Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
31. Doa buruk belum tentu dikabulkan.


__ADS_3

" Camkan baik- baik perkataan ku tadi anak sial*n ,kamu tidak akan bahagia dan kamu akan hancur -sehancurnya Nayra " Ucap Tante Ninda dengan sinis.


Sebegitu dendamkah Tante Ninda menaruh dendam terhadapku? ku kira setelah membebaskan Rayna ,Tante Ninda sudah memaafkanku tapi nyatanya salah Tante Ninda malah semakin benci setiap melihatku. Apakah Rayna juga begitu ? apakah Rayna hanya berpura- pura memaafkanku diluar namun hatinya belum.Entahlah aku sendiripun tak tahu hati manusia.


Suasana makin tidak nyaman,entah sejak kapan kami menjadi pusat perhatian orang yang lewat dan orang yang ada di pantai ini.Tante Susi yang semakin risih dengan hal itu lantas mengajak pergi Tante Ninda dan sahabat nya .


" Sudah ayok kita pergi,tujuan kita kesini kan untuk berlibur,untuk menenangkan fikiran agar kewarasan kita tetap terjaga dan baik- baik saja.Bukan untuk mencari ribut ,berkoar-koar hingga membuat mental kita terganggu"Tante Susi menarik tangan Tante Ninda dan sahabatnya.


" Tapi Sus,aku belum puas memaki anak sialan ini"Tante Ninda masih bersikukuh tak mau beranjak dari hadapanku.


" Sudah- sudah ayok" Tante Susi dengan terpaksa menarik dengan paksa dibantu teman satunya.


Aku sedikit lega setelah mereka jauh dari pandangan. Meminum air kelapa muda yang kupesan untuk mendinginkan suasana.


" Liburan gagal deh? "


***


Sedangkan dirumah Rayna ,Tante pulang dengan keadaan emosi tersulut.Membanting pintu dengan keras .


" Kenapa sih ma ?dateng- Dateng emosi bwanget ,apa arisannya yang keluar bukan nama mama lagi?" Tanya Rayna yang sedang sibuk menghaluskan kuku- kuku tangan dengan potongan kuku.


" Bukan masalah arisan?" jawab Tante Ninda seraya ikut duduk dikursi samping Rayna .


" lalu masalah apa mama ?"tanya lagi Rayna


" Tadi mama ketemu Nayra ,waktu mama pergi ke pantai bersama teman mama . dan ternyata teman mama itu kenal dengan Nayra lebih parahnya lagi teman mama itu membela Nayra . Bikin kesel sekali."ucap Tante Ninda dengan memanyunkan bibirnya.

__ADS_1


Rayna berhenti sejenak dari kegiatannya memandang mamanya yang tersulut emosi.


" Makanya mama harus tenang sabar dulu,mama harus bisa mengontrol emosi mama apalagi dimuka umum ? ingat ma jika kita mau menghabisi seseorang kita harus cari titik kelemahannya dulu.Apalagi ini Nayra dia itu susah dilawan langsung"


" Habis gimana mama kalau lihat mukanya suka emosi duluan ingat apa yang dia lakukan ke kamu?putri kesayangan mama" Tante Ninda mencubit pipi Rayna.


" Iya Rayna tau mama,Rayna juga masih menyusun rencana buat menghancurkan Nayra ?"


" Kenapa kamu gak minta bantuan saja sama om jaya" ucap Tante Ninda dengan antusias.


"Sudah ma, tapi gagal. Nayra masih selamat .Apalagi kata Om jaya Minggu lalu om jaya ketemu Nayra dipersimpangan jalan rumah Om jaya dimana rumah itu bekas aku dan Om jaya mengerjai Nayma .Ketika om jaya bertanya ke Nayra katanya dia kesasar,waktu itu juga sudah larut malam.Dari situ om jaya curiga dengan Nayra, didukung lagi waktu om jaya masuk rumah kunci rumah sudah berpindah tempat."tutur Rayna.


" Berarti kita harus berhati- hati dengan Nayra. Sekarang kuncinya tinggal di kamu Rayna karna Nayra hanya tau kamu sudah berubah."Tante Ninda menepuk bahu Rayna


" Iya mama,mama tenang saja Rayna akan Hati- hati. Nayra aku akan datang membalas dendam setelah apa yang kamu lakukan terhadapku memasukkan ku kedalam sel tahanan yang sempit, ditemani orang- orang yang tak berakal.Nayra mungkin kamu fikir aku sekarang sudah tobat,haha...itu salah, ini hanyalah sebuah permulaan untuk menyakinkan mu dan menggiringmu jatuh dalam perangkap ku.


***


Aku duduk diteras rumah memandangi jalanan yang nampak sepi,hanya satu dua orang yang lewat.


" Tante Susi mau kemana?" tanyaku sedikit berteriak kala melihat Tante Susi mengendarai motornya.


Tante Susi yang mendengar teriakkan ku akhirnya berhenti. akupun segera menghampirinya.


" Tante , mau kemana pagi-pagi begini?" tanyaku lagi seraya menempelkan punggung tangan ke pipi.


" Lho kamu gak dengar?" jawab Tante Susi .

__ADS_1


" Dengar apa ya Tante ?" ucapku kaget.


" Itu mamanya Rayna kecelakaan ,terjatuh saat dikamar mandi tadi malam? saya tadi malam yang bantu membawa mama Rayna kerumah sakit ,akibat dari jatuh tersebut mama Rayna mendapat jahitan 4 dikepalanya karna terbentur lantai keramik."


" Ya Allah , sampai dijahit Tante .terus Rayna gimana Tante?" ucapku kaget


" Ya kasian sekali, untung jahitannya cuma 4 . Waktu pertama saya kesana Rayna panik sekali bingung mau berbuat apa ,dia juga takut . makannya dia telvon Tante meminta bantuan.Apa kamu mau ikut lihat keadaan nama Rayna? kalau mau ikut ayak sekalian bareng sama tante." Tante Susi menawarkan jasa.


" Mmm bagaimana ya Tante, Tante tau sendiri kan kbagaimana Tante ke Ninda kesaya ? bukannya saya gak mau ,bikin Tante Ninda tambah banyak fikiran serta sama emosi.'"


" Iya juga ya , kalau boleh Tante tau sebenarnya apa yang terjadi antara kamu,Rayna dan mamanya ?"


" Begini Tante,....."


Aku menjelaskan awalnya Rayna bersahabat dengan Nayma , kemudian mendapat konflik sedikit kemudian menjadi besar, tidak semua aku ceritakan ke Tante Susi hanya pokok masalah terkecilnya saja.


" Begitu Tante " ucapku mengakhiri cerita .


"Ow jadi begitu ya sudah Tante berangkat dulu ya ? kapan-kapan kita ngobrol lagi." ucap Tante Susi berpamitan dengan melajukan motornya


Tante Susi sudah tidak terlihat dari pandangan aku masih berdiri dipinggir jalan.


" Aku harap Tante cepat diberi kesembuhan, Jadi ingat sumpah serampah Tante Ninda yang diucapkannya kepadaku waktu dipantai . mendoakan aku agar aku kecelakaan dan kini malah Tante Ninda sendiri yang mengalami hal tersebut "


Ya Allah haruskah aku tertawa diatas penderitaan orang,Sungguh Allah memang maha adil dalam menghukum makhluknya yang memang nyata- nyata salah.


Terbukti Saat Tante Ninda mengucapkan sumpah serampahnya, Doa- doanya tidak terkabul malah doa itu berbalik ke Tante Ninda sendiri.

__ADS_1


Karna Allah tau Doa buruk tak selamanya dikabulkan.


"


__ADS_2