
"Makasih sudah membantu " Ujar Dinda kepada Van.
" Iya sama - sama ,eum saya antar pulang ?" Tawar Van.
" Gak usah rumah saya dekat saja kok dari jalan ini tinggal lurus belok kiri sudah sampai " Jelas Dinda .
" Ow begitu , boleh tahu siapa namamu perkenalkan saya senja Ilaga panggil saja senja ?" ujar Van seraya mengulurkan tangan.
" Oh iya nama saya Dinda " Dinda menyambut uluran tangan Van dengan malu dan senyum manis dibibirnya ." Kalau begitu saya pergi dulu " Ujar Dinda lagi .
" Oh, iya salam kenal ya " Van masih
memandangi Dinda yang nampak kerepotan membawa barang belanjaan dengan tangan satunya memegangi perutnya yang kini terlihat besar. Van nampak tidak tega dengan Dinda ,hati kecilnya mendorongnya untuk memberanikan diri membantu Dinda lagi tanpa takut dengan kata penolakan Van langsung sigap mengambil belanjaan Dinda yang ada ditangannya.
" Aku bawakan saja "
" Eh ,gak u ... " Ucap Dinda terbata namun kini belanjaan Dinda sudah ditangan Van.
" Sudah kasian tuh anak yang ada diperutmu lihat mamanya capek pasti sedih " Ujar Van .
" Haha ... kamu ada - ada aja ,aku jadi gak enak nih malah ngrepotin " Sela Dinda.
" Kata siapa ngrepotin aku gak merasa tuh "
" Iya deh "
" Masih jauh rumahmu ?"
" Gak kok Deket aja tuh depan ?" Ujar Dinda seraya menunjuk rumahnya yang sudah kelihatan dari jauh.
Mereka berjalan melewati jalan setapak disana . Dinda sebenarnya gak enak dan sedikit malu .Apalagi semenjak ia hamil dengan jaya Kusuma Dinda lebih banyak mengurung diri dirumah , padahal tetangga dikomplek itu sudah biasa dan tidak mempersalahkan Dinda malah yang ada tetangga dan warga disitu selalu mensupport Dinda agar tetap tenang ,Namun Dinda masih saja merasa tidak enak bahkan Dinda seakan menjauhi laki - laki .
__ADS_1
Ini adalah kali pertama Dinda bertemu laki - laki dan tak tahu kenapa hati Dinda merasa biasa bahkan diajak kenalan pun mau.
" Makasih ya ?" Ucap Dinda saat sampai didepan rumahnya.
" Iya sama - sama "
" Lho Dinda ,ini siapa ? " Tanya Tante Salma heran saat membuka pintu didepannya Dinda membawa seorang lelaki.
" Eum ini Tante "
" Kenalkan Tante nama saya senja Ilaga panggil saja senja ,maaf Tante kalau saya membuat kaget Tante saya hanya membantu Dinda membawakan belanjaan ini " Tutur Van seraya menunjuk barang belanjaan yang masih dipegangnya.
" Oh ,sini - sini ?". Tante Salma mengambil barang belanjaan dari tangan Van. " Dinda kamu kenapa gak suruh Tante aja tadi , ini lagi belanja banyak sekali ? kalau kamu dijalan kenapa - Napa bagaimana? " Omel Tante .
Dinda hanya diam .Sedangkan Van mendengar seraya tersenyum.
" Eh ,nak senja makasih banyak lho sudah dianterin Dindanya . Oh ya kenalkan saya Tantenya Dinda Salma " Tante memperkenalkan diri.
" Iya Tante sama - sama ?Eum kalau gitu saya pamit dulu Tante ?" Pamit Van.
" Tante " Dinda menyenggol siku tantenya.
" Apaan sih Dinda ,nak senja ini kan tamu jadi harus kita perlakukan yang baik ? Apalagi tadi udah bantu kamu itung - itunglah tanda terima kasih bukan begitu nak senja ?" Ujar Tante sembari melempar senyum.
Dinda merasa tidak enak .
" Eum ,makasih banyak Tante lain kali aja .Saya juga masih ada keperluan , pulang dulu ya Dinda ,Tante " Pamitnya lagi.
" Iya udah makasih lagi " Ucap Dinda .
" Eh , beneran nih gak mau minum kopi dulu nak senja ?" Paksa Tante Salma .
__ADS_1
" Hehe lain kali aja Tante makasih banyak - banyak " Ujarnya.
" Ya sudah hati - hati ,lain kali mampir aja kalau ada waktu " Ujar Tante Salma.
" Iya Tante beres" jawab Van seraya pergi menjauhi rumah Dinda.
Van semakin menghilang dari pandangan mereka.
" Dinda cocok tuh sama kamu ?" Ledek Tante Salma.
" Apaan sih Tante , Dinda tuh hamil mana mungkin ada yang mau Nerima Dinda ?" Dinda melangkah pergi masuk kedalam rumah. Seraya menenteng barang belanjaan ,sedang Tante Salma mengikutinya dari belakang dan membawa sisa barang belanjaannya.
" Jangan begitu Dinda kita itu gak tahu jodoh kita tuh siapa ? jadi jangan berkata begitu " ujar Tante Salma .
Dinda diam kembali menaruh barang belanjaan diatas meja kemudian menghempaskan tubuhnya di kursi sembari mengelus perutnya matanya tajam menatap atap yang ada diatasnya.
***
Tepat pukul 7 malam Nayra pergi ke rumah sakit untuk menemui dokter kepercayaannya kembali. Kali ini Nayra sudah membawa barang bukti lain untuk di cek kembali .
Ruang dokter.
" Aku sangat salut dengan apa yang kamu lakukan ini Nayra ? Kamu sangat ambisi sekali mencari keadilan untuk adikmu dan orang - orang terdekatmu ? Tapi yang jadi pertanyaan ku lagi ?Apa setelah kamu berhasil membuka semuanya kamu akan langsung menjebloskan semua pelaku ke dalam sel atau kamu biarkan saja ?" Tanya dokter Helen dengan ramah seraya sibuk memeriksa barang bukti yang dibawa Nayra.
" Pertanyaan dokter memang luar biasa ,Nayra sampai gak bisa jawab nih hehe " Nayra terkekeh " Gak semudah itu dok Nayra akan membawa semua pelaku ke dunianya masing - masing .Itu janji Nayra " Ungkapnya lagi.
" Ya - ya aku doakan kamu akan mendapatkan keadilan dan cepat menemukan siapa pelaku semua ini.
" Tapi kamu juga harus ingat Nay semua penjahat itu akan lari dan sebisa mungkin mereka akan menghindar jadi kamu harus selalu berjaga - jaga " Pesannya.
" Ya dok ,Nayra akan selalu hati - hati"
__ADS_1
" Ini hasilnya sudah keluar ?" Ujar dokter Helen.
" Makasih dok " Nayra membukanya dan hasilnya ternyata ." Apa ini aku tidak salah dok ?"