Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Kembali atau tidak


__ADS_3

" Dinda sadar Dinda... sadar ... " ujarku kala melihat pergelangan tangan Dinda yang bersimbah darah.Ku ambil kain panjang yang ada diranjang Dinda kemudian ku ikatkan pada tangan Dinda yang terluka.


Saat ini Ibu Dinda sedang pingsan. Terlihat para ibu - ibu memberi minyak kayu putih pada ibu Dinda dan yang lain mencoba mengambilkan air minum.


Beberapa saat kemudian


Narendra yang Baru datang langsung menggendong Dinda menuju mobil ambulans yang sudah terparkir dihalaman rumah Dinda .Menerobos para warga yang berkerumun di didepan rumah dinda segera sedangkan Wisnu dan Doni mengikuti dari belakang . Begitu pun juga aku.


Kala kami sudah sampai di mobil ambulans ibu Dinda bangun dan berlari ikut masuk kedalam ambulans bersama kami.


" Hik...hiks. heeemm..heuuummm,..." ibu Dinda menangis dengan keras.


" Tante .. yang sabar ..Dinda pasti akan baik- baik saja Tante Nayra yakin." ujarku seraya memeluk ibu dinda.


kami Berlima berada didalam mobil ambulans , ibu Dinda berada disampingku sedangkan Narendra duduk didepan kami dengan petugas ambulans. Dinda yang terbaring dengan muka pucat pasi dan mata tertutup menjadi pusat perhatian kami.


" Nayra ..Tante gak mau Dinda kenapa- kenapa ? hanya Dinda yang Tante punya saat ini ? Tante menyesal telah meninggalkan Dinda waktu itu, andai saja Tante ada pasti hal ini tidak akan terjadi..Dinda anakku ..." ujar ibu Dinda dengan terus menangis memelukku erat.


Mataku ikut meneteskan air mata tanpa terkomando.


" Tante jangan menyalahkan diri Tante sendiri,Sekarang kita cukup doakan saja Dinda akan baik- baik saja. Dinda anak kuat Dinda anak hebat .. sahabat Nayra yang paling baik ,Nayra yakin Dinda akan mudah melewati ini. "


Akhirnya kami telah sampai diRumah sakit. Kami semua mengikuti Dinda yang didorong beberapa suster disana.


" Mohon maaf semua ,pasien akan mendapat penanganan khusus dimohon semua pihak keluarga cukup menunggu disini" ucap suster menahan kami untuk ikut masuk menemani Dinda.


" Tapi Sus saya ibunya saya ingin menemani anak saya " ibu Dinda memohon.


" Maaf Bu ini sudah prosedur rumah sakit,mohon pengertiannya ." jawab suster seraya menutup pintu ruangan dimana Dinda mendapat penanganan selang beberapa menit dokter pun masuk diikuti beberapa suster .


" Tante...percaya Tante Dinda pasti kuat ,Tante yang tenang ya ?"


Ibu Dinda hanya mengangguk.


Kami semua terdiam,saling berdoa untuk kesembuhan Dinda .


Terlihat Narendra yang berdiri agak jauh dari kami sedang menghubungi seseorang beberapa kali ,namun sepertinya tidak ada jawaban. Wisnu yang mengetahui hal itu lantas menghampirinya kemudian melakukan hal yang sama yaitu mencoba menghubungi seseorang.wisnu nampak menggelengkan kepala. Narendra terlihat semakin kesal membuang tonjolkan ke udara beberapa kali . Memukulkan tangannya pada tembok ,Wisnu yang saat itu berada disana hanya mencoba mencegah.


Doni pun berlari ikut ,menghentikan aktivitas Narendra yang melukai dirinya sendiri.


Ceklek


pintu dibuka, dokter laki- laki berbadan tinggi kulit putih dengan mengenakan rompi berwarna putih itu pun keluar .

__ADS_1


" Keluarga Dinda ?"


" Ya dok saya ibunya ?Bagaimana dok dengan anak saya ,apa Lukanya sangat dalam dok ,apa anak saya sudah sadar?" ucap ibu Dinda.


"Eeuummzz.. begini Bu , syukurnya anak ibu cepat dibawa kesini sehingga kami cepat menanganinya ,luka akibat sayatan pecahan kaca tidak cukup dalam . Untungnya luka saat itu sudah ditutup menggunakan kain sehingga darah yang keluar tidak terlalu banyak. Dan saat ini kondisi anak ibu sudah agak membaik mungkin sebentar lagi akan sadar. Ibu dan semuanya tidak usah khawatir"


" Alhamdulillah" ucap kami serempak.


" Alhamdulillah ,makasih dok anda sudah menyelamatkan anak kesayanganku " ucap ibu Dinda .


"Sama- sama buk ,jangan berterimakasih kepada saya,cukup berterima kasih kepada sang pencipta karna hanya kehendaknyalah yang mampu menolong anak ibu kami disini hanyalah perantara "


" Ya pak dokter" ucap ibu Dinda.


" Dok apa kita sudah bisa lihat Dinda ?" tanya Doni.


" Oh,ya sudah- sudah ,sudah bisa tapi mohon diharap gantian ya dan jangan lama - lama karna pasien belum sadar dan masih masa pemulihan. Untuk ibu nanti dimohon keruangan saya untuk mengambil resep obat untuk diminum pasien "


" Ya dok"


" Ya sudah kalau begitu saya permisi dulu?" ucap dokter itu seraya pergi meninggalkan kami.


" Ibu Dinda pun masuk , disusul aku dan Narendra"


Narendra hanya diam.


" Tante tenang Tante ,Tante jangan marah- marah ya ?" ujarku.


" Gak bisa Nayra , Tante gak mau ada anak si tukang penghancur masa depan anak Tante berada disini. Hay narendra apa kamu tak tahu malu haa... masih berani memunculkan mukamu disini setelah apa yang dilakukan bapakmu kepada anakku Samapi anakku Dinda menjadi seperti ini? Mana janjimu yang bilang akan membawa bapakmu kedepan kami untuk bertanggung jawab mana sampai sekarangpun gak ada bukti "


" Maaf Tante" ucap Narendra tertunduk.


" Saya gak butuh maaf saya butuh bapakmu untuk bertanggung jawab "


Narendra diam.


" Tante sudah Tante kita lihat Dinda saja dulu ya Tante?" ajakku.


" Iya " ucap Tante seraya menggenggam tanganku. Sedangkan Narendra masih mematung didepan pintu.


***


Seminggu berlalu , kudengar Dinda sudah lebih baik, terkadang aku juga sering kesana .Kehamilan dinda semakin terlihat namun kini Dinda sudah nampak lebih ceria dan mulai menerima dengan kondisi yang ada.

__ADS_1


Para tetangga pun mensupport Dinda agar tetap semangat menjalani hidup.


Dreett...drrtt...


ponselku bergetar . Segera kuangkat dan ternyata dari Wisnu.


" Ya Wisnu apa?"


" Waalaikumsallam" ucap Wisnu.


" Eh ...iya Assalamualaikum " ucapku lagi.


" Waalaikumsallam "


"Emmmss..ada apa Wis tumben telvon?" tanyaku.


" Ini aku cuma mau ngabarin soal rencana Narendra ?"


" Rencana apa memangnya ? "


" Itu pembukaan kembali cafenya dan Narendra mengundang kita semua untuk bergabung lagi seperti dulu ? apa kamu mau Nay? kembali lagi di tim kami ?"


" Eemms. gimana ya ? aku masih bingung Wisnu ? Eemm memang siapa saja yang udah gabung Wisnu ?"


" Sementara ini yang baru gabung , aku Doni sama Mita yang lain masih belum bisa dihubungi , Maya juga nomornya gak aktif ,rencananya sih nanti hari Minggu baru aku coba datangi kerumahnya gitu ? "


" Oh gitu ya?"


" lho kok hanya oh,gitu ya? jadi gimana mau gabung tidak ? tapi harusnya mau ya karna pasti gak seru kalau gak ada kamu Nay? "


" emm bisa aja kamu Wis? seru enggaknya itu kita sendiri yang ciptain bukan orang lain?"


" Heemm..gak percaya ? gimana gabung ya ...ya..ya.." bujuk Wisnu.


" Iya nanti dulu aku fikir- fikir dulu ya ,masalahnya kan aku juga masih kerja ditoko sepatu dan kalaupun mau berhenti harus bicara baik - baik dulu kan? "


" Oke deh aku tunggu kabar selanjutnya Nayra ?"


" Siip"


Televon berarkhir.


Keadaan ini yang membuatku sulit diantara memilih kembali atau tetap ditoko sepatu ?

__ADS_1


a


__ADS_2