
Sampainya dirumah,membuatku bahagia. Kuparkirkan motor scopyku digarasi samping rumah.meletakkan helm pada lemari yang tersusun disudut.kulangkahkan kaki memasuki rumah.kubaringkan tubuhku pada kursi sofa dekat dengan pintu.
Tanganku kini,memegang hp mencari kontak nama yang akan aku hubungi.
" Halo Rayna, mau tanya tadi katanya kamu lagi mencariku ya ada apa?" tanyaku dari televon.
" Iya kak aku mau ajak makan malam nanti malam.Apa kakak ada waktu? jawabnya dari sebrang.
" Iya bisa,kamu kirim aja alamatnya nanti malam aku pasti datang?"ucapku.
" ok kak aku tunggu ,makasih Da..kak"
" iya sama -sama da.."ku matikan sepihak.
Acara apa ya ?
karna lelah aku sampai tertidur disofa ini hingga jam sudah menunjukkan pukul 5 sore.
segera ku bangkit, mengajak tubuh ini untuk segera mandi.
***
Cafe Mutiara, alamat dimana Rayna mengajakku bertemu Kupacu motor scopyku dengan agak kencang,berharap cepat sampai.
Motor ku terhenti ketika lampu merah menyala.
Mataku tertuju pada Om- Om yang sedang mengemudikan mobil dengan seorang wanita berpakaian minim baju warna pink bulu dengan memakai rok diatas lutut berwarna hitam.
Terlihat wanita itu sedang mengobrol dengan asyik tanpa menoleh sedikit pun kearah lain hanya berpusat pada Om-Om itu, aku sangat kenal dengan Om itu ,Om yang bersama Rayna waktu itu.
Ingin rasanya kusapa,Beru saja ia ngin mengucap kata lampu berubah menjadi hijau.
Sampai dicafe aku segera kemeja yang telah Rayna pesan sebelumnya. Disini sudah banyak tamu yang hadir,cafe ini sangat mewah dengan desain bernuansa Jawa. Lampu- lampu yang indah tersusun rapi disana.Rayna melambaikan tangan ke arahku, akupun membalasnya dan berjalan menghampirinya.
"Maaf telat" ucapku kepada Rayna.
" Gak telat kok ini baru saja mau mulai?"
"Acara apa ini Ray kok banyak temanmu?"
" Ow acara ulang tahunku kak dan ini berkat kakak, aku bisa lagi merayakan ulang tahun yang kesekian kalinya. sini duduk kak" Rayna menarik kursi yang ada disampingnya.Mempersilahkan ku untuk duduk disampingnya.
kuhenyakan tubuhku pada kursi.
" Mmm iya,baru Tante Ninda kemana Ray?"
" Oh..mama lagi tidak enak badan dia dirumah pengen istirahat saja katanya?"
__ADS_1
" Ow ,salam buat mamamu semoga cepat sembuh ya"
"ya kak makasih"
Acara dimulai dari kata sambutan, pembuka, potong kue, makan-makan dan bersenang-senang dengan menikmati hiburan musik .banyaknya tamu yang datang membuat acara ini semakin meriah.Cafe ini sengaja dipakai Rayna dan teman- temannya saja tanpa ada tamu luar.
POTONG KUENYA,POTONG KUENYA,POTONG KUENYA SEKARANG JUGA SEKARANG JUGA
Tamu yang hadir,serempak menyanyi mengiringi proses potong kue.
AYO SIAPA YANG AKAN MENDAPAT SUAPAN PERTAMA? suara pemandu acara dengan keras.
Rayna berjalan kearah lelaki yang ada didepannya lelaki itu bernama Kelvin pacar baru Rayna yang baru saja jadian 3 hari lalu.potongan kue yang ada ditangannya disuapkan ke Kelvin ,kelvinpun menirima suapan itu. Kemudian Rayna menghampiri ku bergantian menyuapkan kue itu kemulutku.
" Makasih,semoga kamu panjang umur dan sehat selalu"
" Ya kak sama-sama"
Acara dilanjut dengan makan- makan bersama dengan hiburan musik yang tersedia.aku memilih duduk sendiri dengan meminum jus strobery.
" Hay sendirian aja,Apa aku boleh gabung?"Terdengar suara dari belakangku,Aku menoleh ke asal suara.
" Bos , mmz i-iya silahkan bos? gumamku mempersilahkan.
" Makasih, oya kalau diluar gak usah panggil bos cukup panggil nama aku aja?" jawabnya seraya menghentakkan tubuh pada kursi dan meletakkan minuman yang sudah dibawanya.
Aku tidak menyangka kalau bos ku ini juga datang.Dan sekarang memilih duduk denganku.padahal disini banyak teman- teman dan kerabat Rayna yan datang.
" Biasa aja gak usah gugup, kayak ketemu setan aja." ucap Narendra terkekeh.
"Siapa yang gugup GR amat."
" Hmm.. gak usah malu bicara jujur,aku tau kok kamu lagi gugup.kelihatan tuh dari cara bicaramu. ya kan ?" Narendra membulatkan mata menatapku.
" Dasar aneh, pd sekali sih jadi orang,baru tau aku kalau punya bos selain aneh juga p-dnya 45." Jawabku.
" Hehe...begitu ya" Narendra meminum minuman yang dibawanya.
Kami hanya sesekali saling pandang, berdiam diri tanpa ada satu kata terucap. Mata fokus pada hiburan musik dengan fikiran masing- masing.
Aku hanya senyum- senyum sendiri kala melihat para tamu yang asyik bergoyang dengan penyanyi yang membawakan lagu dengan sangat apik.Lelaki bertubuh gendut dengan perut kedepan bergoyang kekanan kekiri menabrak tamu lain sehingga banyak yang berjatuhan akibat tersenggol si badan besar itu. " Haha... " perutku rasanya sakit melihat tingkah lelaki itu. bagimana tidak beberapa orang temannya sampai hendak mengangkat tubuh si gendut itu untuk turun dari panggung tapi tetap saja tidak bisa,malah beberapa temannya itu sampai kelelahan sendiri.
Aku mengambil minumanku diatas meja, dan tak sengaja Narendra pun mengambil juga minumnya. kami saling tatap, Narendra tersenyum dengan manisnya.kami beradu pandang agak lama hingga suara mengagetkan kami.
" kalian disini rupanya,aku cari -cari?"ucap Rayna.
" Iya " jawab kami serempak.
__ADS_1
" kompak bener udah kayak paduan suara aja?" Rayna terkekeh.
Kami bertiga ngobrol dengan sangat seru. suasana semakin larut semakin meriah.kami bercerita tentang apa saja yang dapat kami ceritakan,cerita lucu sampai cerita mistis .
Tak terasa, jam menunjukkan pukul 11 malam,akupun berpamitan untuk pulang.
" Aku pulang dulu ya Ray," ucapku.
" Ya gak seru dong kak?nanti dulu udah kak baru juga jam 11" jawab Rayna dengan muka kecewa.
" Kapan-kapan lagi ya ? da... sampai jumpa sekali lagi selamat ya?" ucapku seraya meninggalkan cafe.
" Nayra tunggu!" Narendra memanggilku dengan keras.
" Ya Narendra ada apa?" ucapku ke Narendra yang sekarang sudah ada didepanku.
" Aku antar ?"
" Makasih gak usah, aku dah biasa naik motor sendiri ?" kunyalakan motorku.
" Tunggu,tapi ini sudah malam aku antar saja okey?" Nerendra menghentikan motorku dengan menghadangku dari depan.
" Sekali lagi makasih, mmm bisa minggir sebentar?" ucapku dengan mempersilahkan Narendra agar agak menepi.
***
perjalanan kutempuh selama Setengah jam.
memasuki garasi rumahku,kuparkir motorku ditempat biasa.
Ceklek
kuputar, gagang pintu kemudian kulangkahkan kaki ku masuk.
Pyaar...
Aaa...aku menjerit,kaget saat kudapati, kaca jendelaku pecah.kaca berhambur kemana-kemana, rumahku ini memang terdapat tiga kaca besar yang terpasang, dan yang pecah ini kaca yang paling ujung sehingga percikan kaca tidak sampai ke arahku.
Mataku terpesat kearah mana- mana mencari sosok yang telah memecahkan kaca jendelaku. Namun tak dapati seorangpun terlihat disekitar rumahmu.
kuputuskan masuk rumah dan mengunci pintu kembali, tepat disudut ruang tamu terdapat batu berukuran sedang dengan dibungkus kertas, kuambil kertas yang menempel pada batu itu.
" JIKA KAMU INGIN MENGETAHUI KEJADIAN SEBENARNYA DATANGLAH KE ALAMAT INI PADA JAM 12 MAlAM. JALAN KAMBOJA NO 38"
n
" Dasar aneh,
__ADS_1