Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
36. Pertolongan.


__ADS_3

Apakah aku sudah tidak lagi berada dibumi?Apa aku sudah bisa ketemu Nayma?


Mataku kubuka dengan perlahan, melihat keatas .cahaya yang terang mulai menyilaukan penglihatan ku. Kupedarkan padangan keseisi ruangan terlihat dinding berchatkan putih.


Kriiet...


pintu terbuka.


" Alhamdulillah Nay kamu sudah sadar?" ucap Wisnu seraya menghampiriku ,memegang tanganku dengan erat.


" Iya, kamu yang membawaku kerumah sakit ini?" Jawabku dengan berusaha untuk bangun.


"Kamu mau kemana ? Sudah pakai tiduran saja dulu ? ingat kamu harus sembuh dulu? iya tadi malam setelah aku mendengar suaramu mintak tolong aku segera ke rumahmu."


Tanpa menolak aku yang tadinya ingin duduk ,kini kembali keposisi semula.


" Terimakasih wisnu kamu sudah menolongku."


" iya sama- sama, kepala mu masih sakit? aku kawatir karna tadi malam kepalamu mengeluarkan darah sangat banyak. Dan saat aku sampai dirumahmu kamu sudah tidak sadarkan diri. Apalagi waktu sampai ke rumah sakit ini kamu sempat kejang- kejang. " Jelas Wisnu.


"Sekali lagi terimakasih wisnu ,aku sangat berhutang Budi padamu, aku janji aku akan membalasnya.Wisnu jika suatu saat kamu butuh bantuan jangan sungkan memanggilku ya ?Oya truz preman - preman yang ada dirumahku gimana kondisinya?"tanyaku.

__ADS_1


"Preman? Dirumahmu gak ada siapa-siapa ? hanya kamu saja yang terkapar dilantai ruang tamu dengan luka dikepala?"


" Ada preman dirumahku Wisnu, beneran preman- preman itu masuk kerumahku,dengan mendobrak pintuku,aku sempat bersembunyi dikamar mandi kamarku cukup lama setelahnya merekapun hendak mendobrak lagi pintu kamarku.Untungnya kamu telvon,Dan yang angkat panggilanmu itu juga preman itu tapi mereka tidak bersuara.dari itu aku memberanikan diri keluar dari kamar mandi,menguping dari balik pintu kamar .-Mendengar aku berusaha mintak tolong kamu,kepala ku ini terluka itu akibat ulah kedua preman- preman itu ,saat aku melukai tangan preman satunya,dan saat itu juga temannya memukul kepalaku dengan vas bunga yang ada dimeja? kataku menjelaskan.


" Tapi tidak ada siapa-siapa Nay dirumahmu?saat aku kerumahmu pintumu juga masih tertutup dan disana juga tidak ada vas bunga pecah apalagi preman- preman." jelas Wisnu dengan raut heran.


Mungkin Wisnu menganggap ku lupa ingatan atau sakit jiwa , tapi nyatanya apa yang aku alami tadi malam itu memang benar adanya ,aku tidak bohong.Apa mungkin semalam itu hanya halusinasi ku saja ,tapi kalau memang halusinasi pasti aku tidak akan luka seperti ini , kejadian ini membuatku makin pusing .


" Wisnu apa ditempat kamu menemukan aku itu ada noda darah yang tercecer mungki? Oya apa kamu menemukan gunting ? "tanyaku dengan semangat.


" Apa lagi Nayra tidak ada darah, gunting apa ? gak ada semua Nayra ?sudah mending kamu istirahat saja ya biar tenang." ucap Wisnu seraya menggosok bahuku dengan lembut.


" Tapi Wis , beneran tadi malam itu ada orang?"tegasku.


Kenapa Wisnu tidak percaya , tidak mungkin kan aku melukai diriku sendiri tanpa sebab.kucoba memejamkan mata .


kriiiet..


"Nayra?"


Mataku seketika terbuka, menoleh kearah pintu yang terbuka.

__ADS_1


" Dinda kamu datang ,maaf aku gak jadi nglamar kerja ditempatmu sekarang?"


" Gak papa Nay ,kamu sakit apa? kenapa ini kepalamu?"tanya Dinda dengan memeegang kepalaku.


" Gak papa cuma sakit sedikit saja?lho kamu gak kerja hari ini?"


" Kerja tapi ini lagi pas ada urusan dirumah sakit ini juga ? kamu cepat sembuh ya ?


" Ya,makasih Dinda sudah menyempatkan datang kesini."


" iya sama- sama"


Drtt..drrtt...


hpku bergetar kulihat pesan yang masuk.


" Nomor baru siapa ini?"


(INI BARU PERMULAAN TUNGGU BAHAYA YANG AKAN MENGANCAM SELANJUTNYA)


Tanganku bergetar, hp yang tadinya kugenggam lepas begitu saja dari tanganku.

__ADS_1


Apa yang dimau dari orang itu,sampai menerorku seperti ini, baru saja aku mendapat pertolongan kini harus dapat lagi serangan.


__ADS_2