Pembelaan Nayra

Pembelaan Nayra
16.Kedatangan Tante Ninda


__ADS_3

Jalan Raya,kali ini sangat padat. Ya memang kepadatan ini sudah biasa bagi kami penduduk Jakarta.Belum lagi pagi ini hujan sangat deras mengguyur wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya.


Sabar,mungkin itu kata yang tepat untuk diucapkan saat ini,aku mencoba menaiki motor dengan cepat berharap cepat sampai dicafe tepat waktu dan setidaknya mengurangi kehujanan yang menetes halus di badan. Meski sudah memakai jas hujan air hujan dan dingin seakan tembus ketulang rusukku.Namun bukan cepat malah semakin lambat.


" Ayo....! maju dong !" suara teriakan pengemudi yang tak sabaran.


Tin...tinn..tiinn...


Bunyi klakson bersahut-sahutan,ditambah orang-orang yang memiliki sifat egois mau menang sendiri.Berteriak-teriak sesuka hati tanpa mengindahkan yang lain.


Pemandangan ini selalu aku jumpai setiap dijalanan yang macet seperti ini.Hampir setengah jam aku harus terjebak dijalan ini.


"Nay "


Aku menoleh ke asal suara,dan ternyata .


" Bos ,kok naik ojek?" tanyaku merasa heran.


"Ya mobil lagi dibengkel,tadi bocor ditengah jalan. aku numpang kamu ya?" ucap Narendra yang langsung membayar ojek dan langsung naik ke motor Nayra.


" Eh... tapi bos "ucapku merasa tak enak bisa dibilang agak sungkan.secara dia bos, aku hanya bawahan,tapi tidak mungkin juga aku menolak ucapan bos.


"Ayok jalan"ucap Narendra.


" Gak apa -apa ini bos? serius mau naik motor ini"Ucap ku masih tidak percaya.


"yakin lah sudah jalan,kasian orang yang dibelakang tuh.Eh tapi jangan baper lho aku ikut kamu begini" ucap Narendra seraya memegang pundak ku.


"Haduh mulai deh bos,siapa juga yang Baper biasa aja kali."ucapku yang terus fokus kedepan dan mulai menjalankan motorku.


Rasanya pengen aku turunin nih orang,sudah numpang masih juga kePDan,kalau gak bos boro-boro aku mau ngajak yang ada aku suruh ngojek aja lagi.


Sepanjang perjalanan kami hanya diam,akupun fokus dengan jalanan yang begitu rame dengan pengendara lain.


***


"Sudah sampai"ucapku.

__ADS_1


"Cepat sekali"


"Apa ?"


"Tidak ini jam"ucap Narendra yang melihat jam tangannya.


"Ooow"


"Besok lagi ya kalau ketemu dijalan"


" memang mobil bos rusak parah? bukannya tadi hanya bocor " ucapku dengan menyipitkan mata.


"Ya tapi katanya ada yang rusak bagian mesinnya juga"


" Ok gampang bos"


" Sip "ucap Narendra seraya melangkah meninggalkan parkiran.


"Bos yang aneh,kadang cuek kadang baik kadang bikin jengkel.Hari ini juga sangat aneh gak ada bilang terimakasih langsung pergi saja ."


"Oh...itu tadi gak sengaja pak Ujang saya ketemu dijalan katanya bos mobilnya lagi bocor,jadi bos ikut nebeng gitu" ucapku seraya melepas hlm dari kepalaku.


"O...begitu tapi Non Nayra sama pak bos sangat serasi,kayak orang pacaran hehe" ucap pak Ujang terkekeh.


"Ah... Pak Ujang ini ada-ada saja,udah pak misi masih ada tugas banyak"


"ciie...non Nayra ini,kalau pun jadian juga gak apa-apa non pak Ujang mah setuju."


"Ya pak Ujang makasih bwanget za ..hehe." aku langsung meninggalkan parkiran,menuju cafe dimana kerjaan pasti sudah stay menungguku.


Sampai didalm,semua karyawan berbisik-bisik dan melihatku dari atas hingga bawah. "Apa ada yang salah dengan pakaianku?" aku melihat bajuku sendiri dan tak ada kotor dan aneh menurutku.hingga aku mendengar dari salah satu karyawan yang berbincang dengan temannya dengan agak keras,akupun bisa mendengar.


"Eh itu Nayra cari perhatian sama bos, padahal bos kan orangnya susah.tidak sembarang orang bisa dekat dengan bos ,aku saja yang senior susah dapat perlakuan manis dari bos yang ada bentak-bentak terus kalau ngomong,serba salah. Lha ini Nayra dengan gampangnya bikin bos takluk apa Nayra pakai pelet? " ucap karyawan yang mengelap meja dengan temannya yang juga mengelap meja disampingnya.


" Iya aku juga heran apa Nayra pakai pelet apa ya?"teman satunya menimpali.


"Hey..! kalian berdua kalau ngomong dijaga,pelet- pelet asal nuduh sembarangan." ucapku.

__ADS_1


Tak tahan rasanya mendengar fitnah,yang terlontar dari mulut-mulut ghibah sesama karyawan disini. Mereka pikir aku cewek kegat*lan seperti mereka,yang akan mengejar pria yang dicintainya hingga dapat dan tak putus asa.kalau mah tidak menurutku kalau sudah jodoh gak akan kemana dan gak perlu mencari sampai kelubang semut.


"Kenapa diam? tadi aja ngomongin aku begitu serunya sampai-sampai tak lihat kalau meja tuh sudah bersih." aku menunjuk meja yang sudah bersih dan mengkilat dari yang lain." memang begitu ya enaknya ghibahin orang sampai -sampai lupa dengan apapun hehe" aku terkekeh melihat karyawan itu hanya diam menundukkan kepala saling melempar pandang ke temennya.


"permisi, Oya kalau mau lanjut ghibahin aku lagi silahkan haha" Aku melangkah pergi dan bersiap-siap dengan tugas-tugasku.


Seperti biasa hari inipun rame dengan pengunjung,sampai-sampai aku kwalahan menjamu para tamu. Karyawan lain memang ada tapi para tamu lebih memilih aku yang mengantarkan pesanan ke meja-meja para tamu.


"Masih,banyak ?"Wisnu bertanya.


"Ya lumayan sih,sudah hampir selesai kok?" ucapku yang membawa pesanan pengunjung.


"Apa perlu aku bantu?"


"Udah makasih sudah tinggal sedikit masih bisa diatasi,lagian cuma bawakan minuman saja"


"Okey kalau butuh bantuan jangan sungkan ya bilang ke aku"


"Ya beres"


Setelah jam istirahat selesai kamipun melanjutkan tugas-tugas,seperti membersihkan bekas piring dan gelas yang masih tertinggal dimeja. Kami melakukan pekerjaan ini bersama karyawan lainnya.dengan begini maka tugas menjadi ringan dan cepat selesai.seperti kata pepatah berat sama dipikul ringan sama dijinjing.


"Nayra ...!" suara keras terdengar di telingaku,suaranya tak asing,ditelinga ku. Aku yang tadinya sibuk dengan pekerjaanku, kuhentikan sejenak mengedarkan ke asal suara.


"Tante Ninda ?"


Aku tak percaya akan kedatangan Tante Ninda ke cafe tempatku bekerja.dari mana Tante tau aku bekerja diCafe ini,pasti dari Rayna tapi kenapa datang kesini? pertanyaan demi pertanyaan berkecamuk jadi satu dihatiku.


"Nayra kamu harus tanggung jawab,gara -gara kamu Rayna anakku harus menderita dipenjara?"Tante Ninda menghampiri ku lalu mendorongku dengan keras untung dibelakang ku ada kursi, kalau tidak mungkin tulang ekorku akan patah,akibat dorongan yang keras dari Tante Ninda.


" Gara-gara kamu Rayna anakku menjadi depresi ! kamu memang orang jahat Nayra jahat !" Teriak Tante Ninda,hingga membuat semua pengunjung dan karyawan memusat pada kami.aku hanya diam menyimak dan menerka-nerka apa yang sebenarnya terjadi pada rayna?Hingga Tante Semarah


ini padaku.padahal sebulan lebih sudah berlalu dan kemarin baik-baik saja.


"Ingat Nayra aku tidak akan membiarkan hidupmu bahagia.ingat itu ! ucap Tante Ninda dengan sumpah serapahnya.


"

__ADS_1


__ADS_2