
" Ingat ya Van jangan sampai kamu membawa nama kami dalam masalahmu ini atau kamu akan tahu akibatnya " Ancam black kepada senja Ilaga atau yang disebut Van itu. Berbisik di telinga Van.
" Oke - oke , aku akan diam asal kamu dan yang lain bisa membebaskanmu dari sini dan yaa ... semua akan aman ?" sahut Van dengan santainya.
" Sial ,kamu berani !" teriak Seno yang langsung berdiri hendak memukul Van yang berada duduk didepannya .
" Hay kamu jangan bikin onar atau mau sekalian masuk penjara sama - sama " Ujar polisi yang tengah berdiri tak jauh dari mereka duduk.
" Tenang dulu Seno ,Tenang ?" Balck menahan tangan Seno berdiri dan mengajaknya duduk kembali. Dengan masih emosi Seno lantas ikut perintah black." Maaf pak " black meminta maaf pada polisi yang berjaga.
" Hehe ... jangan marah - marah begitu pak Seno nanti cepet tua lho , tawaranku itu mudah kan buat kalian ? "
" Brengsek kamu Van " maki Seno dengan suara pelan .
Black terlihat berfikir karna masalah ini menurutnya sangat susah dimana black belum punya kenalan oknum yang ada didalam jadi rasanya mustahil mengeluarkan Van dengan mudah apalagi ini barang bukti sudah ada ditangan kepolisian .Tapi jika Van tidak bisa keluar dari sini maka nantinya akan membuat jalannya terganggu karna pasti Van akan kebocoran dan akhirnya pastinya semua akan terjerat dan masuk ditempat yang sama. yaitu penjara .
" Oke Van kamu diam dulu jika nanti kamu diintrogasi lagi ,aku akan cari bantuan yang akan secepatnya mengeluarkanmu dari sini"
" Balck memangnya kamu punya rencana ?" Tanya Seno .
" Tenang semua bisa diatur " jawabnya .
" Waktu besuk sudah habis " Ucap penjaga .
" Saya akan tunggu kalian datang dengan membawa kabar baik oke bos black dan pak tua " Ujar Van yang sekarang merubah namanya menjadi senja Ilaga.
***
Diluar kantor polisi black dan Seno tidak langsung pulang masih berdiam didalam mobil sambil melihat kantor polisi yang megah tapi sangat menakutkan itu.
" Apa kamu sudah ada rencana black tentang hal ini ?"
" Belum masih buntu ? " Ucapnya.
" Ah ... makin tambah pusing aja baru juga kita merasakan hidup enak lagi berfoya - foya , bisa menghirup udara bebas ,makan enak ,pergi kemana pun kita mau . Masak iya kita akan kembali seperti dulu makan gak enak tidur gak nyaman ,tidak - tidak ,tidak aku tidak mau kembali seperti itu " keluh Seno didalam mobil seraya menggelengkan kepalanya beberapa kali tidak lupa memukul - mukul pahanya sendiri dan mengelusnya dengan kasar .
__ADS_1
" Tau ...ah aku sendiri juga bingung ,gak ada jalan sama sekali alias buntu ?" ujar black ,selang beberapa menit black keluar dari mobilnya.
" Mau kemana ?" Tanya Seno saat melihat black membuka pintu mobil .
" Mau ke WC , mumpung kita belum jalan. Mau ikut ?" Tawar black seraya melihat Seno.
" Gak " jawab Seno kembali sibuk dengan kepanikannya .
Black berjalan masuk lagi ke kantor polisi kepos jagaan dan meminta izin untuk ketoilet yang ada disana karna hendak buang air kecil . Kemudian penjaga pun memberi izin dan menunjukkan arah ke toilet umum yang sudah disediakan disana ,tanpa pikir panjang black pun segera kearah toilet dan masuk.
Di toilet ini tersedia beberapa toilet ada untuk pria dan wanita . Lega rasanya telah selesai buang air black pun hendak membuka pintu memutar gagang pintu dan black mendengar suara dari sebelah seorang pria yang nampak sedang menelvon. black pun lantas menguping.
" Apa buk ,sekarang ?"
" Ya Gus soalnya anakmu akan segera lahir dan kata dokter harus dioperasi ,ibu mohon kamu cepat cari uang ya ini demi. keselamatan istri dan anakmu"
" Iya Bu nanti Agus akan cari pinjaman dulu ke teman siapa tahu ada ? Suruh Sari sabar dulu dan menahannya ? Agus akan secepatnya cari uang " ujar lelaki itu dengan nada bergetar .
" Iya tapi cepat ya Gus ini darurat " Suara kepanikan dari ujung telvon .
" Iya - iya Bu,tunggu Agus akan cari pinjaman dulu nanti Agus hubungi ibu lagi"
Panggillan telvon berakhir.
Bruuuk ...
Black dan oknum itu pun bertabrakan dengan keras .
" Maaf pak maaf saya gak sengaja maaf kan saya ?" Black memohon maaf .
" Iya gak papa " Ucapnya dengan tegas .
" Apa ada yang sakit pak , kalau ada yang sakit saya akan bertanggung jawab ?Ini pak kartu nama saya?" Black langsung menyerahkan kartu namanya ke oknum itu.
" Gak papa, pak saya gak papa gak perlu begitu ?" Oknum itu menolak kartu nama yang diberikan black.
__ADS_1
" Aduh ... pak saya jadi gak enak sekali dengan bapak , Bapak orang baik sekali apa boleh pak saya meminta nomor hp bapak siapa tahu lain kali saya bisa mengundang bapak makan malam sebagai salah satu bentuk permintaan maaf saya karna tadi gak sengaja menabrak bapak dengan begitu kerasnya." Tutur black.
" Oh bisa ini kartu nama saya ?" Oknum itu langsung memberikan begitu saja kartu namanya kepada black.
" Terimakasih banyak pak , suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu dan mendapat nomor orang baik Seperti bapak ini " Puji black.
" Kalau begitu saya pergi dulu pak mari ?"
"Iya pak "
Dengan penuh full senyum black berkacak pinggang kemudian menurunkan tangannya , bernafas lega bagai ikan yang baru saja mendapat air segar.
Kembali ke mobil dengan senyum yang lebar.
" Kamu kenapa black kelihatan seneng gitu ?"
" Gak papa ,sudah pulang sekarang ?"
" Apa kamu habis begituan sama oknum didalam ?" Ujar Seno sembari menyempitkan mata .
" Ngawur aja " Balasnya.
Tanpa bertanya lagi Seno tak lagi bertanya memilih diam dan berfikir melanjutkan kesibukannya berfikir.
***
Terik matahari pas diatas kepala ,membuat siapa saja malas keluar ,kulit yang terkena sinar matahari seakan menjerit meminta perlindungan .Nayra mengendarai motornya dengan sedikit kencang.
Tiba di salah satu rumah sakit terkenal dikota jakarta ini .
"Ini dong barang - barang yang mau saya serahkan untuk dicek DNA nya ." Ujar Nayra dengan menyerahkan semua barang yang telah disimpannya . kepada dokter didepannya.
" Baiklah ,nanti tunggu hasilnya beberapa hari lagi ?"
" Iya dok makasih " ucap Nayra .
__ADS_1
" Ya sama - sama ?"
Semoga ada harapan dan ada titik terang mengenai semua hal yang terjadi .