
Selagi,ada kesempatan,ku manfaatkan dengan sebaik mungkin. Kupercepat langkahku menuju motor yang kuparkir.Tanpa menoleh kebelakang sedikitpun.
Suara petir dan hujan mengiringi langkahku. Ada rasa takut didiriku, takut jika ketahuan.Setelah sampai didepan motorku.segera kunyalakan,kucoba beberapa kali namun tidak bisa nyala. kulihat bensin masih banyak,kucoba sekali lagi namun tetap tidak mau menyala.
" Aku harus bagimana?" Aku berdiri menggigit jari - jariku. Panik mulai menyerang.
Kini aku harus di hadapkan dalam kesulitan,dimana aku yang berharap secepatnya keluar dari kawasan ini,kedua aku yang tidak tau tentang masalah motor. membuatku semakin sulit.
" Tidak ada cara lain " Dengan susah payah aku mendorong motor keluar dari kawasan ini. Baru sampai di persimpangan jalan aku, dikejutkan oleh sosok lelaki bertubuh tinggi menggunakan jaket.
" Ada yang bisa saya bantu?" ucap lelaki itu" Duuuarr...kilat petir disusul suara Guntur .menerangi wajah yang ada disampingku ini.
Deg
Jantungku berdetak dengan cepat.Mataku membulat saking kagetnya
" Motornya kenapa?" Ucap lelaki itu lagi.
" Mmm...mmm.. gak tau Om, tiba- tiba mogok " Jawabku dengan rasa panik.
Aku masih tak percaya dengan lelaki yang ada dihadapanku ini. Bagaimana bisa tadi aku lihat Om jaya masuk rumah. Dan sekarang Om ini sudah ada disini,dengan menggunakan jaket.
Apa aku salah lihat,kedua tangan ku kuusap- usap kan kekedua mataku.Mencoba memperjelas penglihatan ku,tapi ternyata iya memang iya lelaki ini adalah Om jaya.
” Bisa saya lihat motornya?" Om jaya menawarkan bantuan.
"I-iya..boleh Om silahkan" ku turunkan standar motorku kemudian aku mundur berdiri sejajar dengan Om jaya.
__ADS_1
Demi menimalisir kepanikan ku , aku mencoba menenangkan diri setenang mungkin kuambil nafas ku keluarkan perlahan,cara ini kulakukan beberapa kali.Jalanan disini sepi hanya ada aku dan Om jaya.
" Sepertinya anda orang baru? Bukannya anda temannya Rayna ?" tanya om jaya seraya membuka jok motorku. memeriksa dengan teliti diterangi cahaya flash hp yang Om jaya bawa.
Aku menelan ludah memikirkan alasan apa yang membuat om jaya percaya kepadaku. tanpa menaruh curiga sedikitpun.
"Iya om saya memang temannya Rayna ,ini saya mau kerumah temen tadinya.Eh..malah tersesat sampai sini. " ucapku tanpa ragu.
"Hmmm..." Om jaya hanya menganggukkan kepala.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya motorku pun telah jadi.
"Makasih om " ucapku.
"iya sama-sama"jawabnya.
Hujan sudah agak reda petir pun sudah pergi,segera Kupacu motor scopyku menuju rumah.Perut keroncongan ,sengaja kutahan.
Untungnya jalanan yang kulalui tidak begitu rame
***
Dirumah
Selesai mandi , kurebahkan tubuhku keranjang,dengan posisi tengkurap mengarah pada pintu. mataku fokus pada Cctv mini yang ada ditanganku ini.Ku sambungkan kabel kamera pada laptop. Membuka dan melihat hasil rekaman melalui perangkat tersebut.Mengotak atik letak penyimpanan video.Mata serasa berat badan pun terasa capek, Akan tetapi aku masih penasaran dengan Vidio yang ada didalam ini.
Vidio mulai ku putar.
__ADS_1
Didalam Vidio terlihat Rayna Om jaya dan Nayma masuk kamar,mereka ngobrol bersama dengan serunya. kulihat mereka sangat akrab. Tiba- tiba om berdiri dan beranjak keluar,selang beberapa menit om jaya masuk dengan membawakan 3 minuman, dan semua meminumnya.Namun setelah itu terlihat Nayma pingsan, Rayna dan Om beradu pandang. karna rekaman ini diambil agak jauh jadi aku tidak dapat mendengar percakapan mereka, hanya bisa melihat gerak geriknya saja.
" Tidak ! jangan ! " ucapku kala melihat Rayna dan Om jaya membuka satu persatu baju Nayma.
Air mataku mulai berjatuhan saat, hatiku rasanya sakit melihat adikku difoto dan dividio, seperti itu.
Rayna yang selesai, memfoto dan Vidio keluar.kini hanya Om jaya dan Nayma di kamar itu. terlihat Om jaya mulai mendekati Nayma mencium pipi,dan melakukan hal yang tak terduga. Nayma yang sadar hendak melawan,namun apalah daya tubuh Nayma yang tidak terlalu besar, hanya bisa pasrah dan meminta tolong. Dapat dilihat Om itu sangat puas,memakai celana dan bajunya kembali kemudian,melemparkan baju nayma,ke wajah Nayma .
Tanganku meremas sprai dengan kuat, menggigit bantal yang ada didepanku, Air mataku keluar tanpa henti. sungguh aku tak sanggup melihat ini semua.
Nayma menangis sejadi- jadinya, seraya memakai baju. Disusul Rayna yang kembali membawa gunting ditangannya.
Tertawa terbahak- bahak, mendekati adikku.Menunjukkan hp yang ada ditangan rayna,om jaya yang juga menunjuk- nunjuk Nayma. adikku yang masih duduk diranjang tempat tidur hanya bisa menangis dan melambai tangan beberapa kali,dapat kulihat dari gerak tubuh Rayna dan Om mungkin mereka mengancam adikku.
Rayna merobek baju Nayma dengan gunting sedangkan Om memegangi Nayma dari belakang, rambut Nayma juga diacak- acak hingga terlihat seperti orang depresi.
" Kalian jahat ! " ucapku, kupukul kasur dan bantal beberapa kali.
Om jaya dan Rayna , masih tertawa dan berbicara dengan jumawa, berkacak pinggang didepan Nayma yang masih terduduk dengan memegangi lutut.
Setelah puas mereka pun pergi.meninggalkan adikku sendiri,dikamar Nayma berlari memohon ke om dan Rayna namun mereka mengabaikan bahkan om jaya mendorong tubuh Nayma hingga terjatuh dilantai.Nayma tetap berusaha bangun dan membuka pintu. Akan tetapi usahanya nihil pintu sepertinya dikunci dari luar.Nayma hanya bisa bertriak- teriak mintak tolong mengetuk pintu dengan keras.
Selama 2 jam Nayma , dikunci dikamar. Nayma yang mungkin lelah hanya bisa terduduk didepan pintu. menyenderkan kepala ke pintu. Om jaya dan Rayna kembali kemudian membawa Nayma keluar dari kamar.
Rekamanpun berakhir. Aku hanya bisa mengutuk diriku sendiri, aku telah gagal menjaga adik satu- satuku , aku telah gagal melindunginya dari orang - orang jahat.Bahkan aku tidak bisa membedakan teman yang baik untuk adikku. Dan aku sendirilah yang membebaskan orang yang telah membuat Nayma depresi ,melukai hatinya dan menjadikan adikku sebagai pemuas nafsu Om yang baru dikenalnya itu.
" Pasti kamu sangat menderita sekali Nayma,Dihadapkan dengan orang- orang yang tidak punya hati ,tidak punya hati nurani,tidak punya belas kasihan.Aku yakin hati mereka terbuat dari batu.Mbak tidak bisa membayangkan saat berada diposisi mu waktu itu pasti kamu sangat kesakitan mendapat perlakuan dari om itu ,pasti hatimu sangat hancur harus mendengar clotehan dari mulut- mulut mereka. Maaf kan Mbak ,Mbak gak bisa menolongmu waktu itu, Maafkan Mbak Nayma mbak gak bisa menjagamu "
__ADS_1
" Ya Allah tempatkan Nayma disurgamu, berilah Nayma tempat terindah tempat yang membuatnya bahagia. Mungkin ini rencana terbaikmu ya Allah mengambil Nayma dari sisiku,agar Nayma bisa merasakan kebahagiaan disisimu tanpa mengingat dan merasakan sakitnya hidup dunia yang fana ini."