Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
22. Alampun ikut membantu


__ADS_3

Mendapat pesan, dari orang misterius membuatku bertanya-tanya. Siapa sebenarnya orang ini,kenapa dia membantuku dengan menerorku. kenapa dia tidak langsung saja kesini menemuiku.


jam menunjukkan pukul 10 malam,kuputuskan untuk pergi ke alamat yang tertera dikertas batu malam itu.karna jarak rumah kealamat yang kutuju membutuhkan waktu sekitar 1 jam


,itupun kalau jalanan tidak mancet.


Kupakai jaket, dengan mengenakan celana jeans panjang menggunakan sepatu.malam ini langit agak sedikit mendung,aku berharap semoga malam ini tidak turun hujan, demi melancarkan usaha ku.


Padahal aku tidak tau sebenernya. pesan ini betulan apa bohongan. Tapi entah kenapa naluriku kuat ke alamat yang tertulis pada kertas tersebut.Dalam perjalanan aku masih,memikirkan sampai sana apa yang akan aku lakukan mengetuk pintu,berpura-pura menanyakan alamat malam- malam begini. Apa pura-pura salah alamat." Tidak- tidak itu tidak akan berhasil" gumamku dalam hati dengan Menggelengkan kepala. Lalu apa, apa harus aku mengendap- edap masuk kealamat rumah ,itu. tapi bagaimana mungkin aku saja baru pertama kali masuk kekawasan itu.


Tepat jam setengah 12 aku sampai ke komplek ini, ku edarkan mata ke kanan kekiri seraya membaca nomor rumah yang ada disini.Nomor rumah, dikomplek ini tidak berurutan. jadi mataku sering kali salah. Butuh waktu lama mencari nomor 38.


" Akhirnya ketemu" Aku berdiri tepat ditengah- tengah rumah yang menjulang tinggi dan luas. Rumah ini agak jauh dari rumah sekitar. Disamping rumah agak jauh sedikit terdapat taman kecil, lapangan sepak bola dan ayunan.


sungguh rumah idaman.


Kala aku berdiri mengamati rumah ini. Aku makin bingung, Rumah ini besar dan bertingkat tapi jika dilihat rumah ini tak berpenghuni. Hanya ada lampu depan saja yang menyala,lampu rumah pun gelap.


" Apa aku coba ketuk pintunya dan bertanya ini sebenarnya rumah siapa?"


Kuparkirkan motor agak sedikit jauh dari rumah ini. Sementara aku berjalan kaki menuju pintu.


" Apa ini hanya jebakan,rumah kosong begini. Masak aku paksaan ketuk pintu bakal sia- sia yang aku dapat?" ucapku dengan memperhatikan sekeliling berharap ada satu orang yang lewat untuk sekedar bertanya.kemudian kembali lagi menatap pintu.


Puuukkk...

__ADS_1


"Aduh" aku menggosok punggungku yang sakit akibat benda yang mengenaiku.


"Siapa?" kubalikkan badan,mencari siapa tau ada orang,mataku liar mencari saat melihat bawah ku temukan batu lagi dengan bungkusan kertas,secepatnya kuambil dan membuka.


" MASUK SAJA, KUNCI ADA DIBAWAH BUNGA DEKET PINTU.CARI CCTV TERSEMBUNYI DIKAMAR PERTAMA. "


Segera kumancari kunci lewat petunjuk tersebut. Dibawah bunga,kuangkat pot bunga yang ada disamping pintu. ada beberapa jenis bunga disini. kuangkat satu persatu tanaman bunga ini hingga tanaman terakhir. Tidak dapat kutemukan juga akhirnya aku cari lagi disela- sela tanaman ini.


" Nah ini dia,Alhamdulillah" kuambil kunci yang kutemukan disela- sela tanaman nomor 3 dari pintu.kunci ini sangat banyak,dengan susah payah aku harus mencocokan satu persatu pada pintu.


Ceklek...kriiieet..ku buka pintu utama.Ini hal pertama selama aku hidup didunia, menyelinap masuk kerumah orang tanpa permisi.Ingat waktu masa kecil dulu ketika aku main kerumah sepupuku bersama kedua orang tuaku dan adikku. waktu itu aku dan Nayma langsung nyelong masuk tanpa permisi.Berlari kesana kesini loncat sana loncat sini. Hingga sampai rumah aku dan Nayma harus mendapat hukuman dengan berdiri Dipojok rumah tanpa berbicara sedikitpun.Dari itu aku belajar, kutanamkan itu sampai aku besar. Mungkin jika papa masih ada saat ini dan mengetahui apa yang kulakukan ini papa akan bertindak Sam dengan menyuruhku berdiri dipojokan.


" Maafkan aku papa aku harus, mengabaikan pesan papa aku harap papa mengerti dengan keputusanku ini" dengan menyatukan kedua tangan lalu mengusapnya kewajah.


Dengan sedikit meraba,aku masuk kedalam rumah besar ini tidak lupa pintu kututup kembali, takut kalau- kalau ada yang tau dan mengira rumah ini telah disatroni maling.Kunyalakan lampu flash hp. sedikit dapat membantuku untuk masuk lebih dalam mencari kamar utama.


Aku kaget, hp yang ku bawa sampai jatuh dilantai ternyata kecurigaan ku benar om ini terlibat.


Saat aku hendak mengarahkan flas hp ke arah anak laki- laki itu tiba- tiba aku dikagetkan dengan suara barang yang jatuh.


Kuarahkan senter pada asal suara," Oh ternyata tikus "


Mencoba sabar,mencocokan kembali satu persatu kunci pertama gagal kedua gagal ketiga gagal hingga sudah tidak tau kunci keberapa ini. Untungnya bisa.


Kumasuki kamar ini, dan mencari dimana Cctv tersembunyi itu disimpan. Disini banyak rak buku yang tersusun rapi,lemari 3 pintu dengan meja laci pada sisi tempat tidur kanan dan kiri.

__ADS_1


Mataku terpedar mencari keberadaan Cctv itu,diatas laci terdapat foto,jam tangan handset satu persatu ku angkat dan ku bolak balik namun tetap tidak ketemu. Diatas lemari Dipojokan ataspun tidak ada .Kini mataku tertuju pada. hiasan yang terpasang diatas rak buku hiasan itu sebuah miniatur Paris,disampingnya tersusun bunga kecil.


kuangkat miniatur ini dan ternyata Cctv dengan berukuran kecil tertata apik disini.Tanpa pikir panjang ku kuambil dan kumasukkan kedalam tas yang aku bawa.segera kukembalikan kembali semua seperti semula.


" Semua selesai kini saat nya untuk keluar?" kututup pintu kamar. tidak lupa kukunci lagi.


Melangkah kan kaki dengan perlahan menuju pintu keluar.


Brrrmmmmm.... Suara mobil datang menuju rumah ini,kulangkahkan kaki dengan cepat menutup,pintu kemudian menguncinya,sialnya kunci tidak cocok.


Tanganku bergetar sangat hebat, jantungku berdetak dengan cepat. Aku mencari kunci mana saja yang cocok untuk mengunci pintu.


" Ayo cepat, Ya Allah bantu aku, ku mohon. dengan panik aku tetap berusaha mobil semakin dekat menuju teras rumah, lampu mobil semakin terang."


kulihat, mobil berhenti agak jauh dari teras,aku semakin gugup. tetap fokus dengan kunci.


" Alhamdulillah , makasih ya Allah"


Akhirnya pintu dapat ku kunci kembali. aku kembalikan kunci ke tempat awal. Sayangnya aku lupa tempat kunci masuk pot keberapa 2 3 apa 4." Ah tau lah" kutaruh kunci ke pot no 2.segera ku lari mencari tempat persembunyian yang aman.


Duuuaaar.....


Kilat menyambar disusul gemuruh petir. Aku yang bersembunyi di dekat tanaman yang rimbun, jongkok. menunggu situasi aman untuk pergi.


Kulihat, Om jaya memasuki rumah. mengambil kunci pada pot bunga no 3. Matanya liar mencari kesana kesini. kemudian pindah ke pot no 2 setelah kunci didapat. Om jaya semakin liar mengawasi kesekeliling rumah.

__ADS_1


Aku hanya bisa berdoa dalam hati semoga alampun ikut membantuku. Seketika itu hujan turun dengan lebatnya Om jayapun segera masuk rumah dan akupun segera pergi .


__ADS_2