
"Kamu wanita sialan ,wanita mur*han ,tak tau diri kamu ya ?" umpatan dari om jaya seraya memukuliku tanpa henti.
Badanku seakan mati rasa sakit yang mendalam kurasakan disetiap pukulan dan cambukkan yang kudapat,air mata ku rasanya mengering yang tadinya bisa menjerit dengan keras kini tinggal menyisakan rintihan yang semakin pelan.
Minta tolong pun percuma karna aku tidak tahu sama sekali ini tempat apa dan dimana?Hanya bisa pasrah menunggu pertolongan dari luar. Meski itu tak akan mungkin.
" Kalian kurung perempuan ini disini,ingat jangan ada yang memberinya makan atau minum, Biarkan dia merasakan mati perlahan hahaha" ujar om jaya dengan jumawa.
" Baik bos " jawab serempak ke 3 preman itu.
Om jaya pun pergi meninggalkan ruangan yang ku tempati saat ini.begitu juga dengan 3 preman itu.
Aku melihat kesekeliling,tempat ini. Tak ada suara mobil ataupun kendaraan bermotor disini.mungkin ini tempat terpencil.
" Hay ,kasian sekali wanita ini.harus menanggung kemarahan dari Jaya Kusuma hahaha ?"
" Iya haha,kenapa diam yang aku dengar kamu wanita bar- bar , mana ? coba tunjukkan bar- barmu ke kami ?haha. "
" Kasian, muka cantik jadi jelek Gini ? " ucap wanita cantik itu.
Mungkin diam ,adalah cara yang tepat untuk saat ini untuk mengumpulkan tenaga. Karna aku tak tahu sampai kapan harus terkurung disini.
***
Malam pun tiba , aku yang masih terikat dikursi mencoba melepaskan diri namun gagal. Diruangan ini penerangan sangat minim hanya cahaya lampu berwarna kuning yang sesekali berkedip.
" Tas dimana kamu? harus bisa keluar dari sini ? aku gak mau mati disini ? " ujarku seraya mengedarkan mata kesekeliling mencari sesuatu yang bisa kugunakan.
" Itu ada pecahan kaca ?Alhamdulillah ?"
mencoba berdiri agak berat karna kursi yang masih menyatu dengan tubuhku ditambah kaki yang juga terikat. Berusaha menggeser kursi ke arah pecahan kaca yang ada diatas tumpukkan kayu yang berserakan diujung sana.
" Huuhf..dikit lagi Nayra dikit lagi?" mencoba meraih pecahan kaca menggunakan tangan dengan posisi membelakangi kaca.
Susah sebenarnya apa lagi aku harus bisa mengumpulkan tenaga dimana badanku dan juga tanganku yang sakit. akibat pukulan yang bertubi- tubi.
" Cepat kamu priksa tawanan kita?jangan sampai dia kenapa- Napa,kalau tidak kita yang akan dihabisi si bos Jaya. " terdengar suara dari salah satu preman itu yang berada diluar.
Aku yang hampir saja dapat kaca itu, terpaksa kembali keposisiku semula dengan tenaga yang masih tersisa.
ceklek
suara pintu terbuka.
" Masih tidur ternyata ? bagus deh?" ucap preman yang memeriksa
pura - pura tidur supaya tidak curiga.
Preman itu pun kembali pergi meninggalkan ruangan ini.
Melanjutkan misi ku untuk bisa bebas berusaha mengambil pecahan kaca.kemudian memotong tali yang ada ditanganku.
"Aaaw.. semangat Nayra kamu harus bisa ? "ujarku mensugesti diri meski tangan ini beberapa kali harus tergores kaca namun tak membuatku menyerah.
__ADS_1
" untungnya bisa aku harus cepat- cepat cari jalan keluar "
Talipun terpotong dengan sempurna sampai akhirnya aku bisa lepas dari ikatan tali.
mengendap- edap mencari pintu keluar sialnya disini hanya ada dua pintu pintu utama dan pintu kamar mandi jendela pun tidak ada hanya ventilasi kecil yang berada dikamar mandi.Tidak menunggu lama aku pun memanjat bak kamar mandi. melihat situasi diluar.
" Dimana ini ,aku benar- benar belum pernah didaerah ini sebelumnya"
" Hay kamu?"
" Aduh"
" Cepat priksa lagi tawanan kita?"
Kaget bukan kepala saat aku mendengar teriakan dari luar.
"Syukurlah nasib baik masih memihakku "
Aku cepat - cepat kembali ke kursi dan mengikatkan kembali tali tadi ,Pura - pura tidur seraya mencari cara agar bisa keluar dari sini.
" Betah sekali anak ini tidur, dari tadi belum juga bangun .Jangan- jangan ?"ujar preman itu kemudian memeriksa nafasku.
" Untungnya masih hidup?"
Lapar dan juga haus harus kurasakan selama seharian ini. hanya mampu berdoa banyak- banyak agar bisa terbebas dari sini.
Ceklek
Suara pintu terbuka.
" Ada apa kamu kesini ?" ujarku ketus.
" Ssstt,jangan berisik ?"
" Kamu mau apa?" teriakku lagi.
preman itu semakin mendekatiku. ingin rasanya aku tendang tapi kuurungkan niatku jika aku lakukan itu maka rencana ku akan sia- sia.
" Diam- diam ,aku hanya ingin ini?"
"Aaa...uumm? "
Tiba - tiba roti sudah ada dimulutku.
" Uhuk..uhuk.." aku terbatuk.
" pelan- pelan,ini minumlah?"
" Makasih, tapi kenapa kamu mau memberiku makan dan minum bukankah ini bahaya ?"ujarku seraya memakan makanan yang tengah disuapkan padaku.
" Sudah kamu tenang , ini makan lagi cepat buruan habiskan? Aku gak mau kalau sampai ketahuan yang lain."
" i- iya?"
__ADS_1
" Apa kamu masih lapar?" tanyanya.
" Tidak , Alhamdulillah ini sudah cukup. Makasih sekali lagi kamu preman baik?" ujarku
" Iya sama - sama tidur lah besok bos Jaya akan datang siang ,aku janji akan memberimu makan besok pagi? Maaf saya hanya bisa membantumu begini selebihnya maaf saya tidak bisa?"
" Iya gak gak papa preman baik."
***
" Heri kamu sudah makan?" tanya preman itu.
" belum,kamu duluan aja kalau mau makan ,sana sekalian ajak Vena " jawabnya.
" Oke ,tapi gak papa kamu kami tinggal sendirian?" tanya Vena.
" Iya gakpapa , lagian kan saya cuma jaga orang satu hehe, sudah kalian pergi saja ?"
" Sip?"
Merekapun pergi kini tinggal kami berdua diruangan ini. preman baik terlihat melihat keluar setelah itu kembali lagi menghampiriku.
" Aman? kamu makan ya? aku sudah belikan nasi untukmu?"
" Makasih ya ,emmz kalau boleh tahu ini daerah mana? dan satu lagi apa aku boleh pinjam ponselmu?"
" Tentu saja ini masih di kota J. kita ini diperumahan bumi indah no 37. perumahan ini sudah tidak berpenghuni karna yang lain sudah dirobohkan hanya tinggal beberapa yang masih berdiri.Ini ponselku ,tapi cepat ya ?"
" Oke ?"
Aku mencoba menghubungi , nomor Dinda tapi tidak aktif , nomor Wisnu sedang sibuk ,nomor Doni pun tidak aktif hingga ada satu nomor yang samar- samar aku ingat kali ini aku tidak menghubunginya melainkan mengirim pesan.
" Terkirim?Ini makasih ya ?
Akupun kembali diikat dan disuapi makanan.
Ceklek
" Hay ,kalian !" Teriak Om jaya yang sudah berdiri tepat didepan kami.
Sendok dan juga nasi bungkus pun jatuh didepan kami. preman baik pun mundur sesaat.
" Boo-ooosss..." ujar preman itu terbata.
" Kamu ,berani kamu memberinya makan hah ? berani kamu ! " ujar Om jaya dengan memukul dan menendang preman itu.sedangkan preman yang lain hanya menonton.
" Om ,itu bukan salah nya om itu salah saya ,saya yang memintanya ? " teriakku
" Diam kamu?plaak.. tamparan mendarat keras dipipiku kemudian kembali lagi memukul preman baik itu dengan membabi buta. Tidak cukup sampai disitu saja om jaya mengeluarkan pisau dan menusuknya.
Sleeep...sleeepp..sleeepp.
pisau itu mengenai perut ,jantung dan leher.Darah bercucuran dilantai .
__ADS_1
" Ini akibatnya jika ada yang berani melawan perintahku,tidak mengindahkan semua kata- kata ku ! , Apa masih ada yang mau seperti ini! " bentak om jaya dengan mata penuh amarah.