
Nayra malam ini tak bisa tidur nyenyak karna nayra masih memikirkan bagaimana cara membongkar kedok Seno alias jaya Kusuma.
Nayra masih bimbang mana yang harus dikorbankan apakah Narendra atau Dinda ?
Apa mungkin kali ini Dinda harus bisa memaafkan jaya Kusuma lagi tapi hatinya masih menyimpan dendam yang membara ,apalagi setiap bertemu orang yang sudah menghabisi nyawa adiknya semakin membuat dendam itu menyala .
" Kamu harus bisa Nay ? jangan takut dengan keadaan ini memang sudah jalanmu " Nayra mensugesti diri.
Nayra yang saat ini tengah dikamar memandangi hasil DNA dari 2 Nama yang berbeda dengan orang yang sama .
" Pertama aku harus bisa membuka kartu identitas jaya Kusuma ."
***
" Itu dinda bukan ? " gumam Van kala melihat Dinda yang terlihat berjalan kaki namun kali ini Dinda gak sendirian melainkan dengan tantenya ." Kesempatan gue nih " Gumamnya lagi seraya menghentikan mobilnya tepat dipinggir jalan .Van membuka kaca mobilnya ,menekan klakson mobilnya .
" Tante ,Dinda habis dari mana ?" Tanyanya yang masih berada didalam mobil.
Tante Salma dan Dinda kaget dengan bunyi klakson dan segera menoleh kearah suara .
" Eh ,kamu nak senja ini habis jalan - jalan sekalian olahraga " ujarnya " kamu sendiri dari mana atau mau kemana ?"
" Oh ,ini Tante habis dari rumah temen gak sengaja lewat sini tadi mari Tante ,Dinda aku antar pulang ?" Ajaknya.
" Eum gak usah ,senja makasih ?" Tolak Dinda .
" Nanti kamu kecapek.an lho Dinda kasian tuh yang ada didalam perut kamu " Bujuk Van.
" Iya Dinda ayok ,kita ikut aja lagian Tante juga sudah capek jalan " Paksa Tante
Van langsung segera turun dari mobilnya ,membukakan pintu belakang untuk Tante Salma . Sedangkan Dinda masih ragu.
" Sudah masuk saja ,kamu didepan aja duduknya takut nantinya muntah ?" Ujar Tante kepada Dinda.
" Silahkan masuk Dinda ,awas hati - hati ya ?" Ujarnya lagi .
Dinda pun naik mobil Van ,Tante Salma terlihat sangat bahagia nampak dari spion depan Tante senyum - senyum sendiri.
Van langsung tancap gas menuju rumah Dinda diperjalanan Van nampak gugup ,sunyi dan hening yang dirasa Van maupun Dinda tak berani berbicara .
" Ehem ... " Tante berdehem .
" Kenapa Tante ?" Ujar Dinda dan Van secara bersamaan.
__ADS_1
Tante yang mendengar itu langsung tertawa kecil dibalik tangannya. Sedangkan Van dan Dinda menjadi salah tingkah semua.
" Gak Tante gak papa mungkin hanya haus aja ?"
" Gimana kalau kita mampir di cafe depan aja Tante mau ?" Van menawarkan.
" Boleh - boleh ?"
" Eh ,Tante kan tadi disitu ada air ? " Ucap Dinda seraya menunjuk tas yang dipegang tantenya.
"Gak papa Dinda , sekali - kali ? " Ujar Van.
" Bener tuh kata senja sekali - kali gak papa kan Dinda ? "
" Ya udah terserah deh Dinda ikut aja " Pasrah Dinda .
Van terlihat bahagia mendengar ucapan Dinda.
Akhirnya mereka pun berhenti disalah satu cafe yang ada disana . Memesan berbagai makanan dan minuman.
" Alhamdulillah kenyang " Ujar Tante saat selesai menikmati jamuan.
" Gimana Tante enak gak makanan disini ?" Tanya Van.
" Hehe ...berarti kita samaan Tante ,Saya juga paling suka makanan disini selain enak makanannya pelayanannya juga sangat ramah tempatnya juga enak ,kalau kamu gimana Din suka gak sama tempat ini ?"
"Iya suka " Jawab Dinda.
" Maaf Dinda ,kalau kamu gak nyaman dengan ajakan saya seperti ini ,kalau boleh saya juga akan minta maaf kepada suamimu ?"
Dinda mendengar kata itu matanya langsung berkaca - kaca dan pergi keluar .
" Dinda tunggu ?" Tante mengejar Dinda.
" Dinda ,Tante " Teriak Van yang bingung dengan apa yang terjadi.
***
Tok ...
Tok ...
suara ketukkan pintu.
__ADS_1
" Ya sabar " Nayra segera membukakan pintu.
" Doni " Sapa Nayra .
" Nay lagi apa ?"
" Gak lagi apa - apa ? Santai aja duduk Don ?"
" Iya makasih "
Mereka pun duduk di teras bersama.
" Udah lama ya kita gak pernah ketemu terakhir kita ketemu dilampu merah ya gak ?" ujar Nayra .
" Iya ,makannya aku kesini kangen kamu Nay ?" ungkapnya .
" Ah kamu Don bisa aja ? Kok sendirian biasanya kan sama Wisnu ?"
" Wisnu lagi sibuk ? Sekarang aku juga jarang sama dia semenjak kita sudah gak di cafe Narendra kita semakin menjauh semua jarang ada waktu bersama .Apalagi ketemu kamu Nay susah sekali " Keluhnya.
" Ya mau gimana lagi ? habis pada sibuk kerja cari cuan haha "
" Aduh Nay boleh gak aku ke kamar mandi kebelet buang air kecil nih ?"
" Oh ,iya boleh masuk aja ?"
Doni pun masuk kedalam rumah sedangkan Nayra masih tetap diluar. Beberapa menit berlalu Nayra menunggu namun Doni tak kunjung keluar ,Nayra pun memberanikan diri ikut masuk .
Tuk ...
Tuk ...
Tuk ...
Suara langkah kaki Nayra bergema di rumahnya.
Nayra menuju kamar mandi yang ada dibelakang namun Doni tidak ada disana .Nayra ingat sesuatu segera Nayra masuk kamarnya dan disana terlihat Doni hampir memegang kertas berwarna putih itu.
" Doni !" Teriaknya .
Doni yang mendengar suara Nayra sontak kaget dan mengurungkan niatnya mengambil kertas yang sudah terjatuh dilantai itu.
"
__ADS_1