
Aku Ninda menikah dengan seorang pengacara terkenal pada masa itu,Namanya Bimo pria tampan dan kaya. Aku sangat beruntung menjadi istrinya .
Semua yang aku mau selalu Ada . Mau mobil ,rumah dan perhiasan bahkan sebulan sekali kami selalu jalan- jalan ke luar negri.Tepat ulang tahun pernikahan Kami yang ke 2 tahun kami diberi momongan, sungguh bahagia yang kurasa menjadi double
" Kita beri nama Rayna melati putri ya ma,panggilannya Rayna gimana ma mama setuju? " tanya papa sembari menggendong putri kecil kami.
" Nama yang bagus pa ,mama setuju" ucapku.
"Permisi pak,ini sarapan buat ibukny?" ucap suster yang masuk membawakan makanan.Kemudian meletakkannya diatas meja.
" Makasih suster"
***
Hari berganti dengan cepat, kini Rayna sudah tumbuh dewasa. Rayna tumbuh dengan penuh kasih sayang dan kemewahan. Bagaimana tidak jasa papa Rayna semakin banyak yang memakai. Hingga suatu hari datanglah jaya kusuma saudara papa yang baru saja datang dari Surabaya ,dia datang membawa seorang sahabatnya yang kelihatannya orang kaya.Aku menguping didekat tangga.
" Bagaimana Bimo? Apa kamu setuju dengan tawaran kami ? ingat ini nominalnya besar lho sayang jika tidak kamu ambil lagian kamu hanya membela saja, toh lawannya juga tidak sebanding denganmu?" papar jaya Kusuma.
" Mmm,Nanti aku fikir dulu, soalnya aku belum pernah melakukan ini sebelumnya?"
"Tolong pak bantu saya ,saya tidak mau anak saya dipenjara .Apalagi anak saya baru saja dapat momongan?" laki- laki itu memohon.
"Sudah terima saja?" ucap jaya memaksa.
" Mm..ya- ya tapi kali ini saja ,aku mau bantu kalian untuk selanjutnya maaf aku takut jika dikemudian hari berpengaruh dalam karirku"
" Tenang"
Seperginya kedua orang itu, aku menghampiri suamiku yang masih duduk diruang tamu,Akupun ikut duduk disampingnya.
"Siapa pa tadi? dan ada urusan apa?"
" Oh, itu temennya jaya, dia minta tolong agar aku membantunya, tapi masalahnya aku harus membantu orang yang salah?"
" Salah bagaimana pa ?"
" Iya ,jadi anak orang tadi sudah menabrak bapak- bapak pengendara motor. Dan yang ditabrak sekarang lagi kritis dirumah sakit.Keluarga korban,tidak terima dan sudah melapor Kekepolisian .Nah anak bapak tadi gak mau dipenjara dengan alasan istrinya baru saja melahirkan anak pertamanya. Makanya bapak tadi mintak bantuan papa, agar kasusnya ditutup." tutur papa menjelaskan.
" Ya sudah pa, ambil saja kasian kan istri dan anaknya baru bahagia dengan kabar mendapat anak ,Masak harus mendapat kabar bahwa bapaknya dibui. Bagaimana coba dengan perasaan istrinya?"
__ADS_1
" Ya juga sih ma, tapi mama gak papa ? papa ambil kasus ini? " tanya papa meyakinkan.
" Ya gak apa - apa dong pa kan papa membantu?"
" Baiklah"
Membantu orang salah, apa salahnya toh hanya sekali ini, lagian aku dengar tadi nominal yang ditawarkan cukup besar, kapan lagi dapat begini? hanya mengandalkan gaji dari pemerintah mana cukup?
Semenjak papa, menerima tawaran membela orang salah, jasa papa makin maju. Dan tentunya aku dan Rayna menikmatinya.
***
Rayna mempunyai teman akrab Nayma ,kemana saja pasti selalu berdua. sudah seperti perangko jaman dulu.
Malam itu Rayna pulang ber- lari kecil menuju kamar sambil menangis ,aku yang tengah asyik menonton televisipun terheran hingga bergegas mengikutinya dikamar.
Rayna kekamar menggunakan lift ,sedangkan aku memilih lewat tangga darurat menuju kamar Rayna.
" Kamu kenapa Rayna ? siapa yang jahatin kamu nak?" tanyaku panik seraya memeluk tubuh anakku.
" Nayma ma, Nayma? Nayma jahat ma ,dia sudah menghianatiku ma, Nayma merebut orang yang kusayang ?" ucap Rayna yang masih menangis dipelukkanku.
Setelah kejadian itu mereka pun akur kembali .
Saat itu aku yang sedang berlibur dirumah saudara ku.mendapat kabar bahwa nayma telah tiada karna kecelakaan.
Setibanya dirumah aku malah menjumpai Rayna anakku sedang memutar musik kencang dengan berjoget- joget kegirangan.
" Rayna kamu tidak datang kepemakaman sahabatmu Nayma ?"
" Tidak mama ,aku malah bahagia dengan begitukan gak ada lagi yang mengambil apa yang aku suka? "
" Maksud kamu apa?
Rayna tidak mau menjelaskan apa- apa anakku hanya berkata "belum saatnya mama"
Aku makin bingung.
Hari itu membuat kepalaku sakit, papa yang tiba- tiba pulang dari kantornya. Tiba- tiba marah dan kesal,papa ketahuan menerima suapan dan papa terbukti bersalah karna membela orang salah.Dan dari perbuatannya itu papa akan dipecat secara tidak hormat.
__ADS_1
Sungguh musibah yang tak terduga.belum selesai penderitaan ku. kini bertambah lagi.
Rayna anak semata wayangku melakukan tindakan penyerangan terhadap Nayra kakak Nayma .
Disaat seperti ini kami tidak bisa melakukan apa- apa hanya bisa pasrah dan saat itu juga aku mulai membenci Nayra?
Keuangan kami makin menipis dan papa Rayna pun sakit- sakitan karna beban fikiran dan pada akhirnya papa Rayna berpulang.
" Ini gara- gara Nayra !" teriakku.
mulai saat itulah aku dan Rayna menyusun rencana membalas dendam dari menyuruh orang, menabrak Nayra dengan bantuan jaya,menyuruh preman dan memfitnah nayra.
Hingga saat ini anakku harus berkorban nyawa demi itu semua.
" Untungnya mama cari preman pinter ,jadi Rayna hanya luka sedikit? tapi sakit juga sih ?tapi gakpapa yang penting aku gak jadi mintak maaf ke Nayra ?" ujar Rayna yang tengah baring diranjang rumah sakit.
" Ya nak tapi mama kawatir juga, kamu kenapa sih gak pura- pura aja minta maaf ke Nayra? kan hanya mengucap kata "maaf " apa susahnya." ucapku
" Enggak mau mama, mama pokok harus siap siaga jika nanti aku diminta lagi untuk minta maaf ke Nayra, aku gak mau?"
" Ya beres aku akan minta tolong ke dokter kenalan mama untuk membantu kita ? kamu pura- pura saja sesak nafas dan kejang nanti selanjutnya biar mama yang urus, kamu tenang saja sayang?"
" Tapi benar ya ma , akan berhasil ?"
" Ya , mama yakin?"
Ini memang salah , caraku mendidik anak sudah terbilang sangat keliru. berawal kami terlalu memanjakan Rayna, memberi uang yang banyak tanpa tau uang itu dipergunakan untuk apa?dan mengabulkan apa saja yang ia mau.
Hingga sampai saat ini, meski anakku yang salah aku masih tetap membelanya, mendukungnya bahkan membantunya.
Demi balas dendam ke Nayra aku rela melakukan ini semua ,meski hati ini kadang merasa bersalah karna telah mencontohkan tidak baik ke anakku.
" Maafkan mama sayang mama belum bisa menjadi mama yang baik, mama belum bisa membawamu ke dunia yang baik, maafkan mama jika mama masih egois. Maafkan mama"
" Pasien kritis ?"
Aku yang mendengar itu hanya bisa tertawa diluar, betapa Bodohnya Nayra,narendra dan temannya.
" Apa mereka tidak tau kalau itu hanya akting?haha." ucapku yang masih berdiri diambang pintu.
__ADS_1