Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
33.Semakin dekat.


__ADS_3

pagi yang indah, cahaya matahari bersinar terang, menemaniku memulai aktivitas dipagi ini.


" Semakin hari semakin ceria aja kamu Nay?apa habis dapat lotre?" ujar Wisnu.yang lewat depan Nayra.


" Hhmm..jaman sekarang lotre togel kali? hehe" Nayra terkekeh.


" May itu sudah aku lap,tinggal meja yang dibagian sudut" tegur Nayra saat melihat Maya yang hendak mengelap meja.


" iya " jawab Maya.


Maya memang, pendiam Maya tidak akan bicara jika tidak ditegur.Beda dengan karyawan yang sudah lama disini banyak bercanda tiap kali bertemu.ya wajar mungkin masih masa pengenalan jadi agak malu- malu mungkin.


Urusan bersih- bersih sudah kelar, aku bergegas menaruh kembali kain lap yang aku bawa.


" Aaaa..."


Kakiku tersandung kaki kursi, badanku jatuh kebelakang,seketika aku memejamkan mata. Namun kini kurasa badanku seolah ditahan dekapan hangat membuatku reflek segera membuka mata.


" Haaa...." Aku terkejut saat melihat bos Narendra tepat didepan mataku, mendekap tubuhku dengan erat. Mata kami beradu tatap.Darahku mengalir begitu cepat,jantungku tiba- tiba saja berdetak dengan cepet.


" Mmm.. ma...ma..kasih bos " ujarku dengan tergagap.


Melepaskan pelukkan bos Narendra dengan cepat, kemudian merapikan baju ku.mencoba menetralkan suasana. Begitupun bos Narendra terlihat melonggarkan dasinya beberapa kali diikuti deheman.Mungkin tenggorakannya gatal?.


" Ya, lain kali Hati- hati. " Ucap bos Narendra .


"I-iya bos ?" ucapku masih gerogi.


Maya yang melihat kejadian tadi hanya terpaku dengan ekspresi yang tak bisa ditebak.

__ADS_1


Bos Narendra langsung pergi begitu saja.


" Apa dia marah karna ajakan makan malamnya aku tolak?Tapi kemaren dia bicaranya biasa saja gak sedingin ini?" ujarku dalam hati seraya mengambil lap yang terjatuh kemudian menaruhnya kembali ke tempatnya.


***


Waktu menunjukkan jam 12 waktunya istirahat aku,Doni ,Wisnu dan Maya makan siang diluar. kami ber empat makan nasi campur yang ada disebrang cafe ini. Sebenarnya dicafe kami sudah ada jatah makan tapi karna kami pingin mencari sensasi lain maka kami ber empat putuskan makan diluar.


Diwarung nasi campur ini,menyediakan berbagai lauk pauk dan berbagai sayur.Ada sayur lodeh, sayur asem ,sayur sup dan masih banyak lagi.


Kami duduk dikursi paling pojok,dengan 2 kursi panjang,kami duduk saling berhadapan.


" Doni, kamu makan nasi apa lauk?" hehe ucapku terkekeh.


Piring Doni penuh dengan berbagai lauk ada ikan ayam telur ditambah sayur santan,meski nasinya terlihat sedikit.


" Lagi diet ini?" jawab Doni.


" iya nih?" Maya ikut menimpali.


Kami makan dengan hikmat tanpa ada yang berbicara.


"Alhamdulillah selesai" ucap kami serempak.


Tiba- tiba seorang berpakaian jas dengan celana senada menghampiri kami.


" Mmm..ada apa Ndra ..?" tanya Wisnu.


" Gak apa- apa,ada hal penting yang mau aku sampaikan ke Nayra?"jawab Narendra dengan mata tertuju pada Nayra.

__ADS_1


" Aku, ada apa?"aku terkesiap mendengar penuturan Narendra.


" Mmm.. ya sudah kami pergi dulu ya ?" ujar Wisnu seraya mengajak Doni dan Maya .


***


Suasana menjadi hening. aku bingung kata apa yang tepat untuk kalimat pembuka.


"Nay?"


"I-iya?"


" Emm.. sudah selesai makannya ?" tanya Narendra dengan sedikit melirikku.


" Sudah baru aja selesai, apa bos juga mau makan? Mau aku pesenin?" tawarku.


" Gak,gak usah sudah kenyang."


" Ow, atau mau minum ? tawarku lagi."


" Boleh,tapi sama kamu juga ya?"


" Beres"


Kami mengobrol sangat seru, ditemani minuman es yang telah kupesan.Kami banyak mengobrol urusan kerjaan dan juga sedikit cerita tentang kehidupan kami.


Aku kira bos Narendra ini orangnya serius truz e..ternyata tidak juga bos ini bisa bercanda juga dan tentunya nyambung bila diajak ngobrol.Aku sangat bahagia hari ini . Rasanya kami semakin dekat.Sungguh moment ini tidak disangka-sangka dan tidak terduga.


Ini memang aneh, kenapa aku bisa sebahagia ini?

__ADS_1


Bagaimana mungkin? aku saja belum tau keluarga Narendra .


__ADS_2