Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
54. Mungkin ini karma .


__ADS_3

Hanya mampu terduduk didepan, kamar yang bertuliskan KAMAR JENAZAH.Kaki ini berat rasanya untuk melangkah.


" Nayra kalau kamu memang belum siap,kita pergi aja dari sini ya?" ucap Wisnu.


" Gak Wisnu,aku gak mau pergi aku mau lihat Rayna untuk terakhir kalinya." ucapku.


" Ayok sini aku bantu?" Narendra membantuku berdiri memegang pundakku erat.


Kami ber empat masuk bersama. Didalam ada nampak beberapa mayat yang tertutup kain putih. Kami berjalan melewati beberapa mayat lain. Tubuhku bergetar ,nafasku mulai sesak melihat pemandangan ini. Air mataku tiba- tiba saja jatuh berhamburan.


Ruangan ini mengingatkanku pada sosok kedua orang tuaku. Betapa pahit yang kurasakan saat itu diusiaku yang baru menginjak remaja harus terenggut dengan kenyataan bahwa harus rela melepas kedua orang tuaku yang secara tiba- tiba perginuntuk selamanya.


Inalillahiwainaillahi rojiun.


ucap kami serempak saat membuka penutup dikepala Rayna.


Kami berempat tidak tega melihat jenazah Rayna yang terbujur kaku dengan muka pucat pasi. Mulut menganga dan luka sobek dikeningnya.Bawah mata dan pipinya pun lebam.


" Rayna ,kenapa bisa seperti ini? maaf kan aku Rayna " ucapku seraya menangis.


" Akibat kecelakaan jatuh malam itu , Rayna mendapat benturan sangat keras ditambah lagi saat Rayna sampai bawah perutnya tertusuk besi yang menancap ditembok." jelas Wisnu .


" Besi , kok bisa ada besi dari mana ?" ucapku kaget menoleh ke Wisnu.


" Ya papaku berencana membuat partisi dan hiasan dinding disana, baru tahap pemasangan besi- besi untuk mengatur partisi dan hiasan. Karna kami jarang dan bahkan tidak pernah memakai tangga darurat ini lagi ,jadi papa mengurungkan niatnya untuk membuat partisi itu dan besi- besi itu dibiarkan ditanam ditembok itu begitu saja." jelas Narendra.


" Haah.."


Aku tak mampu berucap kata- kata,kupandangi jenazah Rayna dengan lekat. Aku masih tak percaya dengan skenario Yang dibuat oleh sang pencipta alam.Seketika aku mengingat kejadian malam itu.

__ADS_1


Saat aku hendak menyalakan lampu tiba- tiba Maya teriak, kala itu suasana sudah mulai panik teriakan dan jeritan menjadi satu. Aku hanya melihat Maya dan Rayna sudah berguling- guling ditangga.Dan setahuku yang ada didepan itu Maya bukan Rayna . Wallahu a'lam, semua yang terjadi sudah kehendak yang diatas kita pun tidak tahu kapan akan dipanggil dan dalam kondisi apa saat kita dipanggil. Hanya bisa berserah diri,meminta kepada sang pemilik dunia ini agar kita selalu dilindungi dan di panggil dalam keadaan Khusnul khotimah.


" Tante Ninda kemana?" tanyaku.


" Tante Ninda lagi di bawa suster ke ruangan perawatan.karna kondisinya lemah sejak semalam Tante pingsan- pingsan terus.setiap dengar nama Rayna. " jelas Narendra.


" Ya Nayra ,kasian sejak semalam sampai saat ini hampir siang begini gue denger Tante Ninda masih gak mau makan dan minum. " Doni menimpali.


" Rayna,selamat jalan aku doakan semoga kamu diberi tempat yang indah disurga diberi ketenangan dan kedamaian disana? Rayna aku akan mengenang kenangan kita saat kita tertawa dan bahagia bersama, aku akan mengingat persahabatan kita Rayna ? " ucapku


Air mataku terus mengalir


***


Jenazah Rayna dimakamkan di pemakaman umum jam 10 pagi ini. Saat pemakaman itu aku memutuskan tidak ikut, karna jelas disana akan ada Tante Ninda dan aku tidak mau merusak moment terakhir Tante Ninda dan Rayna.Aku memilih berada dirumah sakit menunggu Maya .


" Maya cepat sembuh , Cepat sadar. Maya aku tahu kamu pasti mendengarku kan ? May terus berjuang bukalah matamu may disini aku Narendra Wisnu Doni teman - teman dan juga orang tuamu sangat menunggumu may , Maya semua orang disini sayang kamu may, aku mohon may bukalah mata kamu may ..bukalah..hiks hiks" ucapku terisak kupeluk tubuh Maya serta kucium kening Maya.


Monitor rumah sakit memiliki beragam kabel dengan sensor kecil di bagian ujung. Sensor ini kemudian dipasang di tubuh pasien dengan cara ditempelkan di kulit atau dijepit di salah satu jari.


Ketika sudah dipasang, sensor ini akan membawa informasi tanda vital pasien ke monitor. 


Tanda vital yang tertera dalam alat monitor ICU antara lain tekanan darah, suhu tubuh, saturasi oksigen, detak jantung, serta frekuensi pernapasan.


Beberapa jenis monitor rumah sakit bahkan mampu menunjukkan seberapa besar tekanan pada otak dan seberapa banyak karbondioksida yang diembuskan.


" Nayra bangun, Nay?"


" Iya Maya?" ucapku kaget seraya membuka mata.

__ADS_1


" Ini aku Narendra Nay ?"ujar Narendra yang berdiri disampingku.


Ternyata aku tertidur diruangan ini.


" Maya belum juga sadar ya Narendra ? " ucapku menatap lekat wajah Maya yang masih memejamkan mata.


" Sabar Nayra ,pasti Maya akan sembuh kita doakan saja, supaya Maya cepat sadar dari komanya. ini kamu makan dulu ya ,aku udah belikan kamu nasi goreng " ujar Narendra seraya memberikan nasi kepadaku.


" Terimakasih Narendra ,tapi aku belum lapar.aku taruh dimeja dulu ya ?" jawabku.


" Nayra kamu harus makan, kamu gak boleh seperti ini? makan ya ? atau aku suap oke?" bujuk Narendra.


" Ta- tapi Narendra aku belum lapar?" tegasku


" Sudah, makan ini nih aaak?" Narendra menyodorkan sendok berisi nasi didepanku.


Kami saling memandang, mata kami saling bertemu tanpa diperintah mulutku menerima suapan dari Narendra.


Akhirnya kami makan bersama seraya menunggu Maya.


" kamu gak ikut kepemakaman Rayna Narendra?" tanyaku.


" Tidak ,disana sudah ada papa yang mengurus semua. mungkin nanti baru aku kesana?Apa kamu mau ikut?"


" Eem sebenarnya ingin tapi kamu tau sendiri kan Tante Ninda ke akunya bagaimana? jadi mending gak usah lah takut nanti tambah bikin masalah lagi?" tuturku.


" iya juga sih , kadang aku heran sama Tante Ninda kenapa dia gak bisa maafin kamu padahal selama ini kan Rayna sudah baik juga kan ke kamu dan kamunya juga gitu kan. tapi gak tau dengan Tante Ninda yang masih kekeh dengan egonya gak mau maafin kamu?" gumam Narendra dengan nada kesel.


" Ya kan namanya orang beda- beda, ada yang pemaaf dan ada yang belum memaafkan? Aku juga gak tahu isi hati orang kayak gimana ? kadang saat kita melihat orang yang kayaknya sudah memaafkan kita sungguh- sungguh, tapi nyatanya dibelakang kita masih ada dendam .ada rasa iri dengki dan sebagainya. Ada juga yang seperti mencemooh kita memarahi kita ,.padahal orang itu sebenernya hanya menegur kita dengan kata- katanya.Ingin mengingatkan kita tentang kesalahan kita . Begitulah, susah nilai orang ,lihat orang yang bener- bener tulus tuh"

__ADS_1


" Ya bener banget Nay tapi kalau aku gak salah memilihmu ? ucap Narendra.


.


__ADS_2