Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Menyusup Ke Dalam Kediaman Keluarga Gang


__ADS_3

Malam telah datang ketika Hao Zhao baru ingin keluar dari bangunan Lentera Harta, di mana Hao Zhao memiliki keinginan untuk cepat mengurus keluarga Gang agar dirinya bisa cepat meratakan markas bandit setelahnya.


Hao Zhao tidak tau memang kapan para bandit itu akan kembali mengirim anggota mereka untuk menjarah desa-desa disekitar sana, belum lagi fakta kalau banyak bandit telah mati di tangan Hao Zhao juga pasti telah sampai ke telinga pemimpin mereka.


“Para bandit itu tidak akan diam saja," ucap Hao Zhao seraya pergi keluar dari kamarnya.


Hao Zhao baru ingin menuruni tangga ketika pintu salah satu ruangan tiba-tiba terbuka, di mana itu merupakan ruangan milik Yue Yie di mana gadis yang sama juga telah ada di sana dengan wajah lesu nampak baru terbangun dari tidurnya.


“Tuan Muda Zhao? Anda ingin kemana?" Yue Yie terkejut, tidak menyangka akan langsung disambut oleh Hao Zhao sesaat dirinya keluar ruangan.


“Hanya ingin mengurus masalah yang memang ingin aku selesaikan saja, apa tidurmu nyenyak?" Hao Zhao mengingat Yue Yie yang seperti begitu kelelahan hingga bisa tertidur dalam duduknya.


Yue Yie terkejut mendengar itu, wajahnya memerah sebelum berkata, “Ba— bagaimana Tuan Muda Zhao bisa tau?"


“Aku tidak sengaja melihatmu terlelap ketika aku datang ke ruanganmu, hanya itu." Hao Zhao tidak merasa ada yang aneh dengan hal itu hingga bisa membuat Yue Yie begitu gugup seperti sekarang.


“Ada hal seperti itu ...."


Hao Zhao hanya bisa menatap Yue Yie dalam diam, sebelum menyentuhkan telapak tangannya ke arah dahi Yue Yie untuk memeriksa apakah Yue Yie tengah sakit atau apa hingga wajahnya bisa demikian merahnya.


“Ap— apa yang kau lakukan Tuan Muda Zhao?" Yue Yie dengan wajahnya yang semakin merona, tidak sama sekali siap dengan bagaimana Hao Zhao bertindak.


“Tidak, aku hanya penasaran apa kau sakit atau apa hingga wajahmu berubah demikian merahnya." Hao Zhao bertanya-tanya.


“Aku baik-baik saja ...."

__ADS_1


Yue Yie tanpa banyak bicara segera kembali memasuki ruangannya, meninggalkan Hao Zhao yang nampak bingung melihat betapa aneh Yue Yie bertingkah.


“Dirinya mungkin butuh lebih banyak istirahat?" Hao Zhao sebelum menggeleng pelan, di mana memilih menghiraukan saja keanehan Yue Yie dengan segera pergi dari sana.


Hao Zhao segera menuju pusat kota tempat kediaman keluarga Gang berada, tidak berpikir bisa terus membiarkan penguasa kota itu bertingkah seenaknya.


Memang sudah sama sekali tidak ada hal yang Hao Zhao khawatirkan sekarang, lukanya telah sembuh sehingga Hao Zhao kini tidak perlu lagi ragu untuk mengeluarkan setiap jurus yang dimilikinya jika itu diperlukan.


Setiap jurus yang Hao Zhao pelajari dari buku Bela Diri Harimau Surgawi memang merupakan jurus-jurus tingkat tinggi, di mana untuk menggunakan jurus-jurus itu diperlukan begitu banyak tenaga dalam yang jelas tidak bisa Hao Zhao lakukan saat dirinya dirinya masih terluka.


Hal ini pulalah yang mendasari alasan untuk Hao Zhao memutuskan kembali siang tadi, di mana hal tersebut dikarenakan penggunaan jurus tatapannya yang memakan begitu banyak tenaga dalam membuat Hao Zhao tidak ingin kejadian serupa saat dirinya berhadapan dengan Yang Gao terulang.


Bukan kalah karena musuh tetapi kalah karena diri sendiri amat memalukan menurut Hao Zhao, di mana Hao Zhao sekarang tidak memiliki kekhawatiran untuk hal sejenis dapat kembali terjadi.


“Gang Dalan, ini akhir dari setiap perbuatan burukmu." Hao Zhao dengan wajah datar, menatap kediaman keluarga Gang yang ada tidak jauh di depannya cukup lekat.


Di tambah orang yang sama bahkan diketahui Hao Zhao merupakan penyokong para bandit untuk membuat teror di desa-desa sekitar, kedua hal ini sudah cukup membuat Hao Zhao memiliki keinginan untuk membiarkan Gang Dalan merasakan apa itu kematian paling menyakitkan.


“Sekarang waktunya kematian datang kepadamu," ucap Hao Zhao sebelum melompat tinggi menuju kediaman keluarga Gang.


Hao Zhao segera mendarat di atas tembok yang mengelilingi kediaman itu, di mana segera Hao Zhao lihat sudah ada cukup banyak penjaga berkeliling baik di bagian dalam ataupun luar kediamannya.


Hao Zhao tidak merasa memiliki urusan dengan para penjaga lebih memilih menghiraukan mereka, ingin menemui langsung Gang Dalan saja agar urusannya bisa cepat selesai.


Hao Zhao dengan langkah cepat berhasil memasuki bagian dalam kediaman, kecepatan gerak Hao Zhao yang begitu tinggi membuat para penjaga tidak bisa menyadari kehadiran Hao Zhao di sana.

__ADS_1


Hao Zhao yang bisa bergerak leluasa dengan segera dapat menemukan di mana sekiranya Gang Dalan tengah berada, yang mana merupakan salah satu kamar besar yang ada di lantai pertama kediaman itu.


Pintu kamar itu sendiri nampak sedikit terbuka sehingga Hao Zhao bisa melihat isi di dalamnya, di mana di sana tengah ada Gang Dalan yang terbaring dengan dua orang lain nampak tengah berbincang begitu serius.


Satu orang selain Gang Dalan Hao Zhao kenali sebagai kepala penjaga yang siang tadi juga sempat bertemu dengannya, di mana satu orang tersisa jika dilihat dari penampilannya lebih menyerupai seorang tabib menurut Hao Zhao.


“Apa? Bagaimana bisa kau tidak mengetahui apa yang terjadi padaku?!" Gang Dalan dengan ekspresi tidak terima pada seseorang yang ada di samping kepala penjaganya.


“Tuan Besar Dalan, aku sudah berusaha semampuku untuk mengenali apa yang terjadi padamu," ucap pria itu yang tidak lain merupakan seorang tabib, di mana tabib itu di undang oleh Gang Dalan untuk membantu memeriksa terkait apa yang terjadi pada tubuhnya.


“Jadi kau mengatakan aku baik-baik saja? Apa masuk akal kau mengatakan itu setelah aku muntah-muntah di hadapan begitu banyak orang? Apa masuk akal kalau aku baik-baik saja tetapi hilang kesadaran tanpa sebab yang jelas?" Gang Dalan jelas tidak puas dengan hasil pemeriksaan sang tabib, berpikir semua hal itu sama sekali tidak masuk akal untuk dapat terjadi jika dirinya tidak memiliki penyakit apapun.


“Tetapi Tuan Besar Dalan, begitulah memang adanya. Aku tidak sama sekali menemukan penyakit yang menjangkit tubuh Anda atau penyakit yang tengah tubuh Anda derita," ucap tabib, mulai bingung sendiri harus menjelaskannya dengan bagaimana agar Gang Dalan mau mengerti.


“Haha, sial. Kau, cepat eksekusi tabib gadungan ini!" Gang Dalan memerintahkan kepala penjaganya untuk menghabisi tabib itu sekarang juga.


“Baik, Tuan Besar Dalan." Kepala penjaga tanpa ragu segera menarik pedangnya untuk ditebaskan pada tabib tersebut.


Tabib yang menyadari hal itu dengan segera merasa panik, tidak berpikir memeriksa kondisi pasienlah apa yang akan menjadi alasan kematiannya setelah menjadi tabib cukup lama.


“Sampah, kenapa tidak kau saja yang dieksekusi?" Hao Zhao dengan pedangnya segera menghalau tebasan pedang kepala penjaga pada tabib yang nampak sudah begitu pasrah pada hidupnya.


Kepala penjaga menyadari kehadiran Hao Zhao dengan segera merasa terkejut, begitu pula dengan Gang Dalan yang tentu masih ingat betul siapa pemuda yang siang tadi berani ikut campur pada masalahnya.


“Ap... apa aku selamat?" Tabib seraya meraba-raba tubuhnya, memeriksa apakah ada luka yang tergores di sana.

__ADS_1


“Pergi dari sini kalau kau masih ingin terus selamat," ucap Hao Zhao pada tabib tersebut, sebelum menatap Gang Dalan juga kepala penjaga dengan tajam.


Sempat menatap keduanya dalam diam, Hao Zhao akhirnya berkata, “Jadi ... apa kalian sudah siap aku eksekusi?" Hao Zhao dengan senyum menyeringai.


__ADS_2