
" Ibu ... Dinda ikut Bu Dinda gak mau sendiri Bu ?" Dinda mengigau .
" Dinda bangun .... Dinda bangun " Ucap ku mengguncang tubuh Dinda yang masih terbaring dengan pelan.
" Dinda sadar Din ... bangun " Maya menimpali.
" Ibu .... Ibu ... hiks ... hiks ... ” Mata Dinda mengeluarkan air mata ,namun belum mau bangun .
Kami semua menunggu ,dikamar Dinda aku dan Maya duduk di tepi ranjang . Sedangkan Wisnu dan Doni duduk di kursi dekat meja rias . Kursi depan yang sengaja ia bawa dari depan .
" Kriiet ..." pintu dibuka dari luar mata kami pun beralih pandang ke pintu yang sedang terbuka.
" Mari ,dok ini pasiennya dari tadi siang gak mau makan dok .Sedangkan pasien sedang hamil .Saya kawatir dengan kondisi janin yang ada didalam kandungannya " Ujar Narendra,masuk dengan membawa seorang dokter laki - laki . Dokter itu menganggukkan kepala seraya mengambil Stetoskop dari dalam tasnya kemudian memasangnya dileher setelah itu memasukkan earpieces kedalam telinganya .
Stetoskop ini merupakan alat bantu pemeriksaan yang umum digunakan oleh dokter. Alat ini berfungsi untuk mendengarkan suara dari dalam tubuh, salah satunya untuk mendengar suara detak jantung dan mendeteksi kelainannya.
Setelah memeriksa detak jantung ,dokter kemudian mengambil tensimeter untuk memeriksa tekanan darah Dinda . Dinda sudah bangun namun masih tetap berbaring di ranjang tempat tidur.
" Alhamdulillah ,semua normal . Ibu pintar hanya saja yang perlu saya sampaikan kepada ibu agar tidak terlalu stres dalam menghadapi masalah karna kurang baik untuk kesehatan janin yang ada dikandungan ibu saat ini ,Saya juga ikut berbela sungkawa atas kepergian ibu anda semoga anda bisa lebih tabah dan sabar dalam menerima segala ujian saat ini . Sekali lagi jangan terlalu memikirkan sesuatu secara berlebihan karna yang berlebihan itu tidak baik"
Dinda hanya mengangguk tanpa bersuara dengan tatapan kosong.
" Dok apa tidak apa - apa jika Dinda teman saya ini dirawat dirumah sementara ini , saya khawatir dengan kondisinya saat ini ?" ucapku memastikan .
Maya ,Narendra ,Wisnu dan Doni mengangguk secara bersamaan.
" Tenang , kalian semua tidak usah cemas teman anda ini hanya butuh pendampingan saja dan penyemangat untuknya karna bagaimanpun juga teman anda ini masih shock dengan apa yang telah dialaminya . Saya yakin nanti secepatnya akan pulih kembali "
" Syukurlah " jawabku.
" Tapi dok ,bagaimana dengan keadaan bayinya ?" Tanya Maya .
Gantian aku dan yang lain mengangguk bersamaan.
__ADS_1
" Alhamdulillah ,bayinya juga aktif di perut . Saya sarankan agar kalian yang ada disini untuk membuatnya tenang dan jangan lupa untuk memaksanya makan agar ada asupan makanan yang cukup untuk ibu dan bayi yang ada didalam kandungannya"
" Baik dok "
" Kalau begitu saya permisi dulu karna masih ada pasien lain yang harus saya tangani "
" Iya dok ,makasih dok " ujar kami .
" Mari dok saya antar ?" Ujar Narendra seraya ikut keluar dengan dokter.
Dinda masih diam ,namun matanya tak henti mengeluarkan air mata.
" Kita biarkan Dinda istirahat dulu ya teman - teman nanti kita kembali lagi ?"
"iya mungkin Dinda butuh waktu sendiri untuk beberapa saat " ucap Maya.
" Ayok"
Kami pun keluar menunggu Dinda ,namun masih dalam pantauan kami dengan pintu kamar masih tetap terbuka lebar.
" Assalamualaikum ?"
" Waalaikumsallam" jawab kami bersamaan kala melihat keluarga Dinda datang .
" Dinda ... hiks ...hiks ... maafkan Tante ...Tante baru bisa datang maafkan Tante ,kamu yang sabar ya sayang .Tante janji akan temani kamu dan rawat kamu sampai kapan pun Tante janji " Ujar wanita paruh baya yang menggunakan kaca mata itu .
Mereka berdua saling melepas rindu , menumpahkan rasa kesedihan yang mereka rasakan saat ini . Dinda memeluk Tante itu dengan erat.
Malam pun tiba,kami semua mengelilingi Tante yang sudah duduk diruang tamu . Sedangkan Dinda sudah tidur lebih dulu.
" Semuanya terimakasih sudah menemani Dinda sampai saat ini ,Tante tidak bisa membalas jasa kalian satu - satu hanya ucapan terima kasih saja dan doa yang terbaik untuk kalian semua,Tante gak tahu bagaimana jadinya kalau gak ada kalian semua ,Tante gak bisa bayangin betapa hancurnya Dinda saat ini masalah yang ditanggungnya sangat lah berat"
"Tante gak perlu mengucap terimakasih ke kami ataupun merasa gak enak ke kami ,karna kami nglakuin ini semata - mata untuk Dinda yang sudah kami anggap sebagai sahabat sekaligus keluarga kami sendiri " ujar Narendra .
__ADS_1
" Ya Tante , kami semua disini iklhas membantu Dinda " ucap ku .
"Betul Tante " Wisnu
"Heum " Maya
"Ya - ya setuju " Doni ikut menimpali .
" Terimakasih semuanya " Ujar Tante Dinda memandangi kami satu persatu dengan air mata yang menetes begitu deras dari pelupuk matanya.
"Oh, ya dari tadi kita belum kenalan kan Tante ,masak udah ngobrol seru gak tahu namanya ?" Ujar Doni mencairkan suasana .
" hehe ... iya Tante lupa kenalkan nama Tante Rahma Dwi Wati ,panggil saja Tante dengan panggilan Tante Rahma ,saya adik dari ibunya Dinda "
" Baik Tante Rahma " Ucap kami serempak.
" Kenalkan nama saya Narendra ,ini Wisnu saudara saya, Doni teman saya , dan disana ada Nayra dan Maya " Ujar Narendra mengenalkan kami didepan Tante Rahma .
Tante Rahma mengangguk .
" Oh ya , ada yang bisa jelaskan ke Tante sebenarnya apa yang terjadi dengan kakak saya karna kemaren di telvon saya hanya tahunya kecelakaan begitu saja ?"
" Saya yang akan ceritakan Tante kejadiannya seperti apa ? Tapi saya juga belum tahu pasti kebenarannya karna waktu itu saya gak ada di TKP saya juga mendengar itu dari orang yang ada disana ?" Jelas Narendra .
" Maaf Tante potong ya nak , kok bisa kamu yang ada duluan disana ? Bukankah harusnya yang menerima kabar itu keluarganya dulu ?"
" Begini Tante , waktu itu sebelum kejadian saya lah orang terakhir yang dihubungi ibunya Dinda bahwa ibunya Dinda meminta ku untuk mengecek kondisi Dinda dirumah sebenarnya Nayra juga dihubungi tapi katanya tidak ada jawaban makannya ibu Dinda menghubungi ku barulah beberapa jam kemudian saya mendapat telvon lagi dan ternyata yang bicara bukan ibunya Dinda melainkan orang yang menemukan ibunya Dinda sudah terkapar dijalanan "
" Iya waktu itu aku sedang kerja dan aku tidak boleh pegang hp dan karna itu juga aku gak bisa temani Dinda " Ujarku.
" Jangan merasa bersalah begitu Nayra ,semua terjadi bukan maumu tapi sudah takdir dari Allah " Maya menenangkan ku dan memelukku .
" Terus apa kata orang yang ada disana ?"
__ADS_1
" BEGINI CERITANYA ?"