Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
Tiba - Tiba pergi ?


__ADS_3

" Hah, kabarku ?" Ujarku yang masih bingung dengan pernyataan Narendra .


Aneh sekali bukannya jelas - jelas dia yang lagi banyak masalah ? Harusnya kan aku yang memberi pertanyaan seperti itu ke dia ini malah ? Ah ... memang benar - benar aneh .


" Eh , duduk Narendra maaf ya duduknya diteras gak papa kan?" Ujar ku lagi seraya mempersilahkan Narendra untuk duduk dan pintu sengaja ku biarkan terbuka.


"Ya gak papa Nay ,makasih " Jawab Narendra yang langsung duduk.


" Eum ... mau minum apa ? "Tanyaku lagi


" Gak usah ,lagian aku kesini cuma sebentar kok "


" Eum oke, aku dengar dari Maya cafe kemaren kebakaran ya ? Eeum yang sabar ya ndra " ujarku


"Makasih Nay ,tapi gak papa hanya sedikit yang terbakar , Ow ya gimana ditempat kerjamu yang baru ?"


" Alhamdulillah , tapi kamu gak papa kan terus kamu gak coba lapor polisi ? "


" Syukurlah, aku ikut seneng . Alhamdulillah juga gak papa dan gak lah Nay mungkin ini memang sudah jalannya tahun ini secara terus menerus di uji "


" Yang sabar Narendra ,aku yakin semua akan ada gantinya dihari lain mungkin besok, lusa , atau nanti ingat setiap kesusahan akan ada kebahagiaan ,Ngomong - ngomong gimana kabar papa mu sekarang ?"


" Belum tahu Nay , sampai saat ini aku masih belum siap ketemu papa .Rasanya aku merasa gagal menjadi seorang anak,dimana seharusnya seorang anak akan menjaga papanya dan melindungi papanya ini malah aku ... ah rasanya sangat bersalah sekali ,aku anak durhaka dan kejam mengirim papanya sendiri ke lapas "


" Jangan bicara seperti itu ,jangan menyalahkan diri sendiri Narendra ,kamu gak sepenuhnya salah . Karna semua sudah diatur ini memang sudah jalanmu seperti ini kalaupun gak seperti ini mungkin bisa saja jalanmu akan menemui hambatan atau bahkan kamu akan menemui kesulitan yang lebih akibat ulah papamu .Narendra , kamu bukan anak durhaka kamu hanya ingin menyadarkan papamu ke jalan yang lebih baik. Mungkin memang jalannya harus seperti ini dengan lewat memasukkan papamu dilapas papamu akan sadar dengan perbuatannya dan segera tobat. Sekarang kalau memang kamu belum siap ketemu papa kamu mending cukup doakan saja mungkin lewat doa bisa meringankan setidaknya hukumannya selama papamu di lapas saat ini serta papamu diberikan kesehatan yang lebih "


" Ya Nay , makasih aku gak tahu lagi harus bagaimana ? Rasanya sudah buntu untuk menghadapi segala masalah yang datang dihidupku yang ini belum selesai tambah lagi .Untungnya aku masih dikelilingi orang - orang yang baik ,orang - orang yang selalu mendukung dan mensuport aku sampai hari ini salah satunya orang itu adalah kamu Nayra . Oh ya aku kesini sebenarnya mau ada hal penting yang ingin aku tanyakan ke kamu ? "


" Apa ?"


Drrt ... drtt ...

__ADS_1


Belum sempat Narendra bicara ponsel yang ada ditanganku bergetar . sebelum menggeser gambar gagang televon kusempatkan


" Ntar Dinda telvon ,tunggu ya ?" ujarku agak pelan menutup speaker hp ku .


Narendra hanya mengangguk pelan .masih duduk tenang dikursi sedangkan aku agak menjauh memilih duduk di ayunan dibawah pohon besar .Meninggalkan Narendra sendirian diteras.


" Ya Dinda ada apa ?" Tanyaku ditelvon.


" Nayra apa bisa besok kamu temani aku dirumah ?"


" Memangnya ibu kamu kemana Dinda ,apa lagi sakit lagi ?"


" Tidak Nayra hanya saja ibu mau pergi sebentar kerumah saudara katanya sih ada keperluan penting yang mendesak ,kata ibu paling pulangnya lusa ,gimana kamu bisa kan temaniku dirumah ?"


Klunting ...


satu pesan masuk dari Narendra .langsung kubuka.


( ya boleh ,masuk saja kamar mandi ku Deket sama kamar nomor 2 dari depan ) pesan kukirim seraya melihat Narendra dari kejauhan tapi masih terlihat.


( Oke ) balasan dari Narendra ,dari kejauhan mengacungkan jempolnya tanda ok seraya masuk didalam rumah.ku.


Akupun masih meneruskan obrolanku dengan Dinda lewat hp dengan seru .


"Nayra gimana kok malah seperti ngetik pesan sih ?" suara Dinda dari ujung televon .


" Iya Din ,iya bisa kok bisa "


" Nah ,gitu dong memang kamu lagi kirim pesan siapa sih ?


"Gak papa Dinda , eh gimana tadi sampai mana ceritanya ?"

__ADS_1


" Oh ya ?"


Kami pun kembali meneruskan cerita yang sempat terputus akibat pesan dari Narendra tadi.


Kami bercerita tentang masa - masa sekolah dulu. Masa dimana kita masih belum faham arti kesetiaan ,persahabatan dan kasih sayang yang tulus yang kami tahu hanya bersenang - senang dan menghabiskan waktu semaunya sendiri tanpa memikirkan bagaimana orang tua cari uang ,bagaimana kita bayar SPP , bagaimana kita makan besok semua gak ada yang kami pikirkan bahkan tak jarang kami membolos sekolah demi mendapat kesenangan semata ,membuat onar dikelas satu hal lagi suka sekali mengerjai guru baru .


Kami juga masih ingat dimana persahabatan kami sedang diuji hanya karna salah faham membuat kami bertengkar hebat sampai seminggu tidak bicara satu sama lain . Tapi setelah itu kita berteman lagi seperti biasa . Kalau diingat - ingat memang lucu .


" Oke Dinda da ... selamat malam "


Akupun mengakhiri percakapan kami ditelvon. Dan saat itu juga aku baru sadar kalau dirumah sedang ada Narendra .


" Ya Tuhan ,Narendra ? Sampai lupa aku kalau ada tamu . Tapi dari tadi Narendra belum keluar juga apa dia lagi sakit perut ?" gumamku seraya beranjak dari ayunan kemudian berjalan menuju teras.


Akupun menunggu Narendra didepan teras duduk sembari memainkan hp.


" Astaga Nayra ... ceroboh sekali kamu " gumam ku berdiri dan hendak masuk rumah .


Bruk ...


" Eh Narendra ?"


" Nayra ,aku pulang dulu ya "


" Narendra ... kok buru - buru ?"


" Aku pulang dulu Nayra " Ujar Narendra yang tiba - tiba pergi begitu saja . Mengendarai mobil dengan tergesa - gesa .


Setelah Narendra jauh aku pun segera masuk rumah berlari memasuki kamar dan melihat laptop yang ada dikamar ku .


" Untungnya masih tetap dengan posisi semula"

__ADS_1


__ADS_2