
" Memalukan ?Kamu memang anak yang sangat memalukan ,apa kamu gak bisa sekali saja bahagiakan papamu ini hah, apa kamu gak bisa ikuti kemauan papa untuk kali ini hah? Susah ngomong sama kamu memang ?haaah!"
Papa Narendra yang berada didalam mobil mengomel dan meluapkan semua kekesalannya terhadap anaknya.
" Sudah puas kamu mepermalukan papa dikeluarga Dinda hah... Narendra papa itu cuma ingin kamu mendapat jodoh yang terbaik pintar dan bisa memimpin perusahaan papa?Ini malah menolak dengan santainya ?Kenapa hanya diam hah?" papa Narendra memandang dengan tajamnya.
Narendra memilih diam , karna papa Narendra jika dilawan maka tidak segan- segan memberi hukuman.
Narendra memilih memainkan ponselnya kemudian menekan nomor yang bertuliskan cewek bar- bar.Siapa lagi kalau bukan Nayra sang pujaan hati.
mengirim pesan ke cewek bar- bar.
(Nay tadi kenapa tidak datang diacara Dinda ? apa kamu masih marah dengan kata- kataku tadi malam.sorry Nay bukan bermaksud menyakitimu aku hanya ingin mengatakan apa yang selama ini aku rasakan?Pasti gara- gara tadi malam kamu ngerasa gak enak ya kan)
( Nay balas ya kuntunggu)
( Nay jangan marah ya pliss)
( Gak papa kamu tolak cintaku ,yang penting balas chat ku ini ya satu kali pun itu sudah membuatku bahagia)
( Oya lupa Nay hari ini aku sudah membatalkan pertunanganku dengan Dinda dan selanjutnya aku akan berusaha untuk mendapatkan hatimu aku janji akan selalu berjuang agar kamu bisa aku miliki seutuhnya.)
"Tuan sudah sampai tuan,tuan?" ujar pak sopir.
" Eh,iya pak? " ujar Narendra yang masih celingukan mencari papanya yang sudah duluan keluar dari mobil.
" Papa mana pak?" tanya Narendra.
" Itu tuan bos sudah turun duluan masuk rumah tuan ?"
" Ow Oke pak"
Gara- gara kirim pesan ke Nayra nerendra sampai tidak tau papanya meninggalkan mobil duluan.
" Aiih,yakin nih kalau dah sampai rumah gini siap- siap denger papa ngoceh kayak burung beo" ucap Narendra yang baru sampai depan pintu .
Bismillah...
" Mau kemana Narendra. duduk dulu kamu papa mau bicara ! " Teriak papa dengan mata melotot.
Terpaksa Narendra pun menuruti apa kata papanya. duduk dikursi ruang tamu yang besar dan megah disana.Narendra duduk didepan papanya dengan menundukkan kepala.
" Narendra ,kamu itu anak papa satu- satunya . Cobalah kamu turuti kemauan papa ? Kurang apa Dinda itu.Sudah cantik, pinter bisa ngurus perusahaan.Mau cari yang bagaimana lagi ?"
" Maaf papa aku gak bisa dengan Dinda karna aku sama sekali tidak ada perasaan apapun ke Dinda pa? Narendra sudah besar pa Narendra ingin hidup dengan orang yang benar - benar cinta ke Narendra dan Narendra juga cinta ke orang itu bukan karna paksaan dari orang tua . Aku mohon pa papa ngertiin Narendra untuk masalah cinta ini. Narendra janji akan membawa wanita yang tepat untuk keluarga kita."
__ADS_1
" Perasaan,cinta apa itu ?Hidup diera sekarang cinta itu nomor sekian Narendra .Dengan berjalannya waktu kamu akan merasakan yang namanya cinta dengan Dinda. "
"Tapi pa Narendra maunya sama Nayra, Narendra gak mau Dinda? maaf pa permisi" ujar Narendra seraya bangkit meninggalkan papanya.
" Narendra... Narendra dengar papa narendra kamu akan menyesal dengan keputusanmu itu ? Dasar anak durhaka kamu? AAAH..." papa Narendra marah besar membuang apa saja yang ada didepannya.
" Hallo ,ya beri wanita itu pelajaran ! sebentar lagi aku akan kesitu "perintah papa Narendra kepada seseorang diujung telvon.
Perasaan Narendra semakin tidak nyaman kala melihat ponselnya yang masih belum ada balasan dari Nayra.Narendra keluar dari kamar bergegas mengambil Kunci mobil yang baru saja dibawa sopir pribadi papanya.
" Iya saya akan kesana tunggu ! kamu beri pelajaran saja perempuan sialan itu."
Narendra yang tidak sengaja mendengar itu ,tiba- tiba kaget.
"Siapa wanita yang dimaksud papa? "ucap Narendra dalam hati kemudian Narendra melanjutkan mengambil kunci sedangkan papa Narendra pun pergi dengan menggunakan mobil berwarna putih.
***
" Hai bangun ! anak manis ?"
" Hah,siapa kalian ? ada dimana ini saya? kenapa kalian membawaku kemari ?"
Nayra kaget saat dibangunkan menggunakan air yang disiramkan ke wajah Nayra dengan posisi tangan dan badan diikat pada kursi. Saat itu juga Nayra meluapkan rasa kesalnya dengan teriak- teriak.
" Aahh,sebenarnya apa yang kalian inginkan dari saya ? siapa yang menyuruh kalian ?"
" Banyak omong nih anak plaaak " tamparan kedua kalinya di pipi Nayra.
Nayra hanya bisa mengerang kesakitan belum sempat Nayra bicara kini sebuah pukulan mendarat tepat dipipi Nayra. Hingga mengeluarkan darah segar yang mengalir disudut bibir Nayra dan Nayra pun hilang kesadaran.
" Sudah - sudah kita tunggu bos aja sebentar lagi kan bos kesini?" ujar wanita cantik yang menghampiri Nayra kala itu.
" Oke sudah kita tinggal aja diluar, lagian ini anak gak bakal kemana- kemana pingsan begini?"
Disebuah gudang yang terletak di pinggiran kota ini Nayra disekap oleh suruhan papanya Narendra 2 preman dan wanita cantik yang ada disana bertugas menjaga Nayra.
" Itu bos datang?" ucap para preman itu yang saling berpandangan satu sama lain.
" Iya ,ayo buruan"
"Selamat sore bos"sapa serempak ke 3 penjaga.
" Hhmm dimana wanita sialan itu?"
Berdiri didepan mobil.
__ADS_1
" Didalam bos ,wanita itu sedang tidak sadarkan diri ?" ucap preman itu.
" Bagus , saya sudah tidak sabar menghabisi wanita itu agar tidak mengganggu kehidupan anak saya Narendra"ujar papa Narendra seraya berjalan menuju tempat penyekapan Nayra.
Sedangkan Narendra mengetuk pintu Nayra beberapa kali namun tidak ada tanda- tanda orang didalamnya.
" Nah itu ada orang?" ujar Narendra kala melihat seseorang lewat di depan rumah Nayra.
" Mas- mas mau tanya ,ini yang punya rumah kemana ya ? dari tadi saya panggil - panggil gak ada?"
" Haduh, maaf mas kurang tahu dari tadi pagi saya baru keluar ini ,coba mas tanya orang didepan sana?"
" Oh ya makasih mas?"
" Ya sama- sama mari."
Kemana kamu Nay ,aneh sekali?
***
" Bangunkan?" perintah papa Narendra yang sudah berdiri didepan nayra.
" Hay bangun !"
" Om jaya ? apa yang anda ingin dari saya ?"
Buukkkkk....buukkk ....
Nayra dipukul beberapa kali tidak sampai itu saja papa Narendra melepas ikat pinggangnya dan mencambukkan ke badan Nayra yang terikat dikursi .
Hanya bisa menahan sakit yang luar biasa dan menjerit sekencang- kencangnya .
" Ampun om ,ampun apa salah saya ?" tanya Nayra dengan suara bergetar.
" Kamu mau tahu, kesalahan kamu apa ? kamu sudah merusak semua yang saya rencanakan untuk anak saya? dan saya tahu kamu diam- diam ingin memenjarakan ku kan haha ... itu gak akan bisa Nayra aku jaya Kusuma tidak mudah untuk dikalahkan apa lagi hanya kamu seorang wanita tanpa orang tua Hahaha....mana tasnya ?"
" Ini bos?"
" Sini "Papa Narendra mengeluarkan semua isi yang ada ditas Nayra kemudian melihat ponsel Nayra terlihat papa Narendra sangat murka .
"Anak sialan?"
papa Narendra kembali memukul dan mencambuk Nayra dengan membabi buta.
Tolong..tolong
__ADS_1