
" Tiiiiddddaaaakkkk !"
Teriakku,kala melihat preman baik bersimbah darah.
Matanya yang terbuka lebar mengarah ke arahku dengan mulut yang menganga.preman baik itupun mengejang beberapa kali.
Aakhh...aaakhh aakh..
Suara terakhir preman baik.
Om jaya dan 2 preman itu pun pergi meninggalkan tubuh preman baik begitu saja .
"Aahw,"
Tubuhku jatuh bersama kursi tepat disamping kepala preman baik. bahuku yang menghantam lantai terasa sakit. Tapi bukan itu yang kurasa saat ini,yang paling penting bagaimana membawa pergi preman baik kerumah sakit.
" Tidak- tidak kamu harus bisa bertahan, bangun - bangun. Preman baik kumohon bertahanlah ,aku yakin kamu kuat. Ya Allah tolonglah kami berikan bala bantuan untuk kami ku mohon Ya Allah hanya padamu aku memohon dan hanya padamu aku meminta."
Aku sama sekali tidak bisa mengecek apakah preman baik ini sudah tiada atau masih hidup karna tanganku yang masih terikat susah bagiku untuk mengecek. Darah semakin menggenang diruangan ini bajuku pun ikut basah akibat genangan darah, bau anyir pun terasa kucium.
wiu..wiuuu..
Suara sirine mobil polisi.
" Tolong!tolong kami!" teriakku.
Berharap ada yang mendengar suaraku.
" Ampun- ampun bukan kami,pelakunya kami hanya suruhan?"
" Diam ,angkat tangan ?Kalian borgol mereka jangan sampai kabur, kamu ikut saya kita priksa didalam?"
Suara gaduh diluar
kriiieet...
" Nayra !" teriak Narendra .
" Narendra ,kamu datang " ucapku seraya meneteskan air mata.
"Makasih narendra makasih" ujarku kala melihat Narendra yang berusaha melepaskan tali ditanganku.
__ADS_1
" Iya kamu ,tenang ya kamu sudah aman sekarang?"
" Tolong preman baik ini Narendra tolong? jangan biarkan dia tiada,preman ini sudah menolongku.Aku sangat berhutang jasa padanya?"
" Iya - iya tenang ya" ucap Narendra seraya memelukku erat.
" Inalillahiwainaillahi rojiun, pria ini sudah meninggal dunia" ucap petugas polisi yang mengecek denyut nadinya.
" Tidak... tidak mungkin, dia masih hidup, preman baik,maafkan aku ,aku gak bisa menolongmu ."
" Hay ...ssstt,jangan bicara seperti itu Nayra ini bukan salahmu? tenang ya "
" Tapi Narendra ,Ak-aku,memang ..?"
"Sudah- sudah ,tenangkan dulu dirimu Nayra?"
Kami pergi meninggalkan rumah kosong itu, menuju rumah sakit terdekat Membawa jenazah preman baik yang memberiku makan untuk dilakukan otopsi. Sedangkan kedua preman yang tertangkap akan dibawa ke polres untuk dimintai pertanggung jawab
Didalam mobil aku hanya berdiam diri,duduk termenung ditemani Narendra yang berada disampingku. kejadian
itu masih terlintas jelas dibenakku. Bagaimana,papa Narendra membunuh preman baik dengan cara keji,memukul dan menusuknya beberapa kali tanpa ampun.
Masih kuingat kala preman baik meminta ampun dan memohon dengan wajah yang memelas.
" Iya aku tidak apa- apa ? " jawabku singkat.
" Maafkan ulah papaku Nayra,Papaku memang sudah cukup keterlaluan ,aku malu menjadi anaknya. Bukan memberi contoh yang baik ini malah sebaliknya.Nayra kamu boleh menghukumku jika itu dirasa perlu untuk menebus rasa sakit hatimu terhadap papaku.Aku terima dan aku iklhas apapun hukumannya."
"Tidak perlu Narendra ?"
" Tapi Nay ?"
"Cukup Narendra ! berhenti membahas ini"ungkapku seraya memperhatikan Narendra.
Keadaan hening ,sibuk dengan pemikiran masing- masing.
Sesampainya di rumah sakit,aku langsung mendapat penanganan dari dokter. Beberapa bagian badanku harus diperban untuk menghindari luka lebih serius. Sedangkan jenazah pria baik berada diruang otopsi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
***
" Nayra kamu gakpapa kan ? Maaf kemaren waktu kamu menghubungiku aku lagi diperjalanan kupikir itu nomor orang iseng makannya aku abaikan ?Coba saja waktu itu ,aku angkat telvon darimu mungkin semua ini gak akan terjadi dan kamu pasti aman. " Ujar Wisnu yang kini berada duduk disampingku.
__ADS_1
" Ya Nay ,maaf juga kemaren gue gak lihat hp?" ucap Doni.
" Iya gakpapa Wisnu, Doni yang terpenting sekarang aku sudah bisa bebas." ucapku pelan karna luka yang ada disudut bibir masih agak sakit.
" Nay kenapa kamu gak coba hubungi aku kemaren?" tanya Dinda.
" Maaf Din, bukannya aku gak ingat kamu atau gimana ? Aku tahu kamu orangnya panikkan dan kemaren bukannya kamu selesai lamaran bersama Narendra ,aku cuma gak mau ganggu aja hari spesial mu Din"
" Tunggu ,jadi kamu gak baca chat aku Nay?" tanya Narendra yang tiba- tiba menyela pembicaraan kami.
" Chat apa? Aku saja tak tahu hp dan seisi tas ku?"
" Pantes, papa jadi marah besar? mungkin karna itu?" gumam Narendra .
Kami yang mendengar Narendra berucap lantas tertuju ke Narendra.
" Aku masih gak ngerti Narendra dengan ini semua ,sebenarnya papamu itu ingin apa dari Nayra ? dan pesan apa yang kamu kirim ke Nayra sampai membuat papamu marah?" tanya Wisnu.
" Iya , sampai seteganya bikin Nayra begini?
" Jadi begini,aku menolak perjodohan yang papa buat dengan ibu Dinda ?Karna suatu alasan kupikir papa akan menerima dengan semua alasanku ,karna waktu itu papa sudah terlihat biasa,sampai akhirnya aku mendengar papa menerima telvon dan saat papa menyebut seorang wanita entah kenapa perasaanku tidak nyaman dan teringat Nayra .Kemudian saat aku mengecek kerumah Nayra beberapa kali namun hasilnya sama tidak ada orang sama sekali. Dari itu aku lantas berpikir mengirim pesan ke Nayra memberi tahu semua tentang pembatalan lamaran malam itu namun tidak ada balasan dari Nayra . Disitu aku semakin yakin kalau Nayra sedang tidak baik- baik saja,untungnya Nayra menghubungiku lewat nomor tak dikenal. Dan aku yakin papa pasti marah besar karna sudah membaca pesan yang ku kirim ke Nayra." Tutur Narendra.
" Jahat sekali papamu Narendra , gak nyangka papamu bisa melakukan hal keji seperti ini ditambah lagi membunuh orang dengan gampangnya sudah seperti membunuh nyamuk saja sekali tepuk langsung mati" ucap Doni.
" Doni !" teriak serempak
Sedangkan Narendra hanya menundukkan kepala ,mungkin Narendra malu sekaligus kecewa dengan apa yang dilakukan orangtuanya.
" Doni , jangan begitu bagaimanapun juga itu papa Narendra sejelek- jeleknya orang tua pasti seorang anak tidak akan terima jika orang tuanya dihina atau disakiti,lagian gak semua buah jatuh tak jauh dari pohonnya,kadang ada juga lho buah yang jatuh jauh dari pohonnya karna terpental mungkin atau terbawa oleh binatang, jadi gak semua anak akan meniru dan melakukan hal yang sama seperti orang tuanya.Mungkin yang dilakukan papa Narendra itu sebuah kehilafan semata karna masih shock dengan keputusan anaknya, apalagi itu keputusan yang sangat mendadak dan beresiko besar." ujarku.
" Ya juga sih? maaf Narendra gue terlalu emosi ?" ucap Doni.
Narendra hanya membalas dengan menganggukkan kepala.
" Tapi papa kamu sudah dipenjara kan Narendra? tanya Dinda.
" Papa sampai saat ini masih menjadi buronan polisi, tapi kalian tenang aku akan segera mencari papa dan langsung menyerahkan papa ke pihak berwajib untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya."
" Nayra bagaimana ini? kamu masih dalam bahaya besar. Bagaimana jika Papa Narendra datang untuk menyakitimu lagi ,ya Allah aku gak bisa bayangin?" ucap Dinda .
" Gak mungkin Dinda kan ada suster yang jaga. kamu jangan kawatir ya?"
__ADS_1
Sebenarnya apa yang dikatakan Dinda ada benarnya dan jujur aku sebenarnya juga takut tapi aku yakin semua akan baik-baik saja.