Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Harus apa?


__ADS_3

" maksud papa apa?"


Narendra bertanya dengan heran .


" Maksud papa ya kamu aja yang nikah dengan Dinda bukankah kalian seumuran ? Dan untuk anak yang ada di dalam kandungan itu kalau kalian gak mau urus ya sudah buang saja kan beres ,Hay Narendra kamu itu anak ku jadi kamu harus berbakti kepada orang tua ,kamu harus balas jasa ingat itu ?"


" Apa papa bicara begini serius ? Narendra gak salah dengar kan pa?


" Lha memang dari tadi kamu fikir papa bercanda apa?" ujar papa Narendra dengan membulatkan mata.


" Hah...G*la benar g*la..aku memang terlahir sebagai anak papa, aku juga sadar sampai sekarang belum bisa membalas jasa papa selama ini tapi bukan berarti papa dengan mudahnya melimpahkan kesalahan papa ke Narendra bukan berarti papa bisa memaksa Narendra untuk menikahi Dinda setelah papa sudah menghancurkan masa depan Dinda dan membuatnya hamil.


" Terus bagaimana? papa gak mau menikahinya papa cuma ingin bersenang- senang ,salahkan saja Dinda kenapa dia mau berkencan dengan papa kalau sudah begini dia juga kan yang repot?" ujar papa Narendra dengan santainya duduk dikursi seraya menyalakan rokok.


" Papa benar- benar egois ,papa benar- benar tidak punya hati !" teriak Narendra.


" Sudah tidak perlu kamu buang- buang energi disini kalau kamu masih anggap aku ini papamu nikahi saja Dinda dan semua masalah selesai"


"Segampang itu Papa ini pernikahan ini bukan mainan yang dengan gampangnya mengadakan pernikahan lalu besoknya kembali seperti semula tidak pa tidak segampang itu ?Tapi sepertinya percuma Narendra mencari papa sampai disini kalau ujung- ujungnya papa malah menghindar dari semua masalah. Narendra sudah capek pa..maafkan Narendra pa"ucap Narendra yang langsung beranjak pergi dari kosan papanya.


Papa Narendra hanya diam menikmati menghisap rokok.


Diperjalanan Narendra ,mengusap air matanya berkali- kali ,melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi . Didada Narendra merasakan sesak yang mendalam sakit bukan main . perkataan papa Narendra dan kelakuannya membuat Narendra kecewa ,sedih dan tersiksa .Narendra bahkan tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk menyelesaikan masalah ini?


Dreett...dreett..


ponsel Narendra berbunyi kemudian seketika Narendra menepi dan mengerem laju kendaraan nya.


" Ya pak,benar...ya makasih pak "


Narendra menutup ponselnya.


Sampai dicafe Narendra menghubungi Wisnu dan Doni .


" Ya aku tunggu disini ya Wis jangan lupa ajak Doni juga, oke " telepon ditutup.

__ADS_1


Narendra duduk memandangi langit- langit cafe dan seisi ruangan . menghela nafas panjang


" Gak tahu lagi harus bagaimana? rasanya salah juga kalau aku menyalahkan keadaan ini semua gara- gara papa karna kenyataannya aku sebagai anak juga kadang kurang peduli dengan papa sampai papa bisa melakukan hal buruk seperti itu huhf..mama rasanya Narendra ingin menyerah dengan ini semua ,Narendra bingung harus berbuat apa lagi untuk menyadarkan papa? " gumam Narendra


Setengah jam berlalu akhirnya Wisnu dan Doni datang.


" Hai gimana kabar kalian sehat- sehat kan?" tanya Narendra ketika melihat Wisnu dan Doni yang sudah ada didepannya.


" Baik " ucap Wisnu seraya menjabat tangan narendra .


" Iya baik juga " Doni menimpali.


" Syukurlah ayok duduk ? udah lama sekali kan kita gak ngumpul begini "


" Ya sih ,tapi bagimana ? dengan papamu apa sudah ketemu ? kemaren aku dan Doni bantu cari tapi gak ada hasil ya gak Don"


" Iya betul ,maaf - maaf nih Narendra papamu pinter sekali kalau masalah sembunyi begitu ,heran aku"


" Sudah,sekarang papa aman kok ?"


" AMAN?" ucap Wisnu dan Doni serempak.


" Ya aku sudah melaporkan semua kejahatan papa ke pihak berwajib dan sekarang papa sudah ada dipenjara ?"


" Apa penjara ?" ujar Wisnu dan Doni serempak.


" Yang bener Ndra?"


" Iya bener,papa sudah ada dipenjara "


Wisnu dan dan Doni saling beradu tatap .rasanya masih tidak percaya dengan perkataan Narendra karna setahu Wisnu dan Doni Narendra orang yang sangat sayang kepada papanya.


Suasana hening mereka bertiga diam dengan fikiran masing- masing.


" Emm..ehem Narendra yang sabar ya? Oh ya sebelumnya ada apa kami dipanggil disini?" tanya Doni.

__ADS_1


" Ehem Doni " ucap Wisnu menyenggol siku Doni seraya melotot.


" Aduh,apaan sih Wis?"


" Ah..kamu ini"


" Oh...iya sampai lupa ,kalian berdua saya panggil kesini untuk membahas pembukaan cafe ini lagi,Kan cafe ini sudah lama tutup bagaimanapun juga bisnis cafe ini harus tetap jalan kan? dan aku gak mau kalau cafe ini sampai tutup hanya karna terkendala urusan keluarga"


" Alhamdulillah jadi kita bisa berkumpul lagi seperti dulu?" ujar Doni.


" Apa kamu yakin sudah siap membuka cafe ini lagi ndra? "


" Iya aku yakin lagian selama dicafe ini aku bisa merasa tenang dan bisa sedikit melupakan masalah yang ada?"


" Oke ,kalau begitu mulai hari kapan kita membuka cafe ini lagi dan sebelumnya kita harus hubungi karyawan - karyawan yang pernah kerja disini siapa tau masih mau kembali lagi disini gimana?"


" Ya aku setuju ..nanti aku akan hubungi Nayra dan Maya ? yang lainnya biar kamu saja ya Wis?"


" Yeeay kok gitu aku duluan lah yang hubungi Nayra dan Maya kamu hubungi yang lain?"


" Kok gitu?"


" Biarin ?"


Narendra hanya tertawa melihat tingkah kedua temannya itu


Drtt...drrtt...


ponsel Narendra bergetar .


" Siapa? " tanya Wisnu .


" mamanya dinda." ucap Narendra dengan nada pelan seraya menutup speaker ponselnya.


" Ow,ya udah sana angkat dulu" ucap Wisnu

__ADS_1


" Ya Tante .. apa ? "


" DINDA BUNUH DIRI ..."


__ADS_2