
" Eum, rencana habis ini mau kemana?" Tanya Narendra memulai pembicaraan.
" Gak kemana - mana , kenapa ?" Tanyaku .
" Mau gak temenin aku kekantor papa ?"
" Untuk apa ?"
" Temenin aja ,kalau sendiri suka gak enak "
" Ya bisa ?"
Dengan terpaksa aku mau diajak Narendra , kami ke kantor dengan mengendarai motor Narendra sedangkan motorku sengaja ku titipkan di tempat parkir .
Diperjalanan kami mengobrol dan bercanda dengan serunya.
" Akhirnya sampai " Ucap Narendra mematikan motornya dan aku pun langsung turun dari motor.
Kantor ini , kantor kenang - kenangan ku bersama Dinda dimana aku sering antar Dinda bahkan jemput Dinda .Dan di kantor inilah aku bertemu dengan orang yang menabrak ku .
" Ayo, masuk " Ajak Narendra yang tiba - tiba menarik tangan ku.
Aku terdiam kaget , tapi tetap ikut saja kemana Narendra membawa ku .
" Pagi pak Narendra " Sapa karyawan yang ada disana .
" Pagi "
Beberapa karyawan Narendra menyapa dengan ramah ,ada juga yang melihat kami tanpa berkedip.
Diruangan kantor Narendra masuk begitu juga denganku.
" Sore om " Sapa Narendra .
Terlihat disana seseorang dengan berpakaian rapi duduk dikursi membelakangi kami .
" Narendra " Ucap Om - om itu seraya memutar kursi kantor tepat menghadap kami.
Narendra langsung memeluk om tersebut .
" Kamu dari mana saja baru kelihatan ? Duduk " pintanya saat sudah selesai berpelukan
" Biasa om ,lagi malas kemana - mana ,apalagi semenjak cafe Narendra hangus ."
Narendra pun duduk , tangannya menarik tanganku untuk duduk disampingnya .
__ADS_1
" lha ini siapa ? pacar kamu ?" Tanyanya .
" Oh ,iya lupa Narendra belum ngenalin ke om , kenalin om ini Nayra . Sahabat Narendra "
" Om ,saya Nayra " ujarku seraya menjabat tangan Om itu.
" Oh ,ya saya Lukman omnya Narendra ?"
" Salam kenal om " ucapku .
" Ya silahkan duduk " Suruhnya" Jadi bagaimana Narendra apa kamu mau meneruskan kantor papamu ini ,atau mau menerima bantuan saya buat renovasi cafemu yang terbakar itu ?"
" Narendra masih belum berani om pegang kantor ini apalagi Narendra gak tahu seluk beluk tentang kantor .Cafe aja kalau gak dipegang Wisnu mungkin gak akan jadi cafe " Tuturnya .
" Narendra , memang kalau apa - apa gak kamu coba ,semua gak akan bisa tapi kalau kamu mau coba ,kamu mau belajar lambat laun kamu akan bisa. Pekerjaan kantor itu sama saja sebenarnarnya "
"Gak ,ah om nanti dulu "
" Terus , kamu datang kesini buat apa kalau gak ingin belajar ? tanya om.
" Narendra kesini cuma kangen om aja kan sudah lama gak kesini" Rayunya
"Kamu ini bisa aja ? "
Tok ...
Tok ...
Kami semua menoleh kearah asal suara .
" Ya masuk " Ucap Om Lukman.
Pintu dibuka .Terlihat wanita cantik dengan pakaian kantornya dengan membawa map berwarna biru ditangannya.
" Permisi pak , ini berkas yang diminta bapak tadi semua sudah siap dan sebentar lagi clien bapak akan segera datang 20 menit lagi diruang rapat." Jelasnya.
" Kalau begitu sebentar lagi saya akan segera kesana dan kamu boleh pergi "
" Baik pak " Melangkah pergi dan tidak lupa memberikan senyum termanis kala melihat kami .
" Narendra om pergi dulu ya karna ini tamu sangat penting bagi om ,oh ya kalau mau mau santai disini lebih baik santai diruangan papamu ,ajak sekalian Nayra satu lagi kalau butuh apa - apa kamu tinggal minta aja ob yang ada disini ."
" Ya om beres "
" Ya sudah om pergi dulu ,Nayra gak usah takut kalau Narendra macem - macem panggil om ok " Ujar om Lukman dengan senyuman lebar.
__ADS_1
" Iya om " Jawabku.
Kembali Narendra mengajakku ke salah satu ruangan yang sangat nyaman dimana disana ada tempat tidur dan juga sofa empuk yang tersusun rapi disana .
" Wah , bagus sekali tempat ini nyaman lagi " Pujiku .
" Papa memang orangnya sangat rapi , selain itu papa juga sangat senang sekali mengoleksi baju batik ,kamu mau tahu koleksinya sini aku tunjukkin " Ajak Narendra kesalah satu lemari yang ada disana.
" Banyak banget ,batiknya ? Batik ini ? ini punya siapa ?" Tanyaku .
" Papa ku lah Nay ,ini semua milik papa ku ,gimana bagus - bagus kan?"
" Iya bagus sekali ?" Jawabku.
" Sini lagi aku tunjukkin ,papa ku juga sangat senang sekali dengan parfum "
Narendra menunjukkan koleksi parfum yang ada di lemari kaca disampingnya ada meja hias yang sangat unik terbuat dari kayu jati.
"Jadi ruangan ini siapa aja yang nempatin?"
" Papaku aja ? Semenjak papa pergi gak ada lagi yang berani masuk kesini ?ini kali pertama ku memasukinya dengan kamu ?" Ucap Narendra .
" Kesempatan bagus ?" Batinku.
" Tapi gak papa nih aku ikut masuk ,jadi gak enak rasanya "
" Gakpapa Nay ,biasa aja "
Mataku tertuju pada sisir yang ada di meja rias ,jika tidak pernah ada yang masuk kesini kecuali papa Narendra berarti rambut yang ada di sisir itu tak lain dan tak bukan adalah milik papanya Narendra dan aku akan mengambilnya siapa tahu suatu saat nanti akan ada gunanya.
Tanpa pikir panjang aku segera mengambil sisir itu dan mengambil beberapa helai rambut yang menempel disana. kemudian memasukkannya dalam tas ku.
Narendra yang sibuk melihat buku - buku yang ada disana tak sadar dengan apa yang ku kerjakan.
***
" Selamat kamu hari ini bebas , semoga ini bisa jadi pelajaran buat kamu dan jangan sampai kamu mengulanginya lagi " Ucap polisi .
" Baik pak ,makasih ?" Ucap Van .
Hari ini Van sangat bahagia karna telah bebas karna barang bukti sudah hilang dan dianggap salah tangkap. Dengan wajah yang berseri - seri Van melangkah dengan jumawa. Disambut dengan 2 temannya yang sudah menunggu diluar.
Oknum aparat itu memandangi Van yang nampak semakin jauh meninggalkan tempat itu.
" Andai saja masalah ku tidak serumit waktu itu ,mungkin sudah kupastikan mereka bertiga akan kembali ke sel ini lagi ? "
__ADS_1