
Seminggu berlalu, kerjaku kini semakin tidak fokus potongan baju itu dan siapa sebenarnya Seno itu . Jika dilihat dari foto potongan baju itu persis dengan yang dipakai Om black tapi waktu kejadian baju om Seno juga sobek . Begitu sulit rasanya memecahkan masalah ini apa lagi ini menyangkut orang dua yang sama - sama memiliki latar belakang yang sampai saat belum ada yang tahu bahkan pak Bobi pun hanya mengenalnya lewat sosial media . Karna dirasa akrab dan nyaman akhirnya menjalin hubungan dan dianggap seperti keluarga sendiri .Hanya bisa berdoa agar Allah bisa memberi jalan dan kemudahan membuka siapa sebenarnya orang dua ini. Rasa ini mengingatkanku pada hari dimana aku yang berhasil mengungkap siapa orang yang telah mencoba menabrak ku waktu itu ,kenangan itu seolah berputar lagi dengan
sangat jelas dimana Dinda yang menelvon bosnya yaitu jaya Kusuma yang sekarang malah menghamilinya dan lari begitu saja itu dengan santainya duduk dikursi kantornya . Ketika itu juga jaket yang dikenakan tidak sengaja tertangkap kamera ponsel saat itu dan lagi - lagi aku ditunjukkan lewat ponsel bedanya kali ini ponsel milik Sinta rekan kerjaku saat ini.
"Nayra "
panggil kak Sinta .
" Ya kak sin ada apa ?"
" Kamu sudah dapat chat watshap dari om blac belum?"
"Chat apa kak ?"
Mengerutkan kening Seraya mengambil ponselku yang ada di saku bajuku .
" Udah cek aja ?" pinta kak Sinta .
Segera ku nyalakan ponselku dan disana terdapat 2 pesan dari Narendra dan yang satu nomor baru .
Pesan pertama dari Narendra berisi " ( bisa ketemuan ??) " .
"( Bisa kapan? )" balasku.
Pesan yang kedua datang dari nomor yang tidak ku kenal.
"( Malam Nayra ini saya om black, Langsung ke topik saja hari Minggu nanti rencana om dan Sinta mau ke tempat yang kamu lihat kemaren kalau Nayra bersedia hari Minggu nanti om jemput dengan Sinta ) "
" ( Ya bisa om)" balasku tanpa berfikir.
" Gimana ada tidak ?" Tanya kak Sinta seraya menyenggol menepuk tanganku.
" Iya kak sin ada kok ini baru aja, aku bersedia kok ikut kesana " ku perlihatkan ponselku ke hadapan kak Sinta.
" Sip, ya udah lanjut kerja lagi gih ,aku juga mau nerusin kerjaku da Nayra " Ucap Sinta ramah dengan senyuman lebar dibibirnya seraya pergi dari hadapanku.
__ADS_1
Ku balas dengan senyuman juga. kemudian berbalik badan dan meneruskan kerjaanku yang sempat tertunda.
" Nayra Sinta kesambet ya ?" Ujar Nisa yang tiba - tiba datang menghampiriku.
" Haha ... maksudnya kesambet ?" balikku bertanya.
" Ya heran aja gitu semenjak kamu nganter kak Sinta kemaren kalian jadi makin akrab .Biasanya kan kak Sinta paling gak suka sama kamu ?"
" Hehe ... ya bagus lah berarti ada peningkatan Nis "
" Apa kamu habis guna - guna kak Sinta nay ?" Nisa mendekatkat kan wajahnya ke wajahku dengan nada setengah pelan.
" Eh, ngawur aja kamu Nis ya gak lah ngapain guna - guna kak Sinta kayak gak ada kerjaan aja dari pada aku guna - guna kak Sinta mending guna - guna cowok ganteng bisa bikin seneng "
" Ya juga sih ya ?"
" Heh ... Nisa ,Nayra kerja malah ngobrol !" teriak Sinta dari kejauhan.
Kami pun langsung pergi begitu saja .Kembali mengerjakan tugas masing - masing .
Jam pulang tiba. Aku yang berada diparkiran motor melihat Narendra dengan motor Honda All New CBR 150R keluaran terbaru dengan tampilan striping baru yang terlihat sporty dan agresif. Motor ini dibekali mesin 150 cc 4 silinder DOHC yang ditunjang transmisi manual 6 kecepatan. Motor Honda ini sanggup menghasilkan tenaga 12,6 kW. Narendra yang sudah bertengger diatas motornya dengan memeluk helm di depannya seraya melambaikan tangan ke arahku. Menungguku di pinggir pagar toko .
" Itu cowok kamu Nay ?" Tanya kak Sinta .
" Ganteng banget " Nisa menimpali .
" Heum keren bawanget " Mila ikut berkomentar.
Aku hanya bisa menggelengkan kepala melihat ekspresi ketiga perempuan yang ada di sampingku ini.
" Ehem , bukan "
" Apa bukan ?" Jawab mereka serempak.
" Nay itu ganteng banget , kalau gitu buat aku aja ya ?" Ucap Sinta dengan senyum - senyum seraya ******* - ***** tanganku.
__ADS_1
" Lalu pacar kak Sinta ?" Nisa menimpali sedangkan Mila mengangguk .
" Iya - iya sayangnya aku udah punya pacar cina kalau belum pasti sudah aku sikat deh "
Narendra terlihat sibuk dengan ponselnya tak berselang notif dihpku berbunyi .
Ting ...
Segera ku buka chat yang masuk .
"( Bisa keluar sekarang ,makan sore )" pesan dari Narendra dengan emoticon senyum dibelakang.
Ku ketik pesan itu dengan segera " ( Ya bisa ,ini bentar lagi kesitu , memang mau kemana ?) " pesanku terkirim .Namun tidak ada balasan saat kulihat Narendra dia hanya tersenyum .Sungguh aneh .
" Ya udah ya kak , Sinta,Mila ,Nisa aku pergi dulu ya ada urusan penting "
" Ya hati - hati ya ?" Jawab kak Nisa.
" Daa ... " Ucap mereka.
***
" Ada apa ndra kamu ngajak aku kesini ? Bagus lagi tempatnya " Aku mengawali obrolan .
DAri semenjak kami datang Narendra hanya diam , Narendra mengajakku ke resto dengan pemandangan menghadap lautan . Disini juga sepi hanya ada tamu satu dua . Kebanyakan orang yang datang kesini memilih di resto bagian bawah karna disana lebih rame.
" Narendra , halo ... kamu kenapa sedih ?" Tanya ku lagi ,kala melihat Narendra yang menundukkan wajah dan mengusap wajahnya kasar tanpa berani melihatku .
" Nay kenapa kamu masih baik ? Kenapa kamu gak berusaha menjauhiku kenapa kamu masih bersedia menerima ajakan ku ? Kenapa kamu gak bilang dari awal kalau papaku yang sudah menyebabkan adikmu pergi ? Kenapa kamu sekuat itu Nay menyembunyikan masalah besar ini dan terus berdiri disamping orang yang sudah mencelakai adikmu ?Kenapa kamu masih baik terhadapku padahal kamu tahu papa ku lah yang membuat adikmu pergi untuk selamanya ?" Ucap Narendra yang tiba - tiba menatapku.
" Narendra , terkadang kita itu sebagai manusia. sudah ditakdirkan hidup berdampingan dengan apa yang kita tidak mau, kita tidak suka dan kita takuti semakin kita menjauh maka apa yang kita takuti atau kita tidak suka itu malah akan sering datang di kehidupan kita. Contohnya saja aku paling tidak suka dengan anjing karna takut digigit tapi nyatanya di samping cafemu malah ada anjing 3. ya kan "
" Tapi Nayra ini masalahnya bukan tentang katakutan atau tentang ketidaksukaan tapi ini tentang hatimu , Aku saja yang laki - laki bisa rapuh saat keluarga ku disakiti apa lagi ini adikmu sendiri Nayra ? Aku gak bisa membayangkan ?Nayra kamu boleh menghukumku jika dirasa perlu untuk mengobati sakit hatimu kepada papaku ? "
" Heemmm , Narendra gak semua kesalahan orang tua itu harus anak yang menanggung ,ada kalanya sebagai orang tua itu juga harus tahu kesalahannya sendiri ,bisa merasakannya dan bisa memperbaikinya kalaupun gak bisa ada Sang pencipta yang akan mengingatkannya."
__ADS_1
Bukan kamu Narendra yang harus membayarnya tapi papamu sendirilah yang harus merasakannya.