
" Black , kawanku kenapa kamu pergi secepat ini ? Black semoga kamu tenang disana hu... hu ... hu ..." Seno menangis didepan jenazah black yang kini terbujur kaku di kamar jenazah rumah sakit .
"Aneh ,sekali bagaimana bisa kecelakaan ini terjadi begitu cepatnya ,padahal sebelumnya aku yang membawa mobil itu tapi remnya gak blong !" Gumam Van yang merasa curiga dengan kejadian ini sembari melirik Seno yang ada disampingnya .
" Maksud kamu apa Van ? Kamu menuduhku ?" Seno merasa tak nyaman dengan lirikan Van kepadanya.
"Tidak ,sama sekali gak ada maksud apa - apa ? Tapi kayaknya memang ada apa - apa ?" Van semakin memojok kan Seno.
Didalam kamar jenazah ini hanya ada Seno dan Van .
" Jadi kamu menuduhku Van ? Buat apa aku menghabisi black gak ada gunanya ngerti !"Tukas Seno .
"Ya mana saya tahu pak tua " Jawab Van santai.
" Menyebalkan , bukannya kamu berduka ,kamu malah seenaknya menuduhku yang tidak - tidak !" Seno langsung pergi begitu saja tanpa berpamitan.
Van yang melihat itu ,hanya tersenyum kecut .
" Sok pura - pura nangis segala ,dia kira aku gak tahu kalau dia hanya akting sayangnya aktingnya sangat meragukan " Remeh Van yang terus memandang Seno yang semakin menghilang dari kamar jenazah itu.
" Semoga kamu mendapat kebahagian yang kekal disana om black bersama istri dan anakmu ! " Gumam Van sembari memandang wajah black yang pucat pasi dengan mata tertutup itu .
*
*
Acara pemakaman pun dilakukan hari itu juga , jenazah hanya dihadiri orang terdekat black kawan dan juga tetangga saja .
Nayra pun ada disana ,setelah mendapat kabar duka itu dari Sinta teman Nayra ditoko sepatu .
" Om black , padahal kita baru aja ketemu kemaren tapi sekarang om sudah pergi duluan , Yang tenang om disana Sinta disini pasti akan rindu om " Ucap Sinta yang berada di pemakaman .
" Terimakasih semua ,sudah berkenan mengikuti prosesi pemakaman black sahabat kami ,jika ada kesalahan dimasa hidup black kepada semua yang hadir disini mohon dimaafkan " Ucap Seno.
Yang lain hanya mengangguk .
__ADS_1
" Turut berbela sungkawa atas kepergian om black "Bobi bos Nayra menyalami Seno .
" Ya sama - sama makasih sudah mau mengaantar black ,pasti disana black sangat senang memiliki kawan sepertimu." puji Seno kepada Bobi.Tak lupa Bobi juga menyalami Van.
" Om Seno , Sinta benar - benar sedih kehilangan om black pujaan hatiku . Om Seno jangan lupa ya sering - sering mampir ketoko ,biar Sinta bisa lupa dengan om black dan terganti dengan wajah om Seno " Rengek Sinta sembari menyalami tangan Om Seno dengan erat. Seno mencoba melepaskan tangan Sinta namun susah .
" I - iya " Ucap Seno dengan senyum terpaksa ,dan melepaskan tangan Sinta.
Tiba giliran Nayra menyalami om Seno .
" Turut berduka cita om ,atas perginya sahabat om " Mata Nayra menatap tajam Seno begitu juga Seno menatap Nayra dengan penuh arti.
" Iya sama - sama , tunggu giliran mu berada didalam sana " Seno berucap lirih .
Nayra yang mendengar itu agak tersentak .
***
" Mulai sekarang perusahaan ini saya ubah menjadi N.A ABADI GRUP dan mulai hari ini saya yang akan memimpin perusahaan ini ,dan ini asisten pribadi saya Wisnu" Narendra memperkenalkan Wisnu didepan para karyawannya . " Wisnu " ucap Wisnu seraya membungkukkan badan.
karyawan yang lain memberi senyuman hangat.
Prok ...prok ...
Suara tepukkan tangan dari karyawan yang bekerja disana.
Setelah meeting selesai kini narendra mulai berfokus pada rencana membuat produk jamnya bisa diminati oleh semua kalangan dan bisa mencapai target tertinggi dalam penjualannya .
" Setelah ini , aku akan melupakan mu pa , ini yang papa mau , Narendra bisa tanpa papa Narendra bisa " Narendra menyemangati dirinya sendiri .
" Ndra sepuluh menit lagi kita akan bertemu dengan investor besar , apa kamu sudah siap ?" Tanya Wisnu yang tiba - tiba ada dibelakang Narendra.
" Oh , ya aku sudah siap dan sangat siap malah " Narendra berucap dengan semangat.
***
__ADS_1
" Van apa tugasmu mengantar hari ini sudah selesai ?" Tanya Seno kepada Van yang terlihat termenung duduk dikursi tempat mereka bekerja.
Van hanya menggeleng .
" Belum ,kok bisa ? Itu pesanan orang - orang penting Van , jangan sampai kamu membuat pelanggan kita hilang ingat kita bisa seperti ini karna kerjaan ini !" Seno mengingatkan .
Van tak bergeming ,matanya fokus memandang langit - langit atap.
" Van !" Teriak Seno
Brak ...
Memukul meja yang ada dihadapan Van dengan keras .Van sontak terperanjat seketika.
"Van ,kamu dengar kan apa yang barusan saya bilang ?" ujar Seno yang terlihat kesal dengan Van.
" Iya aku dengar , dan aku juga lagi merenungi itu , aku mau mundur dari bisnis ini ! " Tegas Van menatap mata Seno .
Mata mereka saling pandang mengisyaratkan arti yang berbeda - beda disetiap sorotanya.
" Mundur kamu bilang !" Seno masih tak percaya dengan ucapan Van.
" Iya aku akan mundur dari bisnis ini Dan aku berniat mencari pekerjaan yang lebih baik dari ini "
" Heeems ... pekerjaan yang lebih baik , pekerjaan yang bagaimana yang kamu maksud lebih baik dari ini , Van dengan pekerjaan ini kita dengan mudah mendapatkan uang , dengan pekerjaan ini kamu tidak akan lagi diremehkan , dan dengan pekerjaan ini semua yang kamu mau akan tercukupi . Gak ada Van pekerjaan diluar sana yang cepat menghasilkan uang banyak seperti ini susah Van susah !"Ujar Seno.
"Iya anda memang benar pak tua pekerjaan kita memang enak ,dalam hitungan detik kita bisa dengan mudahnya mendapatkan uang , tapi pak tua buat apa uang banyak kalau kita tak tenang ,kita setiap hari harus lari kesana - kesini mencari tempat persembunyian yang aman ,meski wajah kita sudah berubah tapi hati kita gak akan bisa berubah pak tua kita akan selamanya seperti ini menjadi buronan Dimata Poli** dan Dimata Tuhan . Aku hanya ingin hidup tenang pak tua , sama seperti manusia lain saya juga punya impian pak tua membina rumah tangga yang bahagia ,punya anak dan menua bersama ,bukan seperti ini " ucap Van lirih .
Seno terdiam sesaat ." Van coba kamu fikir ulang lagi , ingat perjuangan kita Van , Bisa sampai titik ini itu butuh waktu lama dan sekarang kita sudah hampir mencapainya masak kamu mau menyerah begitu saja ingat Van kita ini sama - sama " Seno terus mengingatkan.
" Gak , pak tua aku sudah gak mau berada disini dan aku akan pergi sejauh mungkin tenang saja pak tua aku tidak akan membocorkan semua tentang ini,aku janji akan menyimpannya rapat - rapat " Ucap Van penuh penekanan.
Seno menghela nafas panjang , tak tahu harus bagaimana berbuat apa ? Dengan tiba - tiba Seno mengangkat kursi yang ada disampingnya memukulkannya ke arah Van .
Braaaakk ...
__ADS_1
Kursi itu meleset ,Van yang sigap menghindar dari pukulan kursi itu.
" Pak tua maksud kamu apa pak ! "