan wajah berjenggot.


" Iya ?" jawab jaya.


" Kasus apa?"


" Pemerkosaan "


" Hahaha ...sudah tua juga gak bisa beli ya maunya yang gratis "


Ujarnya seraya mencabut rumput yang ada didepannya begitu pula dengan jaya.


" Ya kebutuhan kalau beli lha ini kamu maksa ? Berarti itu bukan lagi kebutuhan tapi sudah kearah hasrat alias nafsu "


" Kamu kasus apa ?"


" Aku preman tanah ab*ng?"


" Kok bisa ketangkep katanya preman?"


" Lagi tiba apes nya gue ?"


" Pinter ngeles juga nih orang ?" batin jaya .


" O ...apes ?"

__ADS_1


" Jong, jangan lupa ?" ujar pria bertubuh kurus yang tiba - tiba datang menepuk bahu preman yang ada disamping jaya kemudian pergi preman itu hanya mengangguk kan kepala.


" Kalau boleh tahu tadi siapa?" tanya jaya .


" Itu temen aku ,sini aku bisikkin?" ujar preman itu seraya mendekatkan mulutnya ke telingaku.


" Apa kabur !" ujarku agak keras.


Beberapa orang yang agak dekat kami pun sampai menoleh .


" Ssstttt ...jangan keras- keras ini rahasia kalau kamu mau ikut ayok ?"


" Ya - ya aku ikut " jawab jaya tanpa pikir panjang.


***


Malam ini sudah ada 8 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok kelompok satu mencoba mengalihkan perhatian dan kelompok 2 segera keluar mencari jalan. Dimulai dari perpura- pura sakit perut dengan meminum obat sebanyak mungkin dan membuat gaduh dilapas.


Polisipun berdatangan dan membuka kunci sel kemudian kelompok 2 mengendap- edap ke arah lapangan sebelumnya kelompok 1 dan 2 sudah mensurvei tempat dan mencari jalan serta memastikan jam berapa saja pos jaga sepi dari penjagaan.


" Yakin ini jalannya?" tanya salah satu narapidana ke pemimpinnya.


" Iya sudah ayok buruan keburu polisi datang ?"


" Hay kamu pak baru coba kamu naik duluan ?"


" Saya ! yang benar dibawah sana gak ada ular kan?" ujar jaya yang sempat diam beberapa saat,namun jaya tidak bisa menolak keinginan sang pemimpin.


" Sudah cepat !" Bentak sang pemimpin.


Jaya naik keatas disusul beberapa temannya.Jaya melihat keadaan dibawah,sangat curam serta banyak semak- semak belukar. Penjara ini memang di bangun diatas tanah yang tinggi dan di kelilingi hutan. Diatas sini dapat terlihat dengan jelas betapa luasnya hamparan hutan ini gelap dan sunyi.


"Dalam hitungan ke tiga kita loncat sama-sama Satu ,dua,tig .."


" Haey ...berhenti ! " Teriakan petugas .

__ADS_1


Ketika itu juga jaya dan ketiga temannya sudah terjun bebas.


" Kabur ...kabur ...narapidana ada yang kabur "


__ADS_2