Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
35.Berlanjut.


__ADS_3

" Nay kamu beneran tidak apa- apa?ucap Dinda yang kini aku bonceng.


" Tidak apa- apa?mm..mampir dulu diCafe yuk?" ajakku.


Aku tidak mungkin,berbicara dengan Dinda Tetang apa yang barusan menimpaku.Apalagi ini ada kaitannya dengan bosnya.


Kini kami sudah, berada dicafe. Didepan telah tersedia minuman dan juga makanan ringan yang sudah ku pesan.


" Ehem, Dinda dikantormu apa masih ada lowongan kerja?"tanyaku membuyarkan keheningan.


" Mm..kayaknya ada Nay ,tapi tinggal bagian OB sih?" Ujar Dinda dengan raut tidak enak.


" Gak papa aku mau kok?" jawabku.


" Beneran Nay ,kalau begitu besok kita berangkat bareng ya sekalian aku kenalin bos ku,gimana?" ujar Dinda dengan semangat .


" Sipp, Biasanya berangkat jam berapa ?"


"Pagi jam 7."


"Ok"


Aku sengaja, melamar kerja ditempat kerja Dinda ,supaya aku lebih gampang mencari bukti baru tentang Om Jaya . Aku Nayra aku tidak takut dengan Om jaya , apalagi setelah aku menemukan kalung peninggalan Nayma yang mirip dengan yang dipakai Om jaya.


" Tapi Nay ,memang kamu sudah tidak kerja lagi dicafe?" tanya Dinda .


" Ya sudah Din ?" jawabku


" Apa ada masalah nay?Sampai- sampai kamu keluar dari cafe itu?"


" Gak ada ,gak ada masalah .Aku cuma ingin cari suasana baru aja?Apa kita bisa pulang sekarang?" ucapku seraya memandang Dinda dengan senyum.


Aku tidak ingin jika Dinda semakin bertanya lebih dalam tentang alasanku keluar dari cafe dan memilih kerja dikantor Dinda.


" Ayok ini juga udah habis kok?" Dinda yang meletakkan gelas yang sudah kosong.


***


" Nay jangan lupa ya besok ? sekali lagi makasih sudah mau jemput dan antar aku?"


" Ya Dinda ,tapi maaf ya aku langsung pulang aja,salam buat mama mu ya ,sampai ketemu besok pagi?" gumamku seraya menyalakan motor.


" Oke siap?"


Sampai rumah, aku bergegas mandi.Setelahnya seperti biasa duduk didepan televisi,menikmati acara yang ada.

__ADS_1


"Dikabarkan ,akibat ulah oknum polisi yang melanggar hukum dan sampai saat ini belum ditahan banyak masyarakat yang geram dan kecewa. Masyarakat menganggap bahwa oknum polisi sengaja memperlambat kasus agar tenggelam dengan sendirinya.Akibat dari kasus ini banyak masyarakat yang tidak percaya dengan kinerja aparat kepolisian dan banyak masyarakat yang demo dengan menyuarakan aksi protesnya. Saya Irwan melaporkan dan terimakasih."


Dunia sekarang memang tidak baik-baik saja , banya orang berlomba- lomba akan tahta ,saling menjatuhkan itu hal biasa .Miris lihatnya kejujuran semakin hilang rasa empati simpati semakin tenggelam. Yang salah dibenarkan dan yang benar disalahkan yang, penting ada uang barulah semua beres.


Lucunya lagi jaman sekarang masyarakat mengeluarkan pendapat gak didengar.


"Memang susah hidup dimasa sekarang, Orang berduit semakin dididepan orang sulit makin dipersulit. Dunia-dunia." Gumam Nayra yang mata terus menatap televisi.


Tok..tok..tok..


Fokus ku buyar seketika kala mendengar ketukan pintu dari luar.


Aku bergegas membuka pintu,namun sebelum membukanya aku terlebih dulu melihat dari balik tirai.


"Haaah..preman itu lagi? dari mana mereka tau rumahku?"ucapku dari hati.


Aku melangkah mundur, untung saja aku belum bersuara. Segera kuraih remot tv dan mematikannya.


Sedangkan diluar ketukan makin keras, gagang pintu bergetar hebat. Aku memutuskan untuk lari kekamar dan menguncinya kemudian masuk lagi dalam kamar mandi.


Suara diluar makin keras sekarang bukan lagi ketukan melainkan gedoran orang yang seperti kesetanan.


" Ya Allah lindungilah aku , aku harus bagaimana ini? mintak bantuan siapa? Hp - hp dimana hp ku tadi ?" Nayra yang mondar mandir dikamar mandi seraya memeriksa saku bajunya .


"Ah sial kenapa pakai ketinggalan diruang tamu segala?"ucap Nayra.


Braaak..


" Gadis cantik kamu dimana? pasti kamu masih ingat dengan suara kami kan? Kami kesini untuk mengajakmu bersenang- senang?"


" Kayaknya dia bersembunyi bos ?"


" gak papa dia mau bersembunyi ,mau sejauh mana pun pasti kita temukan?"


Suara langkah kaki semakin dekat ke arah pintu kamar, kini aku duduk bersender dipintu kamar mandi,bersiap menahannya,jika preman- preman itu hendak membukanya.


Ting tung tung tung tung


Ku dengar Suara hpku berbunyi samar- samar.


" Bagaimana ini, harusnya hp itu ada ditanganku ? Ya Allah kirimkan bantuan untukku ya Allah?" Doaku dalam hati ,air mataku terus mengalir.


" Gadis cantik ,kamu tidak ingin keluar dari kamarmu ini? Ini temanmu telvon namanya Wisnu,aku angkat ya ?"Ucap preman itu dengan keras.


" Wisnu?"

__ADS_1


Dengan cepat aku keluar dari kamar mandi,kemudian berdiri tepat dibalik pintu ,kini suara yang kudengar tidak lagi samar melainkan sangat jelas dapat dipastikan preman- preman ini sudah ada didepanku hanya kehalang pintu saja.


" Halo.. Nayra ?selamat malam,kamu lagi apa?" Terdengar Wisnu dari ujung telvon.


" Wisnu tolong aku disini ada preman tolong aku !" teriakku.


" Apa Nay dima..Tut Tut Tut."


" Sial kamu, mencoba cari bantuan haah?" maki preman itu.


"Sebenarnya kalian ini siapa ? Apa tujuan kalian kerumahku ? Siapa yang menyuruh kalian?"


Aku mencoba memberanikan diri.Meski pintu masih tetap kukunci.Diam bukanlah waktu yang pas untuk saat ini ,aku harus cari sesuatu untuk melindungi diri. Mataku terpedar mencari sesuatu untuk berjaga. Dan akhirnya aku mataku tertuju pada gunting rambut yang ada didepan cermin.Segera kuambil dan kembali menahan pintu kamar.


" Kamu mau tau siapa yang menyuruh kami ? Bos Jaya ,yang meminta kami datang kesini untuk memberi pelajaran kamu ,karna kamu sudah mulai mengusik kehidupan bos kami?" Ujar preman itu dengan lantang.


" Iya jadi cepat buka kamar ini?"preman satunya menimpali seraya mendobrak pintu yang masih kutahan.Namun aku tak lagi bisa menahan badanku terpental beberapa kali akibat dobrakan kedua preman itu.


Braak


Kini kami saling berhadapan 2 lawan 1. Aku menyembunyikan gunting dibelakang ku. Mereka semakin dekat bagai buaya yang hendak menangkap mangsanya.


Aku bergerak ke kanan dan kekiri mencoba mengalihkan pandangan mereka berdua, agar aku bisa keluar dari kamar ini.


1 2 3 Haaap.


Aku melewati tengah- tengah keduanya ,kedua preman itu saling berpelukan .Romantis bukan?


Aku menuju ruang tamu. Disusul kedua preman itu dengan cepat tanganku ditarik dengan keras dan tanpa berfikir panjang aku tusukkan gunting ke tangan preman tersebut.


" Aaaa...sial kamu?Jon tangkap dia,jangan biarkan dia lolos?" ucap preman itu dengan terus memegang luka pada tangannya.


" Praak"


Vas bunga tepat dikepalaku.Mataku kunang- kunang, Perih dan juga sakit kini kurasakan,ku gelengan kepala beberapa kali berharap kunang- kunang dimataku agak sedikit hilang.


" Nah kenak kamu?" tanganku dipegang dengan erat tanpa fikir panjang aku tusuk bahu preman itu dengan gunting.


Mereka berdua meraung kesakitan.Dan aku sudah tidak kuat lagi menahan sakit yang teramat kulihat bajuku penuh dengan darah yang keluar dari kepalaku.


Mataku semakin kabur dan gelap.


APA INI SUDAH SAATNYA?


.

__ADS_1


"


__ADS_2