
" Dinda sejak kapan kamu ada disini " Tegur ku kala melihat Dinda yang sudah duduk dikursi teras sambil memainkan ponsel .
Sedang mobil om black langsung putar balik untuk mengantar kak Sinta pulang kerumahnya.
" Kamu sama siapa tadi Nay ?Dari mana ?" Tanya Dinda memandangi mobil om black yang sudah pergi hanya kelihatan belakangnya saja.
" Ow itu teman kerja ngajak jalan - jalan kebetulan kan hari ini sedang libur jadi ya aku manfaatkan , eh pertannyaanku belum dijawab udah lama disini ? " Ulang ku.
" Hehe ,iya lupa " Dinda terkekeh " enggak baru aja nyampek langsung duduk disini ?" Jawab Dinda menepuk pinggiran kursi yang tengah didudukinya.
" Ow ,gimana udah gak sering sakit lagi perut kamu Din ?" ujarku melihat perut Dinda yang semakin membesar . Aku pun ikut duduk disebelah Dinda dikursi kosong .
Dinda mengelus perutnya dengan lembut " Udah gak nay malah akhir - akhir ini suka gerak - gerak sendiri " Tutur Dinda .
" Masak ?coba dong aku pengen pegang boleh ?" pintaku .
" Boleh dong Nay kan kamu nanti jadi Aunty nya ."
Dengan senang hati akupun langsung berdiri dan mendekati Dinda duduk agak menunduk tanganku meraba lembut perut Dinda menunggu tingkah bayi yang ada didalam bergerak .
"Eh , iya Din gerak tuh" ujarku saat telapak tanganku menyentuh perut Dinda . " Tanganku seperti ditendang lho , sakit gak Din rasanya perut kamu kalau ditendang gini ?" Ujarku penasaran.
" Ya gak lah Nay yang ada malah geli gimana gitu gemes juga rasanya hehe " Tutur Dinda .
Semakin ke sini Dinda terlihat semakin nampak bahagia . Mungkin itu karna bawaan bayi . Wajah Dinda nampak berseri - seri .
" Nay antar aku yuk ? "
" Kemana Din ?"
" Aku mau cari susu sama perlengkapan lainnya , Sebenarnya mau ngajak Tante tapi hari ini Tante ada acara makannya aku ngajak kamu ?"
" Ow begitu bisa kok mau pergi sekarang apa nanti ?"
" Emang kamu gak capek Nay kan baru datang ?"
" Ya gak lah Din lagian antar beli susu aja kok eh nanti sekalian kita mampir dulu di cafe kan kita sudah lama gak nongkrong gimana?"
" Ya deh , aku juga jenuh dirumah aja "
__ADS_1
" Ok ,kalau gitu aku taruh tas ini dulu ya sama mau ambil kunci motor sebentar " Pamit ku
" Sip nay " Dinda mengacungkan jari jempolnya.
" Dinda kalau mau masuk dulu gak papa sini !" Teriakku dari dalam .
"Gak usah Nay aku tunggu sini aja sambil main hp "
" Ok - Ok "
Mengambil kunci motor selesai selanjutnya , mengambil motor digarasi samping kemudian langsung tancap gas pergi ke tujuan pertama membeli susu dan kebutuhan ibu hamil.
" Ini Snack banyak amat buat siapa Din ?" Tanyaku heran.
" Buat saya lah Nay , sekarang ini semenjak aku hamil rasanya tuh pengen ngemil terus gak tahu kenapa ? Makannya sekalian deh beli segini biar awet gitu " Tuturnya.
" Emang jajanan setroli penuh begini buat berapa bulan ?"
"Bulan ? Hehe ya gak nyampe lah Nay ini lho palingan 3 hari dah habis "
" Segini banyaknya 3 hari " heran ku seraya menepuk jidat ku dengan tangan " Ampun "
Saking asyiknya belanja ,kami tidak sadar kalau sudah hampir 2 jam kami muter - muter disalah satu minimarket terdekat yang ada disini Akhirnya kami memutuskan nongkrong di salah satu kedai makanan dan minuman disamping mini market.
" Nay kamu gak denger kabar tentang om jaya ?"
Uhukk ... uhukk ...
Aku tersendak minuman akibat mendengar pertanyaan dari Dinda . Pasang kuping dengan baik untuk memastikan
" Pelan - pelan Nay , kamu pasti kaget ya dengan pertanyaan ku tadi .Jujur setelah aku memiliki bayi ini aku merasa bahwa ku sangat membutuhkan om jaya ,bagaimanapun juga om jaya tetap akan selalu menjadi ayah dari bayi yang aku kandung ini . Aku cuma mau menyakinkan kembali ke Om jaya bahwa ini lah anaknya dan aku mau kita bisa bersama " Ucap Dinda memandang jalanan dengan tatapan kosong.
" Dinda , Sabar ya bukanya gimana - gimana ? memang sih orang bisa saja berubah sesuai kehendak Tuhan dan kamu juga boleh - boleh saja berharap begitu apalagi ini untuk kebaikan anakmu kelak , tapi Dinda jika orang yang kamu tunggu itu tidak pasti dan juga tidak ada itikad baik apalagi mengakui keberadaan bayi itu buat apa ? kamu capek - capek menunggu yang pada akhirnya akan sia - sia dan buang waktu saja yang ada malah tambah bikin sakit hati dan kecewa. Ibarat kamu ajak aku buat makan buah durian tapi aku gak suka dan tetap kamu memaksa ,mau bagaimanapun caranya dan usahanya akan tetap sama kamu gak akan bisa memaksa ku buat makan durian itu walaupun kamu sebenarnya sangat suka. Tapi kamu gak usah sedih Dinda meski om jaya gak ada kan ada aku , aku bisa kok jadi apapun asal kamu dan juga bayi yang ada di situ sehat selalu " Tunjukku kearah perut Dinda.
" Yakin nay? Malah jadi takut akunya jadi apa aja memang kamu mau ganti kelamin laki - laki"
Dinda meringis ketakutan.
" Eh , amit - amit jangan sampai deh aku masih normal " Sanggah ku.
__ADS_1
" Kirain ? " Jawab Dinda .
" Hahaha " Kami tertawa bersama.
Namun pertanyaan Dinda ada benarnya Dimana ya seorang jaya Kusuma sekarang berada ? Masih hidup atau sudah mati ? .
***
" Jawab yang jujur kamu dapat barang haram ini dari mana ! " Bentak polisi kepada lelaki muda berwajah ganteng berkulit putih yang sedang duduk di dalam ruangan .
Di sana hanya ada dia dan 3 polisi . yang sedang mengintrogasinya .Lelaki itu hanya bisa tertunduk tanpa berani bicara sepatah kata pun.
" Hey , jawab kenapa diam !" Bentak polisi lagi " Braakk " Polisi itu memukul meja tepat didepan lelaki itu sontak lelaki itu terperanjat kaget.
" Maaf pak ,ini identitasnya ?" Ucap polisi yang berada tidak jauh dari polisi yang mengintrogasi menyerahkan sebuah map yang berisi tentang indentitas orang yang sekarang ini berada di depannya.
Polisi itu pun segera menerima membuka map tersebut dan membacanya.
" Ow ,nama kamu senja Ilaga Pekerjaan wiraswasta status lajang, sebentar tanda tangan ini ?"
" Ada apa pak ,apa ada yang kurang ?" Tanya polisi lain.
" Tidak - tidak ,hanya saja tanda tangan ini tidak asing bagi saya "
Wajah senja Ilaga terlihat pucat pasi menelan ludah beberapa kali . Dari gestur tubuhnya bisa dilihat bahwa dia sedang panik luar biasa.
Polisi itu mendekat ke arah senja ilaga, membawa pensil ditangannya . Berbicara setengah berbisik ditelinga senja Ilaga .
" Kamu masih tetap tidak mau bicara ?"
Sleep ...
Pensil itu ditusuk dipinggang senja Ilaga dengan keras.
" Aaakhh ... ! " jerit senja Ilaga.
" Ayo katakan kamu mendapat barang ini dari mana ?" Ucap polisi itu dengan menekan pensil diarah yang berbeda pastinya dengan kuat.
"Ampun pak ... Ampun saya dapat barang itu ?"
__ADS_1