Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Jaya dan Sardi.


__ADS_3

" Nay kamu sudah dihubungi Narendra belum?" Tanya Maya.


" Gak ada tuh ,memangnya ada apa?"


" Itu si Narendra mau buka cafenya lagi ,jadi dia meminta kita- kita buat kembali kecafenya lagi gitu?"


" Oh, gitu ?"


" Jadi gimana?"


" Apanya?"


" Ya kamu ikut kembali ke cafe lagi tidak?"


" Kembali aja Nay bukannya kamu dulu sudah nyaman kerja disana?"Dinda ikut menimpali.


" Eeuum gimana ya masih bingung akunya?" jawabku.


" Bingung apanya tinggal keluar dari toko sepatu kemudian ikut deh sama kita sudah selesai kan?"


" Iya sih tapi ...udah ah nanti dulu lah mikir itu?"


Maya dan Dinda menggelengkan kepala.


Andai saja mereka tau yang sebenarnya bahwa keluar dari cafe itu adalah suatu hal yang aku nantikan sejak lama. Mengingat anak pemilik cafe itu adalah anak dari pembunuh adik tersayangku Nayma .Yang sampai saat ini jujur aku masih menaruh dendam terhadapnya. meski kadang rasa dendam itu terkalahkan dengan kebaikan Narendra.


Kami mengobrol sangat lama,menceritakan pengalaman ,lucu,sedih sampai ke yang tidak jelas .Diobrolan kali ini Dinda juga meminta kepada Maya untuk mencarikannya pekerjaan di cafe milik Narendra . Awalnya kami tidak percaya dengan permintaan itu karna kami tahu permintaan itu sangat konyol untuk didengar ,namun setelah kami mendapat penjelasan dan alasan dari Dinda maka kami mengiyakan kemauan Dinda itu.Jam menunjukkan pukul 11 siang Tante Salma meminta kami untuk makan bersama dengan lauk ayam goreng , sayur sup di tambah sambal kecap membuat kami lahap menyantapnya.


Setelah selesai makan tidak lupa kami ikut membantu Tante Salma dari mencuci piring dan merapikan tempat makan.


" Kita pulang dulu ya Din,kamu sehat- sehat terus sama dedek bayinya ?" ucapku .


" Iya pokoknya jangan lupa makan sehat dan cukup istirahat ,nanti masalah jadi kasir tadi nanti deh aku tanya Narendra dulu ?" Maya menimpali.


" Iya ,kalian sering- sering ya kesini.Hati- hati dijalan"


" Oke "

__ADS_1


***


Diperjalanan terlihat dari spion motorku Maya hanya diam,seakan- akan ada sesuatu yang mengganjal pikirannya.


Sseeett ...


Aku sengaja mengerem sepedaku secara tiba- tiba kemudian melajukan kembali membuat Maya kaget.


"Aaah,Nayra ? bikin jantung ku hampir copot aja?"ujar Maya .


" Ya habis dari tadi diem aja?Alhamdulillah sampai" Ujarku seraya mematikan motorku.


Rumah Dinda dan rumahku memang agak dekat, Biasanya akan kutempuh dengan berjalan kaki tapi karna habis hujan dan dapat dipastikan jalanan becek akhirnya aku dan Maya memutuskan memakai motor.


" Iya gak papa?" ucap Maya yang sudah turun dari motorku dan berdiri disampingku.


" Kamu fikir aku baru gitu kenal kamu , May - May kamu itu gak bisa bohongin aku begitu saja aku tahu kamu itu siapa dan bagaimana?" ujarku seraya mentoel hidung Maya.


Maya hanya diam mematung.


" Sudah ayok kedalam dulu?" ajakku menarik pergelangan tangannya untuk masuk kerumah.


" May ,jujur aja apa ada sesuatu hal yang penting yang belum sempat kamu ungkapkan ke Dinda ?"


" Uhuk...uhuk.."


" Hati- hati minumnya Maya ?"


" Ya Nay gak papa kok ? "


Kutatap Maya dengan tatapan selidik Maya memalingkan pandangan menatap langit- langit rumah.


" Nayra jangan lah kamu pandang aku kek gitu ? jadi takut akunya ?Iya deh iya aku jujur memang ada hal yang belum aku sampaikan ke Dinda yaitu tentang kematian ayahnya dan seluk beluk ayahnya."


" Memangnya ayahnya Dinda kenapa? bukannya setahu ku papanya Dinda meninggal akibat serangan jantung ya?"


" Ya memang serangan jantung tapi itu terjadi karna ulah si jaya Kusuma papa Narendra "

__ADS_1


Mataku membulat sempurna .


" Kok bisa ?"


" Dulu waktu,aku masih kecil kira- kira umur 10 tahunan lah ya waktu itu. "


***


" Jaya ada apa kamu mengajakku datang kesini? Apa urat malu kamu sudah putus dengan apa yang kamu lakukan ke saya membalikkan nama perusahaan yang selama ini ku bangun dengan tetes keringat dan pemikiran saya dengan namamu?Bahkan kamu tidak menyisakan sedikitpun untuk saya,Apa kamu lupa dengan persahabatan kita selama ini ?Apa kamu lupa dengan janji persahabatan kita ?Apa kamu lupa dengan apa yang pernah kita lewati bersama ? Sungguh jaya saya tidak habis fikir dengan sifatmu yang berubah secepat ini.Kamu sekarang bukan jaya yang seperti ku kenal dulu. "


Jaya Kusuma terdiam sesaat.


" Heemh ...dulu memang kita bersama bersahabat bagaikan anjing dan tuannya ,yang selalu setia menemani tapi sekarang tidak lagi .Ada kalanya binatang juga ingin bebas keluar dari aturan yang terus mengekangnya ,mencoba hal baru tanpa ada yang menghalanginya.Sama sepertiku aku sudah muak dengan mu semenjak kita mendirikan perusahaan ini kamu selalu mengaturku ,kamu selalu menyuruhku ini lah itulah ,jangan begini lah begitu lah,aku muak Sardi ! Apalagi setelah aku tahu namamu yang paling utama disebut namamu yang paling utama dikenal padahal kenyataanya perusahaan itu kita yang mengelola kita kan yang memajukan bersama, walau ya aku akui memang pernah turun tapi buktinya bisa naik lagi kan?"


" Terus kamu mau apa lagi dari saya setelah kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau ?" tantang Sardi.


" Aku mau ,kamu menyerahkan tanah kamu yang ada di jalan mawar itu ,karna tanah itu keinginan almarhum papa saya ?"


" Tidak bisa ,tanah itu saya beli dengan uang hasil kerja saya tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan, kalau kamu mau perusahaan itu silahkan kamu ambil saya tidak peduli tapi kalau untuk tanah itu saya tidak akan menyerahkannya"


" Baiklah kalau itu mau kamu ? lihat saja kamu akan menyesal aku akan membuat keluargamu satu persatu menderita tapi sebelum itu kamu lah orang pertama !" Ancam jaya Kusuma kemudian mengambil kayu yang ada disampingnya mengayunkan kayu itu sekali ayunan kebadan Sardi ,namun kayu itu dapat ditangkis dengan mudah oleh Sardi .


Pergulatan semakin panas . Jaya hanya mampu memukul satu kali di bagian dada Sardi dan saat itu juga Sardi terhuyun kebelakang. Kepala Sardi membentur pinggiran jalan. Jaya pun tidak melewatkan kesempatan itu dengan cepat jaya membekap mulut Sardi beberapa saat kemudian melepaskannya setelah itu jaya pun lari meninggalkan tepat itu.


Saat jaya pergi ternyata Sardi belum meninggal dia masih sempat mengirim pesan suara ke seseorang soal tanah itu.Setelah beberapa saat kemudian Sardi itu pun menutup mata.


Aku yang mengetahui hal itu hanya sanggup meminta tolong warga tanpa memberi tahu kebenarannya.


" Begitu " ujar Maya menutup ceritanya.


" Aku masih gak nyangka ternyata papa Narendra sudah biasa menghilangkan nyawa seseorang .


" Tidak hanya itu saja Nayra waktu acara ulang tahun Narendra itu selain rencana melenyapkan kamu jaya dan Rayna juga merencanakan pernikahan Narendra dan Dinda itu semata- mata hanya untuk mendapatkan sisa - sisa harta dari ayahnya Dinda yang Dinda dan ibunya belum tahu sampai saat ini."


" Terus bagaimana ,apa perlu kita cerita kan ini ke Dinda dan ibunya?"


" Aku masih bingung juga karna aku gak ada bukti?"

__ADS_1


" Iya juga sih, berarti selama ini kamu juga tahu dong tentang apa saja aktivitas om jaya dirumahnya ?"


" Maksudnya??"


__ADS_2