
Dua ketua bandit yang merupakan pendekar Pemurnian tahap Tinggi, begitu terheran melihat dua ketua lain yang telah mati setelah menghadapi Hao Zhao tidak berapa lama.
Hampir tidak ada banyak pertukaran serangan dan dua ketua tersebut sama sekali tidak mampu bertahan, hal itu membuat dua ketua yang tersisa mulai ragu untuk mengambil tindakan.
Hao Zhao menyadari hal itu setelah melihat ekspresi dua ketua tersisa, di mana hanya menyeringai kecil saja Hao Zhao setelahnya.
“Hey, jangan banyak berpikir ketika pertarungan sudah ada di hadapan kalian," ucap Hao Zhao pelan, sudah ada di hadapan dua ketua tersisa dengan pedang di tangannya.
Dua ketua itu sendiri tentu tidak hanya diam saja, mereka memang terkejut menyadari kemunculan Hao Zhao di hadapan mereka yang begitu tiba-tiba, meski begitu mereka masih memiliki waktu untuk bereaksi pada pergerakan Hao Zhao tersebut.
Dua ketua segera melompat mundur keluar dari jangkauan pedang Hao Zhao, mengangkat kapak di tangan mereka, segera keduanya serang balik Hao Zhao dengan kapak tersebut.
Ayunan dua kapak mulai mencoba menggapai leher Hao Zhao dari dua arah berbeda, Hao Zhao menanggapi hal itu begitu tenang dengan hanya mengambil satu langkah mundur membuat dua kapak itu beradu antara satu sama lain.
Ctankkk!!!
Dua ketua sempat terlempar ke samping sebab teradunya dua kapak yang mereka genggam, di mana hal tersebut tentu membuat keduanya kesal berpikir Hao Zhao tengah mencoba mempermainkan mereka.
“Kalian malah sibuk menyerang satu sama lain? Kenapa tidak sekalian membunuh satu sama lain saja dengan kapak kalian itu?" tanya Hao Zhao dengan senyum sinis.
Dua ketua segera menggertakan gigi mereka, tidak menjawab ucapan Hao Zhao, segera mereka terjang Hao Zhao sekali lagi dengan kapak yang secara bersamaan mereka ayunkan.
“Oh, kalian memilih fokus? Itu bagus, aku jadi tidak perlu repot mengoceh seperti ini lagi kalau begitu," ucap Hao Zhao sebelum balik menerjang keduanya, tidak sama sekali ragu walau harus berhadapan dengan keduanya sekaligus.
Hao Zhao dengan pedangnya segera mencoba menyerang kedua ketua bandit itu, di mana dua ketua bandit juga tengah melakukan hal serupa dengan kapak mereka.
“Perasaan aneh ini akhirnya mulai muncul lagi setelah sekian lama ..." Hao Zhao di tengah detak jantungnya yang berdetak cukup cepat, sebab terpacu akan situasi yang tengah terjadi.
Meski Hao Zhao hampir selalu menolak mengakuinya, dirinya paling merasa senang ketika ada di tengah pertarungan bahkan semenjak awal dirinya menjadi pendekar.
Hao Zhao selalu memiliki perasaan aneh jika ada di tengah pertarungan, seperti dirinya bisa mengeluarkan sisi lain dari dalam dirinya, di mana sisi lain itu hampir mustahil dapat muncul pada Hao Zhao yang biasa.
__ADS_1
“Kemari dan rasakan ayunan pedangku!" Hao Zhao dengan senyum lebar, di mana senyum itu muncul begitu saja entah apa alasannya.
“Banyak omong kau, Bocah!"
“Tutup mulutmu dan matilah!"
Dua ketua kelompok bandit di tengah rasa geram mereka, mulai mencoba menghabisi Hao Zhao dengan satu ayunan kapak mereka.
Hao Zhao di tengah perasaan aneh yang sedang dirasakannya juga mencoba melakukan hal serupa, yaitu membuat kedua ketua bandit mati di bawah ayunan pedangnya.
Dua kapak telah mengayun dengan menjadikan kepala Hao Zhao sebagai targetnya, di mana pedang Hao Zhao juga telah mengayun menjadikan dua leher ketua bandit sebagai sasaran.
Serangan yang dilancarkan dua ketua bandit juga Hao Zhao seiring waktu menjadi semakin dekat dengan target mereka, di mana sudah hanya tinggal beradu kecepatan saja antara dua kapak ketua bandit dengan pedang di tangan Hao Zhao.
“Mati kau, Bocah!"
“Tamat riwayatmu, Bocah!"
“Bicara omong kosong lagi selagi kau bisa, sebab hidupmu akan segera berakhir di sini!" seru dua ketua bandit serempak, di mana kapak mereka sudah mulai menyentuh kepala Hao Zhao dari dua arah berbeda hanya tinggal menunggu tertancap saja.
Wushhh!
Ctankkk!
“Apa? Bagaimana hal ini bisa terjadi?"
“Sial, pergi kemana kau, Bocah?!"
Dua ketua bandit yang sempat merasa akan menang, segera harus menelan kekecewaan mereka setelah menyadari kedua kapak mereka harus kembali beradu antara satu sama lain sebab Hao Zhao yang menghilang secara tiba-tiba.
“Hey, apa kalian benar berpikir dapat mengalahkanku dengan kekuatan kalian itu?" Hao Zhao dengan tawa pelan, merasa geli sendiri melihat harapan besar dua ketua bandit untuk dapat menghabisinya.
__ADS_1
Dua ketua bandit sendiri segera menoleh setelahnya, sebelum menyadari kalau Hao Zhao ternyata ada di tempat cukup jauh dari posisi awalnya.
“Sial, apa dia menghilang untuk bisa sampai di sana?"
“Menghilang? Itu mustahil, pasti dia memiliki sebuah trik untuk melakukan hal itu. Entah benda pusaka untuk melarikan diri atau apa, dia pasti punya setidaknya satu di tangannya."
Dua ketua bandit berdiskusi antara satu sama lain, mempertanyakan bagaimana bisa Hao Zhao lolos dari kematian yang sudah begitu dekat untuknya.
“Menghilang? Apa kecepatan gerakku ini bahkan sebegitu mengejutkannya untuk kalian?" tanya Hao Zhao, sebelum berpindah dari satu tempat ke tempat lain mengitari dua ketua bandit itu.
Dua ketua bandit melihat hal tersebut dengan segera terperangah, sama sekali tidak mengerti mengapa pemuda seperti Hao Zhao dapat melakukan hal yang keduanya saja sama sekali tidak bisa lakukan.
“Apa pemimpin Dai bahkan bisa bergerak secepat dirinya? Kenapa setelah mengetahui semua ini aku jadi memiliki firasat kalau dirinya bukan seseorang yang seharusnya kita singgung?"
“Kau benar, dia jelas merupakan pendekar tingkat tinggi di lihat dari kemampuan juga kecepatan geraknya. Belum lagi ... aku takut pemimpin Dai bahkan tidak akan sanggup melawannya."
Dua ketua bandit mulai merasa gentar, sudah melihat sendiri bagaimana Hao Zhao menghabisi dua ketua lain sebelumnya. Kini melihat orang yang sama ternyata memiliki kecepatan gerak yang bahkan begitu sulit untuk di tangkap mata, tentu keinginan untuk melawan perlahan pupus begitu saja dari diri keduanya.
“Hey, kenapa terkejut? Tunggu sampai aku menunjukan ini pada kalian," Hao Zhao sempat menghentikan langkahnya ketika mengatakan itu, sebelum kembali bergerak dengan kecepatannya yang meningkat.
Dua ketua bandit segera terperanjat melihat apa yang terjadi setelah ucapan Hao Zhao, di mana kali ini Hao Zhao seolah menghilang begitu saja dari pandangan mereka, tidak lagi terlihat jejak pergerakannya seolah tenggelam tertelan bumi keberadaan Hao Zhao di sana.
“Hey, apa kalian merasa semakin terkejut?"
Suara Hao Zhao terdengar, tetapi tidak sama sekali dapat dua ketua lihat wujudnya membuat dua ketua menoleh ke sana kemari mencoba waspada.
Slashhh!
Dua kepala ketua bandit melayang secara tiba-tiba, terpisah dengan tubuh mereka yang tidak lama ambruk jelas kehilangan nyawa.
“Aku ada di belakang kalian, mengapa kalian sebodoh itu tidak menyadarinya," ucap Hao Zhao pelan, sama sekali tidak peduli walau dua ketua itu tidak mendengarnya karena telah kehilangan nyawa mereka.
__ADS_1