
" Maaf pak ,berkas dan juga bukti terduga senja Ilaga hilang pak " Ungkap lelaki bertubuh kurus.
" Apa ? kok bisa ? Bukannya kemaren saya sudah bilang suruh kamu untuk simpan dokumen dan barang bukti itu baik - baik !" Bentak polisi yang bertugas.
" Maaf pak " Jawabnya .
" Pasti ada yang mencoba menghilangkan barang bukti itu ,Kamu coba priksa Cctv dan juga lihat tadi malam siapa saja yang berjaga tadi malam !" Perintah polisi pada petugas berbadan kurus itu .
" Siap pak ,laksanakan "
polisi itu terlihat mondar - mandir menunggu hasil pemeriksaan,Namun karna yang ditunggu lama pak polisipun akhirnya melangkahkan kaki ke ruang operator Cctv.
" Bagaimana ? kenapa lama ? Apa ada gerak - gerik yang mencurigakan ? " Tanyanya saat berada diruang operator.
" Gak ada pak kami sudah memutar semua Cctv dan gak ada hal yang mencurigakan. Dari Cctv yang berada diujung sampai yang ada diruangan ini." Jelas polisi yang bertugas dibagian operator.
polisi itu berfikir dengan tetap berada diruangan operator.
" Lalu bagaimana pak selanjutnya ?"
" Nanti kita fikir lagi ?"
***
" Black santai bener kelihatannya ?" Tanya Seno yang ikut duduk disebelah kanannya disofa yang berada diruang tengah tempat dimana black ,Seno dan senja Ilaga menghabiskan waktu dengan ditemani bir dan juga wanita panggilan yang biasa dipesan mereka lewat online .
" Terus mau apa memangnya ?" Tanya black seraya menatap Seno kemudian kembali menatap ponselnya.
" Lha bukannya kita sedang ada masalah ,Van masih berada dipenjara sampai saat ini dan kita belum juga bisa mengeluarkannya dari sana kan ? Memangnya kamu gak kawatir tentang hal ini ,apalagi kamu tahu sendiri kan Van itu orangnya bagaimana dia akan melakukan hal nekat demi menyelamatkan dirinya sendiri " Tutur Seno .
" Sudah ?"
" Hah , hanya sudah saja huh sulit dipercaya ?"
" Apa lagi pak tua ? Kamu tenang aja semua sudah beres dan sebentar lagi Van akan bebas dengan kembali lagi bergabung dengan kita ?"
" Kamu serius ?"
" Ya pak tua"
" Kapan kamu melakukannya perasaan saya gak pernah lihat kamu ketemu orang apalagi menghubungi orang ?"
" Sudah yang penting kan semua beres ,sekarang kita tidak perlu lagi memikirkan itu cukup nikmati hari - hari ini dengan tenang dan tanpa beban" Ujar black dengan jumawa.
Black hanya bisa diam sekaligus heran dengan apa yang barusan dikatakan black kepadanya.
***
Drrt ...
Drrt ...
__ADS_1
Ponsel Nayra bergetar, dengan cepat Nayra mengambil ponsel yang ada ditas kecil yang selalu dibawanya .
" Dokter Sandra , pasti sudah keluar hasilnya ?"Gumam Nayra sebelum mengangkat telvon." Halo dok, bagaimana ?"
Dokter Sandra adalah Dokter spesialis forensik dan medikolegal. dokter spesialis yang memiliki kemampuan mengelola barang bukti medis berupa benda-benda biologis manusia yang hidup maupun yang sudah meninggal dunia untuk dijadikan alat bukti hukum, termasuk melacak bagian-bagian tubuh untuk kepentingan identifikasi.
" Ini Nayra ada yang mau saya sampaikan ke kamu ,apa bisa besok kamu datang kerumah ?"
" Ada apa dok? Apa ada masalah dengan barang bukti yang saya kasih ke dokter?"
" Sedikit Nayra, bisa kan besok kesini?"
" Ya dok bisa - bisa ?"
" Kalau begitu sudah dulu ya ?"
" Baik dok ,makasih "
" Sama - sama "
Televon berakhir .
Nayra masih tetap berada di posisinya sambil merenung .
***
Sedangkan Narendra kini berada disalah satu cafe bersama dengan Wisnu. Didepan mereka sudah tersaji cemilan dan juga minuman tidak jauh dari tempat duduk Narendra dan Wisnu ternyata ada Seno dan juga black yang sedang menikmati makanannya.
" Belum Wis , gak tau deh mau cari dimana " jawab Narendra dengan datar.
"Sabar Narendra ,mungkin papamu masih pengen sendiri jadi yang sabar ya ?"
" Ya sabar Wis "
Narendra meminum jus yang ia pesan namun tiba - tiba ?.
" Uhuk ... uhuk ..."
Narendra tersendak minuman .
" Hati - hati ndra " Wisnu berdiri dan memberikan minumannya ,namun Narendra menolak dengan menggunakan isyarat tangan.
Batuk Narendra gak berhenti membuat orang yang ada dicafe berpusat pada Narendra dan Wisnu. Kemudian tiba -tiba seno berdiri dan langsung menghampiri Narendra mengelus punggung Narendra dengan lembut membuat rasa nyaman tidak lupa memberikan minuman untuk meredakan batuk . Narendra memandang wajah Seno lekat .
Sedangkan Wisnu melihat Seno dengan bingung begitu juga black yang sekarang sudah ada disamping mereka memperhatikan perlakuannya kepada anak muda yang ada didepannya .
" Sudah enakkan ?" Tanya Seno .
" Sudah Om " Jawab Narendra masih sedikit batuk.
" Kamu itu ,harus ingat jangan pesan jus melon karna kamu gak bisa minum itu kalau kamu tetap maksa begini yang ada kamu batuk sampai malam " Tuturnya .
__ADS_1
" Ta - pi ..." Ujar Narendra terhenti.
" Gak usah bantah ,kalau dikasih tau orang tua kebiasaan sekali ngomong belum selesai sudah jawab ?" Tambahnya.
" Maaf "
Wisnu dan black tercengang melihat mereka . Hanya bisa diam dan memperhatikannya .
" Jangan lupa habis ini beli obat terus pakai tidur jangan keluyuran lagi kalau gak mau batukmu tambah parah " Ucap Seno .
" Hey , kamu kenal dengan pemuda ini ?" Tanya black menepuk pundak Seno.
Dengan kaget Seno baru sadar bahwa sekarang dia bukan jaya tapi Seno " Eh, ke - nal kemaren gak sengaja ? Ya sudah ayok pergi " ucapnya terbata dan langsung pergi mengajak black pergi menjauh dari tempat Narendra.
" Memangnya iya ndra kamu kenal bapak itu dimana?" Tanya Wisnu saat Seno dan black sudah menjauh.
Narendra yang tadinya berdiri kini menghempaskan tubuhnya dikursi , orang - orang yang tadinya melihat drama singkat Narendra dan Seno kini mulai berhenti menonton dan melanjutkan kembali menikmati kesibukan masing - masing.
" Ya Minggu lalu gak sengaja ketemu didepan cafe ku, bapak itu menolongku pas aku mau jatuh gitu ?"
" Ow ,Gitu persis kayak papamu kalau ngomel hehe ?"
Narendra melirik Wisnu dengan tajam.
" Ups ... maaf ndra bercanda " Pinta Wisnu menggaruk kepala nya yang tak gatal.
" Sudah makan yuk habis itu pulang ?" Ajak Narendra mengangkat minumannya kembali.
" Eh , jangan diminum ?Udah lupa ?" Tangan Wisnu menahan tangan Narendra.
" Iya lupa ?"
" Memangnya kamu suka begitu ndra kalau habis minum jus melon ?"
" Iya ,gak tahu kenapa ? Padahal kan enak ya gak ?"
" Enak tapi kalau kayak tadi memangnya masih enak ?"
" Ya sih "
" Keras kepala sih kamu jadi orang udah tahu bikin sakit masih juga dipesan ?"
" Iya - iya Wisnu ,duh dah kayak emak gue aja dulu paling suka ngomel gini ?"
" Enak aja disamain sama emak - emak ? "
" Ya deh gak "
" Haha ..." Mereka tertawa bersama .
" Kangen papa ?" ucap Narendra dalam hati .
__ADS_1
Bagaimana pun juga Narendra adalah anak ,dan anak gak akan bisa jauh dari orang tua meski raga nya jauh namun hatinya tetap dekat. Begitu juga dengan orang tua meski anaknya sudah dewasa bahkan sudah menikah pun orang tua akan selalu menganggap bahwa anak itu masih anak kecil . Anak kecil yang lucu, manja dan penuh kebahagiaan.