Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Berubah POV lanjutan POV jaya.


__ADS_3

Sebelum melakukan akting berpura- pura menanyakan alamat terlebih dahulu aku harus berdandan semaksimal mungkin. Untungnya kemarin baju yang ku pakai sengaja aku lapisi dengan kaos ku pribadi.


" Ada gunanya juga baju ini gak sia- sia pakai baju double " Gumam ku dalam hati seraya melepas kaos berwarna hitam . kemudian merapikan rambutku dengan tangan agar kelihatan cukup rapi


" Sini kamu ?"


Bos jack memanggilku .


" Apa itu bos ?"


" Diem !" ujar bos jack seraya memberikan tanda hitam besar disamping kiri pipiku menggunakan arang bekas kayu terbakar yang ia temukan didekatnya. Meratakannya dengan tangan.


" Bagus bos ?" Van menimpali.


" Ya lah ini biar polisi bod*h itu tidak curiga dan kita bisa cepat pergi dari sini,sudah nah bagus kan sana cepat pergi ?"


Tubuhku didorong dari tempat persembunyian. Terlihat dua polisi disana sedang asyik bercengkrama sambil meminum air yang ada ditangannya.kutarik nafas dalam- dalam kemudian kukeluarkan beberapa kali untuk sidikit mengurangi ketakutan ku.melangkah pelan dan berlagak biasa.


" Cepat buruan jangan lihat sini terus ?" ujar bos jack dengan mata melotot.


Jantungku semakin bergetar kala aku mendapat bentak kan dari kejauhan dan mata melotot.


Aku yang memakai baju berwarna putih celana pendek dengan memakai sendal bekas temuan ditong sampah yang tidak sengaja kutemukan serta mempunyai tompel besar dipipi kiri membuatku yakin kalau aku tidak akan dikenali.


" Maaf pak ,apa boleh saya nanya?" tanya ku senetral mungkin.


Kedua polisi itu melihatku dari ujung kaki keujung kepala .


" Manusia dari mana ini datangnya aneh bener ? Haha baru tahu aku kalau didunia ini ada manusia bentukannya begini?" ujar salah satu polisi menertawakan fisik jaya.


Aku yang mendengar itu sedikit tersinggung namum aku harus bisa senetral mungkin berusaha menyembunyikan amarahku.


" Hus Kamu ini" polisi satunya menyenggol siku temannya.


Polisi itu pun diam .


" Bapak dari mana dan kesini mau cari siapa?" Tanya polisi baik itu lagi .


" Ini saya dari kota,saya kesini mau kerumah sepupu saya terakhir saya mendapat kabar kalau sepupu saya tinggal disini namanya Aminah " Tutur ku .

__ADS_1


" Aminah ? Yang anaknya dua bukan?"


"Aduh pakai tanya anak segala lagi bagaimana ini bisa terbongkar nanti ,ayo jaya cari ide " gumamku dalam hati .


Terdiam beberapa saat .Kedua polisi itu lantas melihatku dengan penuh selidik.


" Eemm, memangnya disini nama Aminah ada berapa banyak?" Tanyaku .


" Setahu saya disini ada 3 kepala keluarga yang bernama Aminah satu Aminah janda yang anaknya 2 yang kedua Siti Aminah anaknya pak Umar dan yang terakhir kebetulan ibu saya Aminah partiwi mojo ." Tutur polisi itu.


Hanya mampu menelan Slavina saat aku mendengar perkataan polisi itu semakin bingung harus pilih Aminah yang mana ternyata aku sudah salah pilih orang. Kini seakan- akan aku berada dikandang singa salah melangkah sedikit saja aah ...jaya dasar mau saja disuruh.


" Eem,begini karna saya juga belum pernah bertemu lagi dengan sepupuku itu jadi saya gak tahu lagi orangnya seperti apa dan sudah menikah atau belum ? tapi mungkin kalau ketemu langsung saya akan tahu? "


Kala polisi menjelaskan dimana saja rumah Aminah dan memberi tahukan foto ibunya kepada ku saat itu juga tanganku memberi kode kepada bos jack dan Van . Kode itu kami buat saat kami berada dibalik pohon. Bos jack juga bilang kalau kita akan bertemu di jembatan gantung yang berada di tengah desa.


" Ow begitu kalau begitu saya permisi dulu terimakasih atas infonya ?" ucapku seraya melangkah pergi. Sebelum melangkah aku menoleh ke arah pohon besar disana sudah ada kain hitam yang sengaja di ikatkan pada ranting pohon tanda itu menunjuk kan bahwa bos jack dan Van sudah pergi .


" Tunggu pak? " panggil teman polisi itu.


Jantungku berdegup kencang langkahku terhenti.


" Itu pak dompetnya jatuh ?" ujar polisi seraya hendak membantu mengambilkan tanpa berfikir panjang segera aku mengambilnya sebelum dompet itu jatuh ke tangan polisi.


" Oh ,iya makasih kalau begitu permisi lagi?"


" Ya pak Hati- hati ?" ujar serempak kedua polisi itu.


Saat sudah agak jauh dari pantauan polisi aku lari sekuat mungkin mencari jalan menuju jembatan gantung itu berada .


" Bod*h sekali orang- orang itu ,orang ini bukan dompet ku . Eh tapi ini dompet siapa ya ? " gumamku berhenti sejenak membuka dompet dan melihat isinya.


" Waaah ...banyak sekali uang nya ,mana ini KTP nya disini apa ? nah ini dia Seno, ah kenal juga akunya lumayan lah bisa buat beli makan uangnya ? "


Ku ambil uangnya kemudian ku buang dompet itu ditengah jalan.


Hampir beberapa jam mengitari desa itu bertanya kesetiap orang yang kutemui tentang dimana jalan menuju jembatan gantung.


" Haey pak tua sini ! " Teriakan itu tidak asing bagiku . Ku edarkan pandangan kesekeliling .

__ADS_1


" Bos jack dan Van syukurlah , Iya tunggu ?" Aku pun segera menghampiri nya.


" Kamu benar - benar hebat pak tua berkat aktingmu tadi polisi itu dengan mudah kamu kelabuhi ?" bos jack menyanjungku.


" Iya betul sekali bos ,mungkin kalau tadi aku yang berada diposisi pak tua mungkin aku akan mati berdiri baru "


" Makasih semua ,selanjutnya kita kemana ini , jujur aku sudah tidak nyaman kalau disini terus ?" ucapku.


" Sudah kalian ikut aku , saya masih punya kenalan yang bisa bantu saya ? "


****


Beberapa bulan kemudian


Pagi ini ,aku memakai jas berwarna biru dipadukan dengan celana yang senada berdiri didepan kaca .Memutar kan badan ke kiri dan kanan ,menyentuh wajah baru ku yang mulus dan putih.


" Sudah siap jaya ?" ucap Van yang berada disamping pintu kamar.


" Oke ,sudah siap " jawabku.


Hari ini kita akan pergi kesalah satu tempat ternama untuk bertemu dengan orang penting membahas tentang bisnis besar.


Sekarang hidup ku sudah mulai berubah ,kini aku bisa merasakan makan enak dan tidur nyenyak lagi . Aku sangat bersyukur karna dipertemukan dengan bos jack dan Van kini kami hidup tentram tanpa kejaran polisi ? . Penampilan kami pun berubah 90 derajat dari sebelumnya.


Kami bertiga sudah operasi wajah semua ,mengganti nama dan membuang masa lalu kita dari mana kita mendapat uang banyak tentunya kami bekerja ,meski kerjaan kami sangat bahaya tapi untung besar dan dari itu kita bertiga bisa mendapatkan modal untuk usaha.


" Gimana sudah ada ganti buat nama- nama kalian ?" Tanya bapak- bapak pengurus KTP didepan kami.


Kami bertiga saling pandang.


" Kamu ganti siapa Van ?" Tanya bos jack.


" Eemm gua mau ganti nama menjadi senja Ilaga ,bagus kan ?"


" Bagus kalau saya ganti Jack jadi black aja lah ya black wisono ?"


" Haha depannya bagus bos belakangnya itu lho ?"


" Alah sudah itu sudah paling bagus ,tinggal kamu ini pak tua ?"

__ADS_1


" Mulai sekarang nama saya menjadi Seno Gumira Ajidarma "


__ADS_2