
" Iya pak,baik saya akan persiapkan semuanya besok." Dinda mengakhiri panggilan Vidio tersebut.
" I- itu bosmu ?" aku berkata dengan tergagap.
" Iya,kenapa Nay kok kamu terlihat kaget begitu, apa kamu kenal juga dengan bosku ini?" ujar Dinda dengan menyipitkan mata.
" Mmm, tidak tidak hanya agak mirip saja dengan pelanggan ku dicafe? jawabku menyakinkan.
Tidak mungkin kan? aku bilang jujur bahwa tadi pagi om jayalah yang menabrakku,untungnya aku hanya luka sedikit. Aku juga tidak mau merusak acara Dinda malam ini, Seandainya aku ceritapun Dinda tidak akan percaya yang ada aku dikira fitnah bosnya.Hanya diam yang bisa aku lakukan saat ini mencari tau apa yang sebenarnya om jaya mau dariku.
" Dinda Nayra ayok makan dulu kedepan?" ucap ibu Salma diambang pintu kamar Dinda,yang sudah dibuka.
" Iya Bu sebentar lagi?" ucap Dinda
" Ya sudah ibu tinggal dulu,jangan lama- lama nanti keburu dingin makanannya?" ibu Salma mengingatkan.
" Beres Bu "ucap Dinda yang terlihat membenarkan duduknya menghadap ke arahku.
" Gimana kabar kamu sekarang masih betah dicafe? "tanya Dinda
"Alhamdulillah masih betah sekali hehe. meski uang gajinya naiknya dikit tapi ya cukuplah buat menyambung hidup" keluhku.
" Ow...begitu, bagaimana kalau kamu nglamar kerja ditempatku bekerja saja disana lagi ada lowongan dibagian marketing kalau kamu mau Nay?" Ujar Dinda dengan antusias.
" Mm..nanti lah aku fikir dulu?"
" Oke deh gakpapa? nanti kalau memang kamu bersedia kamu langsung hubungi aku saja oke ,ya kalau misal bagian marketing udah diisi sama orang nanti saya coba Carikan dibagian lain yang pastinya cocok buat kamu? biar kita bersama lagi ?"
" Oke siap?" ucapku
" Ayok makan dulu sudah lapar nih perutku?" ucap Dinda dengan mengelus- elus perutnya.
" Oooo...kaciaan yang punya rumah malah kelaparan aduuuhh duuuuh...haha" ejekku seraya berjalan keluar meninggalkan kamar Dinda.
Menikmati segala makanan dengan menu yang sangat banyak ada rendang,gulai ,sate dan berbagai minuman yang telah tersaji di meja yang tersusun rapi ddiruang tamu.
__ADS_1
Setelah makan kami pun lanjut bercerita tentang masa lalu ,juga masa sekarang dari urusan pekerjaan sampai hal percintaan Dinda dengan pacarnya.
" Aku pulang dulu ya kapan-kapan ketemu lagi?" ujarku dengan mencium pipi kanan kiri Dinda.
"Iya makasih ya ,oke nanti kita atur jadwal biar bisa bercerita panjang lebar."
" Oke"ucapku
Tidak lupa berpamitan dengan Bu Salma dan pak Suryo ayah Dinda .
Kembali berjalan kaki dengan rombongan tentangga yang searah dengan rumahku.Aku tidak banyak cerita hanya menjadi pendengar setia emak- emak yang berkomen.
" Enak ya tadi makanannya banyak ? pasti gajinya Dinda sangat besar itu ?" ujar ibu-ibu berbaju kuning.
" Iya betul sekali Bu , tamunya juga banyak yang diundang sampai terheran saya tadi?" ibu berbaju pink menimpali.
" Haduh buk,biasa aja kali ,masih mewahan juga acara dibu Susi kemaren ?" ucap ibu berbaju hitam dengan memanyunkan bibirnya.
" Ih..ibu ini yow jangan dibanding- bandingkan dengan Bu Susi tow lha wong Bu Susi kan kerjanya pengacara ya beda jauh lah sama Dinda." ucap berbaju kuning membela.
" Siapa juga yang iri sama anak ibu Salma itu cuma naik jadi asisten pribadi saja sudah sok bikin acara apalagi nanti kalau jadi direktur pasti malah makin sombong?" gerutu ibu berbaju hitam.
" Astagfirullah halazim buk ibuk" ucap ibu berbaju pink dan kuning serempak.
" Mmm mari buk ibu saya duluan sudah sampai ?" ucapku dengan mengulas senyum ke ibu- ibu tentangga.
" Ya mbak nay " ucap ibu berbaju kuning disusul anggukkan yang lain seraya melangkah melanjutkan perjalanan pulang kerumah masing- masing.
Didaerahku sini memang kerap terjadi hal seperti itu, sering malah banyak orang yang baik didepan busuk dibelakang. Banyak orang yang memuji- muji didepan berbicara buruk dibelakang. bahkan banyak orang yang saling menjatuhkan demi kedudukan, tidak suka akan kesuksesan orang lain paling suka jika melihat orang lain terpuruk atau jatuh.
***
Cahaya mataharipun mulai muncul menampakkan sinarnya. Aku menutup mataku dengan telapak tangan pantulan cahaya dari balik jendela sangat silau Dimata.
Tanganku pun beralih meraba kesamping kasur mencari benda pipih. Hingga tanganku menelusup pada bawah bantal.
__ADS_1
" Apa jam 8 Haduh ,kesiangan yang amat fatal ini namanya?" ucapku dengan Buru- buru menuruni kasur.
" Bruuukk..haduh, pakai acara jatuh lagi ? ngapain ini selimut dibawah begini bikin tambah ribet aja?" omelku seraya duduk dibawah dengan bersender pada ranjang.
Terpaksa aku memutuskan ijin tidak masuk kerja,dari pada dapat omel mending memilih jalan pintas.
" Untung saja diizinkan libur hari ini kalau tidak ?kemana ya enaknya mumpung libur begini? ahhaa..aku tau mesti kemana?"
Mandi memakai atasan berwarna putih dengan celana berwarna hitam memakai sepatu sneaker memakai helm dan mengendarai motor ketempat tujuan.
Setidaknya setengah jam untuk mencapai tujuanku tersebut. Angin menerpa wajahku sejuk yang kurasa desiran ombak menghantarkan mataku untuk melihat keindahan pemandangan pantai. Aku duduk diatas pasir yang terhampar luas sesekali air menghampiriku. menikmati air kelapa muda yang sudah ku pesan.
" Nayra sendirian?" tanya Tante Susi yang lewat dengan 2 temannya dan salah satu temannya itu adalah Tante Ninda .
" Eh Tante Susi ,ya Tante " jawabku dengan mencium punggung tangan Tante Susi dan temannya giliran sampai pada tangan Tante ninda,Tante Ninda tidak mau mengulurkan tangannya.
Tante Ninda memandangku dengan sinis .aku hanya tersenyum.
" Kamu kenal dengan anak sialan ini Sus ?" tanya Tante ninda berucap.
" Eh,anak sialan bagaimana ? iya saya kenal kebetulan ini tetangga saya?"ucap Tante Ninda dengan senyum seraya menepuk pundakku.
" Ow kamu tau anak yang sering aku ceritakan ke kamu waktu kamu keluar negri. " Tante Ninda menatap ku dengan tajam.
"Iya ..terus?" ucap Tante Susi
" Iya inilah anaknya ,anak sok ,anak yang sudah menghancurkan masa depan anakku. anak yang sudah membuat suamiku menjadi drop ini semua ulah anak sialan ini !. Aku doakan kamu akan hancur ,kalau yang maha kuasa mendengar aku ingin kamu kecelakaan dan tidak akan selamat,ini doaku untukmu anak sialan anak. " ucap Tante Ninda dengan mendorong tubuhku.
" Astagfirullah, istighfar Bu Ninda ,jangan berbicara begitu."? ucap ibu yang berbaju coklat .
" Iya Bu Ninda gak baik" Tante Susi menimpali.
" Biar saja , aku tidak takut dengan apapun . aku tidak rela jika Nayra anak sialan ini bahagia, aku tak rela. Anak sialan ini harus merasakan apa yang anakku rasakan?" tegas Bu Ninda .
Aku hanya diam mendengar sumpah serapah yang dilontarkan Tante Ninda padaku.
__ADS_1
Aku berkeyakinan jika semua ini akan ada balasannya.