
" Iya Wisnu ada apa tumben malam- malam telvon?" ucap ku ditelvon.
" Ya Nay mau memberi tahu kalau besok cafe libur. " ucap Wisnu diujung telvon.
"Asyik, bisa bangun siang nih aku "
" Kayak anak SD aja dapet libur senangnya minta ampun hehe?"
" Memang"
" Kamu gak mau tanya gitu kenapa bisa libur?"
" Kamu nanya apa nanya- nanyae? haha. Iya memang kenapa Wis ,tumben biasanya kan gak pernah libur kalau gak kita sendiri yang izin."
"Hahaha... bisa aja kamu Nay , emmz besok acara lamaran Narendra dan Dinda ."
" Apa lamaran?"
" Iya,kenapa Nay ? seperti kaget gitu?"
" Eeemzz.. gak kok aku kaget karna ada kecoak tadi hehe"
" Haha..Tumben seorang Nayra bar - bar takut kecoak biasaanya saja gak takut. hehe bohong ya ?"
" Eenggg- eenggak ,ya udah dulu ya Assalamualaikum Wisnu daah" Nayra mematikan telvon secara sepihak.
Kenapa dengan hatiku mendengar kata lamaran hatiku tiba- tiba sakit sekali.
"Huh, kenapa harus lamaran mendadak ,kenapa juga harus dengan Dinda teman dekatku iiihh,gak adil rasanya."
Aku memukul - mukul kasur seraya duduk diranjang tempat tidur. kemudian merebahkan tubuhku disana dengan menutup wajahku dengan bantal.
Drrtt...Drrt
Hp berdering kembali.
"Wisnu apa- apa an sih ,bikin tambah emosi aja"
__ADS_1
"Ya Wisnu apa lagi haahh?"ujarku yang masih menutup wajahku dengan bantal.
" Nayra ini aku Dinda,maaf mengganggu."
" Dinda ,oh maaf tadi gak baca nama,kupikir tadi Wisnu yang telvon,eemm ada apa Dinda ?"
Mendengar kata Dinda aku tersentak , melempar bantal yang menutup wajahku, kemudian duduk fokus ke hp.
" Ya Nay ,aku mau curhat boleh? "
" Boleh- boleh silahkan Dinda ,kenapa-kenapa ?"
Penasaran ku semakin tinggi mendengar Dinda yang ingin curhat.
" Nay huhf"terdengar Dinda menghela nafas besar.
" Nay aku bingung harus senang atau sedih,mendengar kabar ini. Aku bingung nay,baru saja tadi ibu ku bilang kalau besok siang aku akan dilamar dengan Narendra . Aku masih bingung harus jawab apa sedangkan ibu ,main setuju - setuju aja tanpa bilang dulu padaku.Aku harus bagaimana Nay ? aku harus jawab apa?"
" Ya Jawab aja gak mau?" jawabku spontan.
" Apa Nay ,gak jelas tadi?"
" EH, iya Dinda ,kalau menurutku kamu ikuti kata hati kamu Dinda , jangan takut mengambil keputusan karna bahagia itu kamu yang jalani.jujur apa kamu nyaman dengan lamaran ini ?"
" Aku tahu Nay ,tapi apa bisa aku menolak kemauan ibu , yang terlihat begitu senang karna telah dilamar oleh anak bos aku. kamu tahu kan ibu baru aja sembuh , dan jujur aku kurang nyaman dengan lamaran ini ,meski bos aku sudah sering mempertemukan kami sebelumnya sekedar makan malam tapi gak tahu kenapa aku belum begitu klik dengan Narendra. gimana ini Nay ?" keluh Dinda.
Aku ikut memikir kupandangi langit - langit plafon yang ada dikamarku.
" Memang berat sih ya Din jadi kamu, yang harus di hadapkan dengan posisi yang sulit seperti saat ini ,tapi Dinda kalau saran aku lebih baik kamu bicara baik- baik dengan ibu kamu ,aku yakin ibu kamu akan mengerti. Aku sangat yakin kamu bisa memilih mana yang terbaik untuk dirimu. " ucapku.
" Ya Nayra makasih kamu sudah mau mendengar curhatan ku,seenggak - enggaknya lumayan membuat ku tidak takut lagi dan membuka fikiranku,sekarang aku sudah tau apa yang harus aku lakukan ?"
" Ya Dinda sama- sama ? maaf sekali kalau aku belum bisa bantu kamu , apa lagi ini masalah hati ,semua keputusan ada di kamu Dinda . Aku yakin apapun pilihanmu aku akan menjadi orang terdepan yang akan mendukungmu."
" Hahha.. iya deh percaya , eh besok kerumah ya...pokoknya kamu harus datang duluan oke ?"
" Siipp- siip , tenang jam berapa memangnya ?"
__ADS_1
" Katanya sih jam Satu begitu, tapi gak tahu akan ngaret apa tidak "
" Oke- oke ,tenang Nayra teman Dinda akan datang."
" Oke ditunggu ,kalau begitu udah dulu ya aku mau tidur dulu ngantuk? daaah"
Belum sempat menjawab televon sudah dimatikan.
" kenapa harus dengan Dinda hah, huhuuuhu... heemmm .." Tangisku ku pecah.
Mendengar curhatan Dinda ,membuat hatiku semakin tidak iklhas, ada rasa sakit luar biasa ,dan gak tahu kenapa air mataku mengalir begitu saja,ada rasa jengkel ,dongkol dan tak terima yang kurasakan saat ini.Aku bingung sebenarnya ada apa dengan diri ini, tapi inilah yang kurasa saat ini. Mungkin jika didepan ada Narendra dan Dinda ingin rasanya aku gampar muka mereka untuk melampiaskan kekesalan yang ada dihati.
" Drrtt.. drrtt "
telvon bergetar lagi.
" Siapa lagi sih ganggu terus,gak tahu apa kalau orang lagi jengkel. Tadi Wisnu , Dinda sekarang siapa lagi ,apa mau sama - sama memberi kabar yang membuatku jengkel dan sedih seperti ini haah" teriakku yang masih membiarkan telvon bergetar.
ponselku berdering ,hingga 3 kali, aku masih membiarkannya , meski ada rasa ingin mengangkatnya. Kuatir nafasku dan memberanikan diri melihat siapa yang menghubungiku hingga beberapa kali.
" Narendra ? ada apa?" ujarku pura- pura biasa.
" Nayra aku gak mau basa- basi lagi denganmu ,aku mau jujur dengan perasaan ini .Nay aku sangat mencintaimu Nay ? Nay aku mau hidup hanya denganmu ? aku gak mau hidup dengan orang lain aku gak mau ? " ucap Narendra diujung telvon dengan suara bergetar.
" Maksud kamu ,apa Narendra malam - malam telvon bicara gak jelas.mimpi ya?" ucapku .
Jujur aku yang mendengar ungkapan itu tak kuasa membendung air mata. tapi aku bisa apa ? Aku juga cinta tapi apa mungkin ? Dihatiku saja masih menaruh dendam terhadap ayahnya.
" Nayra kumohon ,dengar kan aku sekali saja .Aku gak sedang bercanda ,besok aku akan dijodohkan dengan Dinda besok papa akan melamarkan Dinda untukku , Aku gak mau Nayra aku maunya sama kamu sungguh aku hanya cinta kamu. Jika kamu juga cinta keaku tolong jawablah pertanyaan ku aku mohon apa kamu juga cinta denganku ?"
" Oh ... selamat ya kalau gitu semoga kamu bahagia.?" ujarku dengar suara beegetar.
" Nayra apa kamu juga cinta kepadaku ? jawab nayra?"
" Sudahlah Narendra, berhenti berharap dan menanyakan hal bodoh seperti ini terus menerus aku gak pantas kamu cintai aku gak pantas kamu sayangi dan aku gak pantas jadi pendampingmu.Semoga kamu bahagia dengan Dinda."
" Nayra aku mohon jawab ya atau tidak itu saja. Aku sadar kok ,aku gak pantas memang bersanding dengan wanita terhebat dan sebaik kamu aku sadar Nayra , tapi aku mohon jawablah pertanyaan ku dari lubuk hatimu yang paling dalam ,aku mau kamu jujur .Gak papa jika kamu menolakku gak papa? yang penting aku tahu isi hatimu.plis jawab ya atau tidak.
__ADS_1
" Ya ,iya aku memang suka denganmu Narendra tapi maaf aku gak bisa hidup denganmu ?"
Tut.. kumatikan secara sepihak hanya bisa menangis sejadi- jadinya.