Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Lintasan Ingatan (Arc 1 End)


__ADS_3

Satu bulan tidak terasa sudah terlewat begitu saja dari saat hari turnamen di kota Dahan Gugur resmi selesai, dalam kurun waktu itu juga telah banyak hal terjadi yang secara mengejutkan tersebar kabarnya ke mana-mana bahkan hampir seisi kekaisaran juga seperti pasti telah mendengarnya.


Prajurit kekaisaran yang bertugas melindungi keluarga Meng telah memenuhi janjinya pada Hao Zhao, beberapa hari setelah turnamen selesai mereka menyampaikan kabar mengejutkan terkait keterlibatan mereka pada kecurangan turnamen yang sebenarnya jarang ada orang menyadarinya.


Akibat apa yang mereka lakukan, keluarga Meng sebagai penanggung jawab turnamennya mau tidak mau ikut terseret dan orang-orang menganggap mereka juga terlibat.


Karena hal ini untuk membersihkan nama keluarga mereka, keluarga Meng melaporkan seluruh hal terkait pada kekaisaran dan laporan itu diterima dengan baik bahkan segera ditindak lanjuti sebagai bentuk keseriusan mereka pada kasus itu.


Pihak kekaisaran segera mengusut apa alasan yang mendasari kecurangan tersebut dan berhasil mengantongi nama beberapa pihak yang salah satu diantaranya merupakan dua anggota Topeng Besi.


Sekte Tanda Pedang juga tidak ketinggalan harus menerima sangsi karena keterlibatan mereka, begitu pula dengan prajurit kekaisaran yang mengakui kesalahannya.


Sekte Tanda Pedang menerima denda cukup besar dari kekaisaran juga tidak diperbolehkan mengikuti turnamen sejenis beberapa generasi ke depan, hal ini tentu merupakan kerugian teramat sangat untuk mereka karena tidak bisa lagi menyebarkan nama melalui kejeniusan generasi muda yang mereka miliki kedepannya.


Untuk prajurit kekaisaran yang terlibat juga mendapat sangsi tidak main-main, setiap dari mereka harus meninggalkan posisi mereka sebagai prajurit. Tidak sampai di sana saja, mereka bahkan dipaksa untuk menghancurkan kekuatan bela diri mereka membuat seluruhnya harus menerima nasib menjalani hidup sebagai manusia biasa setelahnya.


Berbeda dengan hukuman yang sudah di dapat keduanya, dua orang anggota Topeng Besi yang sama sekali tidak diketahui keberadaannya menjadi buron paling dicari oleh kekaisaran.


Kekaisaran mengeluarkan seluruh usaha mereka untuk mencari tau letak keberadaan keduanya, tetapi sekeras apapun mereka berusaha tidak ada hasil apapun bisa mereka dapatkan.


Karena keduanya yang seperti menghilang sepenuhnya dari dunia, alasan tindakan keduanya hingga menugaskan prajurit kekaisaran untuk melakukan kecurangan tidak bisa diketahui hingga sekarang.


Membuat segalanya tampak seperti misteri yang seperti amat sangat sulit untuk dipecahkan, setidaknya itulah yang dirasakan setiap orang yang mendengar kabarnya.


Mengesampingkan kasus kecurangan yang kabarnya memang telah menyebar kemana-mana, nama Hao Zhao secara tidak terduga juga ikut menyebar bersamaan dengan kabar tersebut.


Nama Hao Zhao dielu-elukan begitu tingginya sebab kejeniusannya yang selain bisa membawanya memenangi turnamen, juga dipercaya sebagai orang yang telah membongkar kecurangan tersebut.


Kabar Hao Zhao yang bisa memukul jatuh setiap prajurit kekaisaran yang terlibat kecurangan seorang diri menjadi alasan kabar tidak berdasar itu tersebar, meski itu semua hanya tebakan tetapi entah mengapa banyak orang percaya kalau kabar itu merupakan kebenaran.


Hao Zhao telah mengetahui kalau ada kecurangan dalam turnamennya saat pertandingan Jian San melawan Li Kao, prajurit kekaisaran yang tidak ingin kebusukan mereka terbongkar mulai melakukan sesuatu pada Hao Zhao di akhir turnamennya tetapi sayang malah mereka lah yang harus melangkah mundur karena tidak bisa melangkahi Hao Zhao. Setidaknya seperti itulah bagaimana dugaan segelintir orang.


Siapa yang mengira dugaan yang awalnya hanya tebakan asal beberapa orang, di percaya hampir setiap orang yang mendengarnya. Membuat nama Hao Zhao semakin dikenal bukan lagi hanya di kota Dahan Gugur melainkan seisi kekaisaran menandingi kepopuleran para jenius dari sekte ternama yang sudah lama menyebarkan kiprah mereka.

__ADS_1


***


Di ladang rumput cukup luas tidak jauh dari kota Dahan Gugur, telah ada sepasang muda-mudi tengah terbaring memandangi langit biru yang terpapar indah di atas mereka.


Hanya suara semilir angin yang menerpa pepohonan disekitar yang terdengar, membuat suasana tenang demikian besar terasa.


“Kak Zhao, apa benar dirimu tidak akan ikut bersama kami ke ibu kota?"


Hao Zhao sempat terdiam, matanya tetap terpaku pada langit biru yang demikian indah sebelum berkata, “Tidak."


“Kenapa?" tanya Yue Yie yang berbaring di hamparan rumput sisi Hao Zhao.


“Karena ada hal yang ingin aku lakukan ... mungkin?" Hao Zhao tidak terlalu yakin.


Yue Yie jelas tidak puas dengan jawaban Hao Zhao, dengan kesal segera meraih lengan Hao Zhao untuk menggigitnya.


“Hei, itu sakit," ucap Hao Zhao cepat.


“Hmpphh, siapa peduli?" Yue Yie yang sesaat setelahnya memilih membelakangi Hao Zhao.


Tidak ada yang Hao Zhao dengar, Yue Yie menghiraukannya membuat Hao Zhao bingung.


Memang baik Hao Zhao maupun Yue Yie telah menyelesaikan urusan mereka di kota Dahan Gugur, keduanya juga memiliki satu tempat tujuan serupa yaitu ibu kota untuk mengikuti turnamen utama Bibit Muda.


Karena hal ini Yue Yie terus menerus membujuk Hao Zhao dalam beberapa waktu terakhir agar mau melakukan perjalanan bersama ke sana, bersama Yang Gao juga tentunya.


Sayangnya bujukan Yue Yie seolah tidak memiliki arti karena Hao Zhao selalu tanpa ragu menolak tanpa alasan yang jelas, hal ini tentu membuat Yue Yie kesal.


“Adik Yie, terkait ada hal yang ingin aku lakukan itu benar. Bahkan Paman Gao menyetujui penolakan ku tetapi kenapa dirimu seperti ini?" Hao Zhao yang tidak nyaman melihat Yue Yie marah.


“Itu kan guruku, aku jelas berbeda," timpal Yue Yie ketus.


Hao Zhao yang sudah mengerti kalau Yue Yie bukan gadis yang mudah dibujuk akhirnya memilih membiarkan saja Yue Yie melampiaskan kekesalannya, memilih memikirkan suatu hal lain ketimbang mengurus Yue Yie yang nantinya juga membaik sendiri.

__ADS_1


Pikiran Hao Zhao tidak lama setelahnya segera dipenuhi bermacam kejadian yang beberapa waktu kebelakang telah dirinya alami, dari mulai pertama kalinya ia membuka mata setelah meditasi dua ratus tahun sampai kejadian terbaru bergantian muncul secara berurutan.


Menolong Rong kecil, membantu desa tempat tinggal gadis kecil itu sampai menghancurkan kelompok bandit yang menjadi dalangnya, lintasan ingatan tersebut berlalu cepat.


Berurusan dengan murid Utama sekte Pedang Corak, membuat dirinya menjadi orang paling dicari sekte tersebut sampai Tang Pei yang mati karena membawa dendam murid utamanya, lintasan ingatan itu berlalu sama cepatnya.


Menghabisi keluarga Gang yang menguasai kota Dahan Gugur, diselidiki oleh dua Anggota Topeng Besi yang ditugaskan ke sana sampai menghabisi keduanya, di titik inilah lintasan ingatan mulai berhenti muncul di kepala Hao Zhao.


Hao Zhao segera membuka mata setelah tidak sadar kalau ternyata selama ini dirinya terpejam, di mana dihadapan Hao Zhao secara mengejutkan telah ada wajah Yue Yie yang jaraknya amat begitu dekat dengan wajahnya.


“Kak Zhao, apa ada yang terjadi?" tanya Yue Yie dengan wajah khawatir.


“Tidak ada, hanya teringat beberapa hal saja," ucap Hao Zhao.


“Benarkah? Tetapi ekspresi wajahmu terus menerus berubah dari waktu ke waktu, ini pertama kalinya aku melihat Kak Zhao seperti itu," ucap Yue Yie masih penuh kekhawatiran.


Hao Zhao hanya bungkam tidak bisa menanggapi ucapan Yue Yie, sebelum menyadari satu hal yang tidak biasa dari bagaimana Yue Yie terlihat.


“Kain tipis yang biasa menutupi sebagian wajahmu, mengapa dirimu tidak menggunakannya?"


“Eh, memangnya kenapa?"


“Tidak apa, hanya saja aku merasa amat beruntung bisa melihat wajah cantikmu dari jarak sedekat ini tanpa terhalang apapun," ucap Hao Zhao.


Yue Yie mendengar hal tersebut segera kehilangan ketenangannya, menjauhkan wajahnya dari Hao Zhao segera heboh sendiri dirinya jelas salah tingkah.


“Haha, betapa mudah mengalihkan perhatiannya," gumam Hao Zhao dengan tawa kecil.


Hao Zhao meski tidak mengatakannya tetap merasa sedikit enggan sebenarnya harus berpisah dengan Yue Yie juga Yang Gao tidak lama lagi, meski hanya untuk sementara tetapi tetap membuat Hao Zhao tidak nyaman karena dunia persilatan yang tidak bisa ditebak juga diduga hal mengejutkan apa yang bisa muncul kedepannya.


Hal buruk maupun hal baik bisa datang kapan saja, itulah yang Hao Zhao pahami dari dunia persilatan setelah sekian lama hidup di dunia tersebut.


“Aku harap keduanya tetap baik-baik saja sampai kita berjumpa lagi," gumam Hao Zhao pelan hampir tidak terdengar.

__ADS_1


Arc 1 — Pendekar Pedang Harimau Surgawi — Menyebarnya Sebuah Nama (End)


__ADS_2