
“Kita istirahat terlebih dahulu di sini, persiapkan diri kalian sebaik mungkin sebelum mengurus apa yang menjadi tujuan kita kemari!!!" seru orang paling sepuh yang memimpin dengan jubah petinggi sekte Pedang Corak, Tang Jiri namanya.
“Baik!!!" Seruan dari mereka yang dipimpin olehnya berkata serempak.
Sesaat yang lain memutuskan untuk beristirahat, Tang Jiri memanggil sekitar tiga orang dengan kekuatan tertinggi di antara mereka yang dipimpin olehnya, ketiga orang tersebut merupakan patriak dari tiga sekte yang menjadi bawahan sektenya.
Sekte Tanda Pedang, sekte Ragam Pedang juga sekte Warna Pedang. Ketiga patriak sekte itu memang Tang Jiri panggil sendiri untuk membantu apa yang ingin dilakukannya di puncak bukit tersebut.
“Hormat kami, Wakil Patriak Jiri!!!" patriak dari ketiga sekte tepat setelah sampai di hadapan Tang Jiri yang membawa identitas wakil patriak sekte atasan mereka.
Tang Jiri hanya mengibaskan tangannya mengisyaratkan mereka agar tidak berlebihan, sebelum menunjuk salah satu dari mereka untuk mendekat ke arahnya.
Patriak sekte Tanda Pedang maju mendekat, duduk berlutut di hadapan Tang Jiri, coba dirinya dengarkan apa yang ingin Tang Jiri bicarakan padanya.
“Sekte Tanda Pedang, seingat ku kalian mengirim murid Utama kalian untuk mengikuti turnamen perebutan undangan di kota Dahan Gugur. Apa kalian melakukan segalanya sesuai dengan apa yang aku suruh ketika masalah tiba-tiba pecah di sana?" tanya Tang Jiri.
Patriak sekte Tanda Pedang sempat ragu sebelum mengangguk, dirinya mengerti apa yang Tang Jiri bicarakan, itu adalah kejadian yang membuat sekte nya menerima sangsi dari kekaisaran.
“Bagus, aku juga telah mendengar kabarnya kalau kekaisaran tidak melepaskan kalian dengan mudah. Meski begitu tidak perlu risau, berkatmu sekte Pedang Corak tidak ikut terseret sehingga sudah aku pertimbangkan untuk memberi sekte mu imbalan," ucap Tang Jiri, menyinggung baiknya patriak sekte Tanda Pedang mengurus semua hal tersebut hingga sekte Pedang Corak bisa lepas tanpa dicurigai sedikitpun sebagai pihak yang ikut terlibat.
“Itu sudah kewajiban untuk diriku melindungi nama baik sekte Pedang Corak. Meski begitu, aku akan sangat hargai pemberian Anda, Wakil Patriak Jiri." Patriak sekte Tanda Pedang dengan senyum lebar, jelas inilah yang ditunggu olehnya sejak lama.
Tang Jiri sempat terpaku mendengar ucapan patriak tersebut sebelum tertawa keras, jujur sedikit tidak menyangka patriak sekte Tanda Pedang akan seterang-terangan itu menunggu imbalan dari apa yang telah sekte mereka lakukan.
Di tengah pembicaraan antara Tang Jiri dengan patriak sekte Tanda Pedang, dua patriak sekte bawahan lain yang mendengarkan hanya terdiam dengan ekspresi penuh kecemburuan.
__ADS_1
Tang Jiri yang menyadari hal tersebut dengan segera memanggil keduanya mendekat, keduanya dengan segera berlutut dihadapan Tang Jiri serupa dengan apa yang tengah dilakukan patriak sekte Tanda Pedang.
“Untuk kalian berdua jangan berkecil hati, bantu aku dengan baik mendapatkan Bunga Kehidupan maka kalian juga akan mendapat imbalan tidak sedikit setelah ini," ucap Tang Jiri pada masing-masing dua patriak tersebut.
Wajah dua patriak segera berubah senang, setelahnya mengangguk mengerti sebagai tanda mereka akan sungguh-sungguh membantu Tang Jiri.
“Bunga Kehidupan, jika sekte Pedang Corak berhasil mendapatkannya maka hanya perlu menghitung waktu hingga sekte Pedang Corak berubah menjadi sekte Besar," ucap Tang Jiri melanjutkan.
Ketiga patriak sekte bawahan segera melemparkan pujian serta dukungan tanda mereka ikut senang, sebab itu berarti sekte yang mereka putuskan untuk layani akan bertambah semakin kuat jika itu benar terjadi.
“Aku suka semangat kalian, sekarang cepat beritahukan pada setiap orang yang ikut kalau kita akan segera bergerak. Aku tunggu jika kalian telah siap," ucap Tang Jiri pada ketiganya.
Ketiga patriak dengan segera undur diri dari hadapan Tang Jiri, guna memberitahukan pada anggota sekte mereka apa yang Tang Jiri telah sampaikan.
Di tengah persiapan ketiga sekte tersebut, Tang Jiri segera terdiam tampak termenung memikirkan sesuatu.
Secarik surat itu sendiri berisi informasi seseorang yang telah dipastikan sebagai dalang dari cacatnya dua dari empat murid Utama sekte Pedang Corak, kebetulan nya dua dari keempat murid Utama yang cacat itu merupakan murid langsung dari Tang Jiri itu sendiri.
Membuat Tang Jiri ingin sekali menemui Tang Pei yang merupakan adiknya, untuk memastikan lebih jelas kebenaran dari isi surat tersebut.
“Pemuda bernama Hao Zhao, aku tidak peduli meski kau bagian dari sekte Lentera Harta sekalipun. Aku pasti akan menemukanku untuk membalas apa yang telah kau lakukan pada dua murid ku, sebelum itu ... biar aku selesaikan dulu tugasku di sini," gumam Tang Jiri yang sesaat setelahnya berdiri, sebab di hadapannya puluhan orang sudah begitu siap menerima perintah darinya.
Di samping Tang Jiri juga tiga sekte bawahan yang tengah begitu siap mengamankan Bunga Kehidupan, mereka tidak menyadari kehadiran orang yang tidak akan sekalipun mereka sangka-sangka.
Di balik semak yang tumbuh cukup tinggi juga lebat tidak jauh dari sana, Hao Zhao juga Li Chen tengah terus memperhatikan dengan senyap.
__ADS_1
“Hei, jika tidak salah kau pernah memberitahu padaku kalau namamu adalah Hao Zhao kan?" tanya Li Chen tiba-tiba.
Hao Zhao yang kedua bola matanya tengah terfokus pada Tang Jiri hanya mengangguk saja, seraya memfokuskan pendengarannya untuk mendengar lebih jelas lagi apa yang tengah terdengar di sana.
“Wah, kau telah melakukan hal buruk apa hingga Tang Jiri bisa tampak memiliki dendam kesumat padamu?" tanya Li Chen, sempat mendengar gumaman Tang Jiri sebelumnya.
Hao Zhao sempat terdiam, mencoba mengingat semua yang telah terjadi antara dirinya dengan sekte Pedang Corak sebelum mengatakan sesuatu dengan santainya,“ Hanya membuat kedua murid Utama mereka kehilangan satu tangan juga menghabisi tetua Tertinggi sekte mereka, bukan sesuatu yang perlu dibesarkan sebenarnya."
Li Chen segera tersentak setelah mendengar hal tersebut, hanya bisa menatap Hao Zhao penuh tanda tanya dirinya mempertanyakan arah jalan pikiran Hao Zhao.
“Apa kau bahkan tidak tau jika Tang Pei merupakan adiknya? Jika aku merupakan Tang Jiri, mungkin sudah aku buru kau hingga ujung dunia sekalipun," ucap Li Chen yang entah mengapa ikut kesal, sebab Hao Zhao yang mengucapkan hal tersebut dengan kesan seolah apa yang dilakukannya bukan sesuatu yang perlu dipermasalahkan.
“Oh, aku tidak peduli lagipula. Di samping itu, apa kau juga memiliki pikiran yang sama denganku?" tanya Hao Zhao dengan senyum seringai yang perlahan muncul diwajahnya.
“Pikiran apa itu, apa aku boleh tau?" tanya balik Li Chen yang tidak terlalu mengerti.
“Terkait Bunga Kehidupan, aku rasa aku bisa memberi saran terkait rencananya," ucap Hao Zhao pelan.
“Saran? Kau tidak perlu melakukannya, karena rencananya sudah aku miliki," Li Chen yang tiba-tiba tersenyum lebar.
Hao Zhao juga Li Chen hanya saling menatap dalam diam cukup lama, keduanya seolah memiliki pikiran yang sama terkait hal tersebut.
“Membiarkan mereka membuat binatang spiritualnya kelelahan sebelum kita muncul untuk menyelesaikannya ...."
Hao Zhao dan Li Chen setelahnya hanya bisa tertawa geli, ketika setiap detail ucapan secara bersamaan mereka lontarkan antara satu sama lain dan itu senada.
__ADS_1
“Meow?" Cang yang seperti menatap keduanya tidak percaya, seolah mempertanyakan sejak kapan keduanya bisa menjadi kompak seperti itu.