
...Jika kamu sudah menerima surat ini,aku harap kamu baca baik- baik.Pertama kamu jangan pernah mencari tahu siapa aku, karna percuma kamu tidak akan menemukan aku jadi berhenti memikirkan dan menebak siapa aku?Aku hanya ingin mengingatkanmu konsenlah pada misi pertamamu mencari keadilan untuk Nayma adikmu, ingat orang yang kamu anggap teman kadang bisa menjadi musuh, orang yang kamu anggap baikpun kadang bisa jadi jahat dan orang jahat bisa menjadi baik. Maka Hati- hatilah pada orang sekitar karna dunia ini penuh dengan tipuan.Ingat Nayra jaya Kusuma itu licik dan cerdik jangan sampai kamu tertipu dengannya.Tujuanku hanya satu aku ingin membantumu menyelesaikan masalahmu. Terus waspada pada orang disekitarmu....
" Huuuhhff, sungguh misterius sekali kamu, ok kalau kamu masih gak mau tunjukkin identitasmu gak papa,seperti apa yang kamu mau aku gak akan sibuk mencari taumu. dan benar apa katamu, aku harus konsen pada tujuan pertamaku. mencari keadilan untuk adikku. "ku tutup surat yang sudah kubaca,kubaringkan badanku diatas tempat tidur,ku tatap langit- langit kamar yang kosong.
Aku masih tidak tenang jika orang - orang yang membuat adikku harus kehilangan nyawa dengan semudah itu berkeliaran begitu saja,sungguh aku tidak iklhas.
Mungkin dulu tindakan terbodohku adalah melepaskan Rayna dan mengeluarkan Rayna dari penjara. Karna waktu itu aku hanya tau sedikit tentang Rayna dan Om jaya hingga aku tertipu dengan rayuan omongan Rayna kala itu.
sampai saat ini pun aku masih belum bisa membedakan Rayna yang baik atau Rayna yang masih seperti dulu.
Drrt drrtt
ponselku bergetar.
" Wisnu" bacaku kala melihat panggilan masuk dari Wisnu.
" Ya Wisnu ada apa?" ucapku.
" Apa kamu sakit kenapa kamu tidak masuk kerja hari ini?" Tanya Wisnu .
" Ya maaf Wisnu aku lupa meminta izin , ya badanku tiba- tiba tidak enak , kayaknya meriang deh" gumamku beralasan.
" Ya udah kamu istirahat saja ,atau mau aku panggilkan dokter pribadiku kerumahmu? " tawar Wisnu.
" Makasih Wisnu gak usah,ini cuma capek saja mungkin,nanti habis dipakai tiduran juga sembuh sendiri." tukasku.
" Beneran gak butuh ? udah makan belum ?"
" Udah tadi sudah makan mie rebus, ya beneran untuk sekarang gak butuh dokter dulu hehe"
" lho sakit kok malah makan - makanan instan , mana ada gizinya? Apa perlu aku orderkan makanan kesukaanmu sekarang?"
__ADS_1
"Yee adalah gizinya bikin kenyang tahu hehe. Gak usah Wisnu makasih bwanget ya? tolong nanti kamu izinkan sekalian ke bos Narendra ya?"
" Sakit masih juga bercanda kamu Nay -Nay, kalau masalah izin itu gak usah kawatir nanti aku sampaikan langsung , yang penting kamu jangan lupa istirahat biar besok bisa kerja lagi oke.Nay udah dulu ya Narendra datang,ini juga lagi ada pesanan.Daa ...Nayra.
"Eh Wis..nu"
Tut...Tut..Tut..
telepon diakhiri sepihak.
" Belum juga, selesai ngomong sudah main mati in aja wisnu- Wisnu."
****
Entah berapa lama aku tertidur, padahal sebenarnya aku tidak sakit badan lebih tepatnya sakit hati sakit karna menahan rindu dan sakit karna emosi yang mendalam teringat masa lalu.
sore ini,aku menikmati senja didepan rumah dengan ditemani kopi yang masih mengepulkan asap .Aku memandang jalanan komplek yang terlihat agak sepi.
menikmati senja ditemani dengan kopi membuatku agak merasa rileks, ya sedikit mengurangi pikiran yang menggangguku.
" Eh Nayra ,dari warung depan?makasih Nay ibu Buru- buru soalnya lagi bikin kue buat ponakan ibu" sahut ibu Salma.
" Oh ,iya Bu "jawabku.
Tak terasa kopi yang ada didepanku hampir habis.Senjapun mulai menghilang,aku putuskan untuk masuk kedalam rumah.
Hariku kini hanya ditemani televisi dan hp.melihat hp pun rasanya malas karna berita sekarang yang dimuat itu- itu saja dan herannya gak selesai- selesai sudah kayak sinetron yang mengejar raiting teratas. Belum lagi berita keadilan dinegri ini yang sekarang makin meresahkan, bagaimana tidak.Sekarang banyak pejabat dan orang - orang terhebat diatas sana dengan gampangnya mudah menerima suap ,apalagi jika yang nyuap lebih banyak sudah dijamin 100 persen gampang dan beres,berbanding terbalik dengan rakyat kecil yang meminta haknya dikabulkan akan butuh waktu lama bahkan sulit mendapat peradilan.
Terkadang saya bingung, kalau sudah begini kemana kita mencari keadilan ,kemana kita mendapat pertolongan. jika yang dimintai pertolongan hanya mampu bilang "iya" tapi nyatanya di " Iyakan saja" tanpa ada harapan yang jelas.
***
__ADS_1
Pagi ini aku, kembali bekerja melakukan rutinitas seperti biasa, rasanya ada yang aneh dengan. Karyawan yang ada disini,melihatku dengan tatapan beda tidak seperti biasanya.
Ada yang berbisik- bisik dengan yang lain dan ada menatapku dengan tatapan sinis.
"Ada apa ? apa ada yang salah dengan penampilanku ?perasaan aku dandan masih seperti biasa ,bajupun biasa gak ada yang aneh ?heran sekali, baru kali ini aku merasa tidak nyaman diCafe ini. Tatapan mereka seakan tatapan penuh kebencian.
" Wisnu karyawan kenapa? Dari awal aku masuk cafe karyawan lain menatapku dengan tatapan aneh, apa penampilanku hari ini ada yang salah? atau bajuku tidak cocok dengan ku? " Kuhampiri Wisnu yang tengah memotong sayur ,Wisnu diam tanpa berkomentar.
"Wisnu kamu kenapa ? kamu sama seperti karyawan yang lain ikut mendiamkan aku tanpa sebab?" kataku dengan terus menatap Wisnu .
Hening
" Sudahlah, percuma aku tanya ke kamu kalau, kamu pun begini" keluhku menarik kursi yang ada disana duduk dan hanya mampu menghela nafas kasar.
" Aku tau,Nay kamu wanita tercantik,aku tau kamu baik. tapi kenapa kamu menjelek- jelek kan aku dikaryawan lain dan karyawan lain juga kamu jelek- jelekkan dengan mengirim kata- kata yang tidak pantas untuk diucapkan."
" Maksud kamu apa Wisnu, aku jelek-jelekkan kamu dikaryawan lain. Kapan Wisnu ? aku sama sekali tidak pernah mengirim kata-kata apapun." Tanya ku dengan kaget.
" Sudahlah Nayra kamu tidak usah mengelak jelas- jelas tadi malam kamu ngchat aku via WhatsApp ,kamu sendiri juga jelek-jelek Maya. Dan ternyata tadi malam kamu gak hanya chatan sama aku tapi semua karyawan yang ada disini dan sama kamu menjelek- jelekkan kami ke satu ke lainnya."
" Bentar , bisa aku lihat nomornya?"
" Buat apa ? bukannya kamu yang bilang sendiri untuk sementara waktu paku nomor itu? Aku kecewa padamu Nay ,ternyata kamu bukan wanita baik - baik kamu Sama seperti yang lainnya pura- pura baik didepan tapi dibelakang..ah sudahlah Nay maaf aku ingin sendiri.?"
" Wisnu dengar dulu ,aku masih tidak tahu apa yang kamu maksud aku beneran gak ngchat siapapun, bahkan aku saja tidak pegang hp sama sekali tadi malam?"
" Ini chat kamu tadi malam Nayra?"Wisnu memberikan hpnya kepadaku.
Aku melihat nomor yang tertera, dihp Wisnu.
aku lihat nomor itu baik-baik dan aku tahu siapa dia .
__ADS_1
nomor kami memang hampir sama beda angka satu saja dan aku masih ingat kami beli nomor ini bersama meski sudah lama namun aku masih ingat betul.
" Ini Nomor Rayna"