
" kalau kamu benar- benar cinta dengan anak Om kamu harus mau melakukan ini " ucap Om jaya.
Kejadian itu terus terpampang nyata dibenakku seakan tidak mau hilang sedikit pun.Bodohnya aku bisa - bisanya tertipu dengan omongan manis dari mulut om jaya. Menyesal ya aku sangat menyesal atas apa yang aku lakukan dihari itu. Andai saja aku menolak ,andai saja aku tak datang ,andai saja aku tak percaya dengan janji itu dan andai ....saja ...
" Aaaaaahhh,,, bod*h kamu Dinda ,kenapa kamu bisa tertipu kenapa ...kenapa haahh...!"
Pyaaaarr...
kaca rias ku pecah kala ku lempar dengan barang yang ada disana .
" Dinda buka pintunya nak kamu tidak apa- apa kan?" ucap ibu dari luar dengan nada panik .
Hanya bisa menangis didalam kamar ini sendiri menumpahkan segala sakit hati dan juga kecewa. Meski ibu sudah berdamai dengan keadaanku dan dari awal juga ibu sangat memahami dan mengerti atas apa yang sedang terjadi denganku ,ibu juga tidak menyalahkan ku . Hanya saja aku merasa menjadi anak yang gagal anak yang durhaka karna sudah membuat sakit dan kecewa ibu .
Aku malu keluar rumah ,aku malu jika bertemu tetangga dengan kondisiku saat ini,bagaimana pun juga kehamilanku ini akan semakin membesar aku takut jika ibu yang akan disalahkan semua orang , aku takut ibu akan dihina dan dicemooh orang banyak karna tidak becus jaga anak ,tidak bisa mendidik anak aku gak mau itu terjadi .
Tok...tok..tok..suara ketukan pintu dari luar semakin keras.Ibu tak henti- hentinya memanggilku.
__ADS_1
" Dinda ibu mohon buka nak, jangan bikin panik seperti ini ibu mohon nak... ibu janji ibu akan selalu sayang padamu ibu juga akan menerima anak yang ada didalam kandunganmu itu ,ibu janji akan merawatnya seperti ibu merawat mu ,ku mohon Dinda sayang buka pintunya ? Ibu sudah gak punya siapa - siapa lagi nak ibu hanya punya kamu saja aku mohon nak buka pintunya izinkan ibu masuk kita bisa selesaikan masalah ini sama- sama dengan kepala dingin "
suara ibu sampai terdengar parau .
" pergi ibu ,Dinda mau sendiri dulu "
" Dinda ibu tahu yang kamu rasakan ibu mohon buka pintunya nak kita bisa bicarakan ini berdua "
" Tidak ibu Dinda tidak apa- apa Dinda mohon ibu pergi dulu ya ?" ujarku dari dalam kamar.
" Baiklah ibu pergi ,tapi ibu mohon nanti kamu keluar ya dari dalam kamar ibu masakin makan buat kamu ya ?"
Aku duduk bertumpu lutut ,mengingat masa - masa bahagiaku dulu dimana aku hidup dengan keluarga yang mampu serta lengkap.Dimana- mana aku dan kedua orang tuaku selalu bersama jalan- jalan diakhir pekan bercengkrama setiap sore didepan televisi ditemani kue kering bikinan ibu.
" Yah nanti kita akan jalan- jalan begini lagi kan?" tanyaku dengan semangat saat berada didalam mobil samping ayah yang sedang fokus menyetir.
" Ya nanti lagi kalau ada waktu "
__ADS_1
" Yeaayy...makasih ayah"
Akhirnya sampai juga ditempat wisata bermain sepuasnya menikmati wahana yang telah disuguhkan disana tiba waktu makan kami bertiga sedang asyik menikmati makanan .
" Dinda gimana senang hati ini ,sudah puas belum mainnya ?"
" Sudah yah ,seru banget permainan disini juga banyak .Makasih ayah " ucapku kala itu.
" Ya sama- sama Ayah senang sekali melihat kalian berdua bahagia begini untuk kamu Dinda habis ini gak usah mintak- mintak jalan - jalan lagi ya cukup ini saja dulu nanti kalau ayah sudah punya uang lagi baru kita jalan- jalan lagi "
"ya ayah." ucap ayah kala itu.
Namun kebahagiaan itu harus hilang begi saja semenjak ayah pergi akibat serangan jantung kala itu menurut warga ayah di temukan oleh salah satu warga yang melintas papa tergeletak di pinggir jalanan yang sepi . Setelah mendapat pertolongan jasad papa dibawa kerumah sakit .Aku masih ingat kala dokter memberi tahu ibu bahwa ayah meninggal karna serangan jantung ,waktu itu aku masih berumur 12 tahun .Kehidupanku langsung berubah saat itu juga aku yang dulunya bahagia dengan penuh kasih sayang dari keluarga yang lengkap dan kecukupan bahkan sering jalan- jalan diakhir pekan mulai saat itu juga berubah. Semua digantikan dengan bekerja dan bekerja untuk memenuhi segala kebutuhan ekonomi. Ibu bekerja serabutan dan aku berjualan jajanan pasar demi membantu memenuhi kebutuhan ekonomi rumah dan sekolah
" Ayah aku mau ikut ayah"
Sakit sekali kala pecahan kaca itu ku sayat kan dipergelangan tanganku .Tubuhku bergetar hebat mataku menjadi gelap dan semakin gelap.
__ADS_1
" Ayah Kita akan bertemu sebentar lagi ,ayah Dinda sudah rindu sekali dengan ayah .Dinda sudah gak sabar pengen ketemu ayah Dinda mau cerita banyak dengan ayah .Ibu tenang sebentar lagi Dinda gak akan lagi bikin malu ibu ataupun nyusahin ibu lagi"ujarku seraya menahan sakit yang luar biasa.
Rasanya semakin sakit tapi aku masih agak sadar aku juga masih bisa melihat darah yang makin deras mengalir dari tanganku . Meski penglihatan sudah semakin gelap dan hilang.