
Menghempaskan bobot tubuh ku ke kasur busa yang ada di kamarku ,menatap langit - langit atap.
Fikiranku melayang ,entah kemana memikirkan kejanggalan yang terjadi beberapa ini dari pertemuanku dengan orang - orang aneh seperti black ditambah lagi Seno ,orang - orang dewasa yang begitu sangat menggangguku belum lagi dengan masalah balas dendam ku yang sampai saat ini belum terbalaskan sampai detik ini, terakhir informasi yang aku dapat yaitu jaya Kusuma alias papa Narendra ternyata sudah kabur dari penjara padahal sebelumnya aku sudah datang ke sel untuk mendatangi jaya Kusuma.
flashback
" Yang bernama jaya Kusuma ?" Tanya sipir yang berada diluar sel , sontak suara itu menjadi pusat perhatian orang yang berada didalam sel tahanan. Termasuk jaya.
" Itu nama kamu dipanggil " Sahut salah satu penghuni sel menepuk pundak jaya Kusuma .
". iya saya pak ? " Jaya menjawab lalu mendekat ke pintu sel .
" Ada yang ingin bertemu dengan anda ,mari ?" Sahut sipir itu sembari membuka pintu sel ,setelah jaya keluar tidak lupa sipir mengunci kembali sel tersebut .
" Siapa pak yang datang ? Apa dia anak saya ? Tanya jaya Kusuma , bahagia juga penasaran siapa yang datang ? .
" Nanti anda pasti tahu sendiri ? dia hanya bilang kalau dia tamu spesial yang akan membuat dirimu bahagia "
" Oh ,begitu tidak sabar rasanya pengen cepat - cepat ketemuan" ujar jaya Kusuma girang .
Sampai di ruangan khusus untuk para napi menemui keluarga atau kerabat ,jaya sangat kaget dengan tamu yang mengaku tamu spesial itu .
" Silahkan ?" Sipir mempersilahkan jaya untuk duduk didepan ku . Sedang sipir berdiri disamping kami . Dengan posisi tegap.
" Gimana kabarnya ,om ? " Tanyaku seraya megulurkan tangan kedepan jaya. " Ya baik , ada apa kamu datang kesini ?" Sahutnya sambil menerima jabatan tangan ku .Dengan tatapan penuh makna.
" Syukurlah , Saya datang kesini hanya ingin memberi tahu bahwa saya cukup senang melihat anda seperti ini haha . Jaya Kusuma orang terhebat ,orang terkaya dan orang penakluk wanita satu lagi orang tersombong didunia , Ternyata dengan gampangnya dimasukkan kesini oleh anaknya sendiri. Tapi aku puas ya ... Setidaknya saya tidak capek - capek untuk mengotori tangan saya sendiri untuk memasukkan anda ke sini ? Meski ini sebenarnya baru awal, Awal pembalasan atas apa yang kamu lakukan ke adik saya juga pembalasan atas apa yang anda lakukan ke Dinda teman saya ?" Ujarku dengan nada sedikit pelan juga diiringi senyuman .
Terlihat jaya ,memperlihatkan wajah marah dan tidak suka atas semua ucapanku. Diam seribu bahasa tapi dengan tatapan yang sama .
" Om ,Sehat kan disini ? Oh ya saya tadi bawa makanan buat om jangan lupa dimakan ya om biar sehat gak sakit ?Om tidak usah khawatir dengan apa yang ada diluar ,om cukup menjaga kesehatan saja dan fikiran yang tenang karna itu mungkin sangat anda butuhkan saat ini dan kedepannya." Tambah ku seraya melihat sipir dengan senyum dan kembali menatap jaya Kusuma dengan sengit.
" Dasar wanita ,bermuka dua . Jadi kamu yang telah menghasut anak saya iya !" Teriak jaya Kusuma,dengan kerasnya ,mengepalkan kedua tangannya dan bersiap memukulku.
" Om ,tenang om saya kesini hanya ingin lihat keadaan om jaya . apa itu salah ? Maaf om jika om merasa terganggu dengan kedatang saya ini ?" Ujarku memelas.
" Pergi kamu wanita jal*Ng !" Teriaknya lagi dengan penuh amarah namun jaya hanya mampu meronta karna kini tangannya sudah berada ditangan sipir yang berjaga tadi ,dengan nafas naik turun jaya Kusuma tambah semakin emosi. Dan saat itulah hatiku cukup senang walau hanya sedikit belum sepenuhnya karna saya ingin menghancurkan jaya Kusuma sehancur - hancurnya"
Drrt ... Drrt ...
ponselku bergetar lama tanda panggilan masuk .
" Bobi ?"
Bacaku pada layar ponselku.
__ADS_1
" Iya pak Bobi,ada apa ya ?" Jawabku ditelvon.
" Nay ,bisa bantu tolong saya ?"
" Iya pak bisa ,kebetulan saya juga lagi nyantai ?" imbuh ku seraya melihat jam diponselku.
Jam menunjukkan pukul Setengah 8 malam.
" Bisa datang ke toko ?"
" Bisa pak ,segera meluncur "
Tut ...
Telepon diakhiri
***
" Malam pak ,maaf pak terlambat " sapa ku kala masuk kedalam toko ,disana sudah terlihat Sinta ,Nisa dan Mila yang tengah sibuk menata sepatu yang baru datang.
" Iya Nay , untungnya kamu datang ,ini barang datang mendadak makannya saya meminta bantuan kamu dan yang lain " jelas pak Bobi yang tengah sibuk juga dengan barang didepannya.
" Iya bos gak papa " ucapku.
" Nay ini ,kamu pilih yang sesuai merek ini selanjutnya kamu susun disana ?" Suruh Sinta .
Kami semua pun , mengerjakan tugas masing-masing, sembari bercengkrama dan bercanda.
" Alhamdulillah " Ucap kami serempak .
Tepat jam 10 malam kami selesai menyelesaikan pekerjaan .
" Aduh , aku gak ada yang anter pulang nih ? Gimana ya ?" Ucap Sinta dengan bingung.
" Aduh , maaf ya sin kami juga ada perlu " Ucap Nisa
" Bagaimana kalau kamu ikut pak bos Bobi aja sin ?" Sahut Mila.
Nisa mengangguk .
" Pak Bobi , apa boleh saya ikut bapak ,soalnya saya gak ada jemputan?" Sinta memohon.
" Maaf Sinta ,saya lagi buru - buru ini mama ku lagi sakit "
" Yah gimana dong ?" Sinta memelas.
__ADS_1
" Eum kalau gak keberatan saya mau kok antar kamu pulang kak sin ?" Tawarku.
" Nah itu ?" Ujar pak Bobi.
" Beneran , Nay ? Sinta menimpali.
" Iya ,tapi itu sih kalau kakak Sinta mau ?"
" Ya,mau lah ya udah Ayuk pulang ,keburu kemaleman nih ?" Ujar Sinta yang langsung naik ke motor Nayra.
Sedang yang lain terkekeh melihat tingkah Sinta.
" Langsung nemplok aja kayak ulet dipohon " Ucapku dalam hati.
Diperjalanan kami hanya banyak diam ,karna sinta sibuk dengan ponselnya.
" Eh ,Nay kita mampir di taman sebentar yuk ?"
" Ngapain ?" tanyaku.
" Udah sebentar aja kok ?" bujuknya .
" Iya deh "
Perjalanan ke taman memang tidak jauh dari jalanan yang saat ini kami lewati. Hanya tinggal belok dan sampai.
" Nah ,itu orangnya ?" Tunjuk Sinta saat kami baru sampai .
" Om black ?" Ucapku kaget .
" Sudah , Ayuk kamu mau tunggu disini apa ikut ?"
" Eum , iya deh ikut aja ?" jawabku ,seraya mengikuti langkah Sinta menemui om black.
Malam ini om black mengenakan kaos berwarna hitam dengan celana panjang , sudah seperti tampilan anak muda jaman sekarang padahal umur sudah setengah tua.
Tapi aku bersyukur ,mendapat kesempatan seperti ini dimana kesempatan ini bisa aku gunakan untuk mencari tahu soal asal usul black dan Seno tentunya.
Terlihat , om black senyum - senyum sendiri dengan mata terus menatap kearah kami. sedangkan kak Sinta juga sangat riang sekali. Sudah seperti muda - mudi yang sedang dimabuk kasmaran. Aku yang melihat pemandangan itu hanya bisa menghela nafas panjang.
"Om !" Sinta melambai tangan ke om black begitu juga om black membalasnya.
Setelah sampai didekat om black yang sudah stay menunggu kami di dekat lampu taman.
" Kalian akhirnya datang juga ?" sapa om black ke pada kami .
__ADS_1
" Iya om " sahut kak Sinta .
sedangkan aku hanya mengangguk dan tersenyum . Ku ukir senyumku secantik mungkin ini kulakukan untuk suatu hal .