
Hao Zhao baru pergi tidak terlalu jauh meninggalkan Jian San, ketika dirinya baru tersadar jika Jian San belum sama sekali dirinya tanyai terkait apa yang tengah terjadi di kota itu.
“Sekian banyak pendekar dari berbagai sekte tiba-tiba datang, sudah pasti akan ada alasan yang mendasari hal ini," ucap Hao Zhao, sebelum setelahnya memilih menghampiri restoran yang ada di dekat tempatnya berada.
Hao Zhao tentu tidak hilang akal, tidak berhasil mendapat informasi dari Jian San membuat dirinya memutuskan untuk mencari sendiri informasi terkait hal tersebut yang seharusnya tidaklah terlalu sulit.
Baru Hao Zhao memasuki restoran, segera di sambut dirinya oleh sekian banyak orang yang tengah menikmati hidangan di sana. Dari beberapa mereka Hao Zhao juga sadari bukanlah orang biasa melainkan pendekar yang berasal dari sekte terlihat dari jubahnya.
Hao Zhao duduk di meja dekat jendela tidak berapa lama, ingin mendengarkan apa sekiranya yang tengah setiap orang di sana bicarakan untuk mendapatkan informasi dari mereka.
Tidak butuh waktu lama hingga Hao Zhao berhasil mendapatkan informasi yang dicarinya, di mana ternyata kedatangan sekian banyak pendekar masihlah terkait dengan turnamen generasi muda yang akan digelar esok hari di kota tersebut.
Hao Zhao ketahui juga jika ternyata kebanyakan pendekar baik yang berasal dari sekte atau pun pendekar Bebas, telah datang ke sana jauh hari sebelumnya membuat Hao Zhao mempertanyakan kemana dirinya selama ini hingga baru mengetahui hal tersebut sekarang.
“Beberapa hari terakhir aku selalu pergi ke wilayah luar kota dari pagi buta dan baru kembali tengah malamnya bersama Yue Yie untuk berlatih pedang, masuk akal seharusnya aku tidak mengetahui hal ini," gumam Hao Zhao dalam diamnya.
Pagi buta berarti masihlah begitu sedikit orang yang beraktifitas, tengah malam juga serupa sehingga ketidaktahuannya merupakan hal normal menurut Hao Zhao.
Setelah mendengar hal tersebut juga baru Hao Zhao sadari, jika kebanyakan pendekar yang berasal dari sekte di kota itu mengenakan jubah berbeda dengan pendekar muda mereka.
Hal tersebut jelas merupakan tanda, jika mereka yang nampak lebih senior merupakan tetua dari sebuah sekte yang bertugas mengantar juga menjaga generasi muda mereka yang akan mengikuti turnamen esok hari.
“Menarik," gumam Hao Zhao, sebelum melirik ke beberapa meja disekitarnya yang tengah diduduki oleh beberapa pendekar yang datang untuk menikmati hidangan.
Beberapa generasi muda juga satu orang tetua, itulah yang berhasil Hao Zhao ketahui dari setiap pendekar yang duduk di sekitar meja tempatnya berada setelah memperhatikan tidak berapa lama.
__ADS_1
“Tidak ... ini tidak menarik," gumam Hao Zhao setelah menyadari, jika kebanyakan generasi muda hanyalah pendekar Pelatihan Tubuh yang tahapnya saja belum sama sekali menyentuh Tinggi apalagi Puncak.
Serupa dengan generasi mudanya, tetua yang menjaga generasi muda mereka juga benar-benar gagal membuat Hao Zhao merasa bersemangat ketika teringat turnamen esok hari yang akan diikutinya.
“Kebanyakan tetua yang menjaga generasi muda hanyalah pendekar Pemurnian tahap Menengah bahkan tidak sedikit pula yang ada di tahap Awal, mereka para petinggi juga pemimpin bandit saja jauh lebih kuat dari mereka," gumam Hao Zhao seraya menggeleng pelan, sadar dirinya tidak bisa mengharapkan lebih pada mereka generasi muda yang tetua sekte nya saja mungkin bisa dengan mudah dikalahkan oleh kelompok bandit yang pernah disapu bersih olehnya.
Hao Zhao memang sudah mencoba untuk tidak menaruh harap bisa merasakan pertarungan menyenangkan di turnamennya nanti, meski begitu tetap saja dirinya merasa kecewa karena hal serupa entah mengapa.
“Di banding sebuah turnamen bela diri, ini lebih cocok disebut bermain dengan anak-anak untukku," ucap Hao Zhao pelan.
Merasa tujuannya datang ke restoran tersebut telah tercapai, Hao Zhao segera berdiri untuk pergi dari sana sebelum sesuatu tidak terduga terjadi.
Tiga orang yang masing-masing merupakan dua orang wanita muda juga satu orang pria tua memasuki restoran, di mana kedua wanita muda menggunakan jubah seragam sementara satu pria tua yang lain mengenakan jubah berbeda tetapi masih serupa corak di jubahnya.
Hao Zhao yang baru ingin pergi dari sana segera mengurungkan niatnya, alasannya adalah karena ketiga orang yang baru datang membuat Hao Zhao ingin setidaknya mencari tau terkait ketiganya lebih jauh di sana.
Dua wanita muda yang baru saja datang memang cantik, tetapi masih jauh dari kecantikan yang dimiliki Yue Yie membuat mustahil untuk Hao Zhao tertarik pada keduanya sehingga memutuskan untuk tetap di sana lebih lama.
Di mana alasan Hao Zhao melakukan itu adalah sebab wajah kedua wanita muda itu begitulah tidak asing untuknya, begitu juga dengan jubah sekte yang keduanya kenakan mengingatkan Hao Zhao akan sesuatu yang seharusnya baru terjadi tidaklah terlalu lama.
“Corak di jubah kedua wanita muda itu juga wajah keduanya yang terasa tidak asing, di mana serta kapan sekiranya aku pernah bertemu dengan mereka?" Hao Zhao mencoba mengingat, sebelum secara tiba-tiba kedua wanita muda yang tengah Hao Zhao perhatikan menoleh padanya membuat pandangan Hao Zhao dengan keduanya bertemu.
Kedua wanita muda itu sempat terpaku secara bersamaan, setelahnya melirik antara satu sama lain yang tidak lama senyum segera muncul di wajah mereka.
Hao Zhao sempat menaikan alisnya melihat hal tersebut, tidak sama sekali mengerti mengapa keduanya bisa tersenyum senang seperti itu hanya karena bertatap mata dengannya tidak berapa lama.
__ADS_1
Tidak lama setelahnya, Hao Zhao segera sadar kalau pria tua yang datang bersama kedua wanita muda juga menatapnya. Berbeda dengan cara kedua wanita muda menatapnya, tatapan pria tua itu terasa tajam serta penuh ancaman Hao Zhao rasakan.
Kedua wanita muda segera menyadari hal serupa terkait tetua mereka yang menyadari keberadaan Hao Zhao di sana, di mana kedua wanita muda itu dapat Hao Zhao lihat seperti mencoba berbicara pada pria tua yang entah apa isi percakapannya sebab tidak dapat Hao Zhao dengar karena suasana di dalam restoran yang tengah begitu ramai.
“Hey, bukankah mereka berasal dari sekte Pedang Corak?"
“Kau benar, pria tua itu merupakan tetua Tertinggi di sana. Aku tidak percaya ternyata rumor yang mengatakan sekte Pedang Corak akan mengikuti turnamen generasi muda di kota Dahan Gugur merupakan kebenaran."
“Sial, sekte Pedang Corak adalah sekte Menengah, habislah generasi muda dari sekte kecil seperti kita jika seperti ini."
Pembicaraan terdengar dari mereka yang duduk di sekitar meja Hao Zhao, membuat Hao Zhao yang mendengarnya segera paham kenapa kedua wanita muda itu bisa terasa familiar sebab memang pernah keduanya bertemu dengan Hao Zhao sekitar satu bulan lalu di sebuah desa dekat sana.
Karena percakapan itu juga segera Hao Zhao ketahui jika pria tua yang datang bersama kedua wanita muda bukanlah tetua sembarangan, sebab tetua Tertinggi berarti merupakan orang dengan posisi ketiga paling tinggi di bawah patriak juga wakilnya di sebuah sekte.
“Dari apa yang aku ingat, murid Utama sekte Pedang Corak seharusnya berjumlah empat orang, kini hanya dua dari mereka saja yang datang untuk mengikuti turnamen berarti dua yang lain tidak mendapat kepercayaan untuk mengikuti turnamen tersebut," ucap Hao Zhao pelan, sadar hanya itu yang paling memungkinkan jika mengingat dirinya telah memotong satu tangan terkuat dua yang lain sehingga seharusnya mereka tidak bisa lagi menggunakan pedang.
Hao Zhao sedang begitu terlarut dalam pikirannya karena hal tersebut, hingga baru tersadar tepat setelah mendengar suara langkah kaki yang tengah mendekat ke arahnya.
Hao Zhao segera menoleh untuk melihat siapa yang datang, sebelum melihat wajah geram penuh amarah tetua Tertinggi sekte Pedang Corak yang sebelumnya tengah begitu ramai dibicarakan.
“Bocah, bisa ikut aku keluar dari sini sejenak?" tanya tetua Tertinggi dengan sorot mata tajam.
Hao Zhao hanya menatap tetua Tertinggi sekte Pedang Corak sejenak, sebelum melirik ke arah dua wanita muda yang terlihat sedang begitu panik.
“Jadi, kalian berdua telah memberitahunya," gumam Hao Zhao pelan hampir tidak terdengar, setelahnya segera berdiri untuk balas menatap balik tetua Tertinggi sekte Pedang Corak dengan dingin.
__ADS_1