
Beberapa hari telah terlewat semenjak kejadian di restoran, setiap apa yang terjadi di sana tidak pernah terdengar seolah sengaja ditutupi dan hal ini normal menurut Hao Zhao jika mengingat betapa besar pengaruh Empat Sekte Ternama yang mana mengurus hal semacam ini jelas mudah untuk mereka.
“Mereka benar-benar tidak ingin kehilangan wajah, benar begitu kan Adikku?" Hao Zhao sembari melangkah menyusuri jalan untuk keluar dari kota.
“Kau benar, Kak Zhao," ucap Li Chen dengan wajah masam.
Keduanya beberapa hari terakhir sudah berusaha semaksimal mungkin mencari tau terkait kabutnya, tebakan mereka benar yang mana Pao Cun juga Fang Du lah yang akan menjadi pemimpin para bawahan Empat Sekte Ternama untuk mengurus kabut tersebut.
Dari informasi yang mereka dapat ini jugalah Hao Zhao mengetahui kalau hari ini adalah waktunya Pao Cun melakukan tugasnya, senada dengan itu tentu Hao Zhao juga Li Chen tidak akan diam saja.
“Amat aneh melihat jalanan kota yang biasanya selalu ramai kini sepi seperti sekarang," gumam Hao Zhao.
“Tidak aneh, lagipula setiap dari pendekar yang datang pasti sekarang tengah bersiap." Li Chen menimpali.
“Aku tau, jadi percepat langkahmu, Adikku," ucap Hao Zhao dengan senyum sinis di wajahnya.
“Hei, apakah kepura-puraan ini harus dilakukan bahkan saat tidak ada orang?" Li Chen yang merasa tidak nyaman.
“Tentu saja, biasakan dirimu jika ingin identitas kita aman. Kau harus ingat kalau kita adalah ...."
“Dua bersaudara dari tempat yang jauh," sambung Li Chen dengan wajah masam.
“Pintar," ucap Hao Zhao menahan tawanya.
“Meong?" Cang penuh tanda tanya menatap Hao Zhao juga Li Chen bergantian.
***
Tidak jauh dari kota Bunga Biru telah ada asap kabut yang memenuhi suatu area tertentu, meski tidak luas tetapi cukup untuk membuat area itu tidak terlihat sebab betapa tebal kabut tersebut.
__ADS_1
“Menyebalkan masih harus mengurus hal ini sejak kejadian memalukan hari itu," gumam Fang Du dengan ekspresi kesal.
Pao Cun hanya mengangkat alisnya mendengar hal tersebut, tidak berapa lama dirinya berkata, “Ini pelajaran untukmu agar tidak sembarangan membuat masalah, kau tenang saja sebab setelah kita kembali akan aku laporkan hal ini pada patriak untuk mengurus keduanya."
Pao Cun sadar kehadiran dua generasi muda dengan tingkat kekuatan tidak main-main cukup berbahaya, belum lagi tujuan dari kedatangan dua pemuda itu ke kekaisaran Emas Kuno belum diketahui yang mana akan repot jika tujuan mereka adalah mengumpulkan informasi.
“Jika tempat keduanya berasal tengah mengincar kekaisaran ini ... akan lebih baik untuk patriak segera mengetahuinya sebelum terlambat." Pao Cun dengan pikiran jika generasi mudanya saja sudah sekuat itu lalu bagaimana dengan setiap pendekar seniornya.
Di hadapan Pao Cun sendiri telah berkumpul ratusan pendekar sekte bawahan, mereka sudah begitu siap untuk menjelajahi kabutnya menunggu perintah dari Pao Cun.
“Setiap dari kalian sekarang boleh memasuki kabut ini, perlu diingat setiap apa yang kalian temukan harus diserahkan terlebih dahulu padaku sebelum aku akan membagi hasil akhirnya," ucap Pao Cun pada setiap pendekar tersebut.
“Kami mengerti, Tetua Tertinggi Cun!!!" ucap mereka serempak.
Setiap dari ratusan pendekar itu dengan semangat melangkah satu demi satu ke dalam kabut, mereka telah menunggu kedatangan Pao Cun berminggu-minggu sehingga tidak ingin membuang waktu.
Tidak butuh waktu lama sampai area luar kabut menjadi sepi, hanya tersisa Pao Cun juga Fang Du di sana yang juga tengah bersiap untuk memasuki kabutnya.
“Aku mengerti, Tetua Cun." Fang Du dengan tangannya menggenggam erat tombak miliknya, seolah ingin menggunakan kesempatan ini untuk melampiaskan emosinya yang tengah meluap sebab kejadian beberapa hari lalu.
Tepat setelah Pao Cun juga Fang Du memasuki kabut, dari balik pohon muncul Hao Zhao, Li Chen juga Cang. Mereka sudah cukup lama ada di sana menunggu giliran mereka untuk masuk ke dalam kabut.
“Kau mengerti jika kita tidak berhasil menghabisi keduanya akan bagaimana, kan?" tanya Hao Zhao yang telah menarik pedang di pinggangnya.
“Tentu, mereka sudah mengenali wajah kita. Jika keduanya berhasil keluar dari kabut hidup-hidup akan merepotkan untuk kita kedepannya," jawab Li Chen yang telah begitu siap dengan belatinya.
“Kalau begitu tidak ada yang perlu dibicarakan, mari kita lakukan bagian menyenangkannya." Hao Zhao dengan senyum lebar di wajahnya.
Hao Zhao baru memasuki kabutnya saat hanya ada kepulan asap putih di sekitarnya, ini merupakan kabut formasi yang biasanya dibuat oleh pendekar sebelum kematiannya.
__ADS_1
Entah untuk melindungi jasadnya atau menjaga setiap dari harta semasa hidupnya, kabut ini awalnya tidak nampak dan baru muncul setelah ratusan tahun lamanya.
“Hanya pendekar tingkat tinggi yang memiliki kemampuan membuat formasi seperti ini, harta miliknya jelas tidak akan mengecewakan walau seburuk apapun itu," ucap Li Chen sembari menoleh ke sana kemari mencoba mencari tau formasi yang digunakan untuk kabut tersebut.
Hao Zhao melakukan hal serupa, bagaimana pun mengenali medan lebih penting dalam situasi ini dari pada buta arah sebab keserakahan mendapatkan harta.
“Hei, formasi seperti ini tidak mungkin hanya kabut saja, kan?" tanya Hao Zhao.
“Tentu saja, paling tidak seharusnya ada sesuatu seperti energi jahat yang diciptakan untuk mengganggu setiap orang yang masuk," jawab Li Chen masih fokus dengan apa yang dilakukannya.
“Kau pintar, kebetulan di belakangmu ada satu, Adik Chen." Hao Zhao dengan santainya.
Ekspresi Li Chen segera memburuk mendengar hal tersebut, setelah dirinya menoleh benar saja ada kepulan asap hitam yang merupakan energi jahat yang dimaksud.
Wushhh!!!
Energi jahat itu melesat cepat mencoba menghantam Li Chen, meski begitu Li Chen cepat tanggap menebasnya dengan belati yang telah dialiri tenaga dalam.
Slashhh!!!
Kepulan asap itu segera menguap sebelum menghilang, bukan senang atau sejenisnya yang Li Chen rasakan melainkan jengkel sebab Hao Zhao hanya memberitahu dan tidak sama sekali membantunya.
“Jangan menatapku seperti itu, jika ingin marah simpan untuk nanti saja sebab di sana ada lebih banyak yang harus kita urus," ucap Hao Zhao sembari menunjuk salah satu arah.
Di tempat yang Hao Zhao tunjuk telah ada kepulan asap hitam berjumlah puluhan serupa dengan yang baru Li Chen musnahkan, energi jahat ini merupakan bagian dari formasi dan bentuk lain dari energi tenaga dalam seorang pendekar itu sendiri.
Berbeda dengan energi tenaga dalam pada umumnya, energi jahat punya kesadaran mereka sendiri. Karena hal ini energi jahat bisa bergerak sesuka mereka dan tidak memerlukan seseorang untuk mengendalikannya, terdengar hebat meski faktanya energi jahat jauh lebih lemah dari energi tenaga dalam biasanya.
“Jika sudah seperti ini maka musnahkan saja semuanya," Li Chen yang menebaskan lesatan energi tenaga dalam menggunakan belatinya.
__ADS_1
“Benar seperti itu, sebagai Adik yang baik sudah seharusnya kau yang bertindak untuk melindungi Kakakmu," ucap Hao Zhao dengan santainya.
“Katakan sesuatu seperti itu lagi maka lesatan energi selanjutnya akan aku arahkan padamu," timpal Li Chen kesal.