Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Topeng Bewarna Keemasan


__ADS_3

“Apakah hidangannya enak?" tanya Yue Yie di tengah sarapannya bersama Hao Zhao.


Hao Zhao tengah sibuk menikmati sarapannya ketika Yue Yie bertanya, di mana hanya mengangguk saja Hao Zhao sebagai bentuk jawabannya.


Yue Yie melihat anggukan Hao Zhao segera tersenyum senang, tidak sia-sia menurutnya memperkerjakan koki terbaik di kota Dahan Gugur jika itu berarti Hao Zhao senang.


Memang meski tidak Yue Yie katakan pada Hao Zhao, alasannya hingga sampai membangun sebuah restoran di dalam Lentera Harta bukan semerta-merta hanya untuk pekerjanya saja melainkan untuk Hao Zhao itu sendiri.


Yue Yie sadar jika tidak ada banyak restoran di kota Dahan gugur memiliki hidangan dengan rasa spesial di menu mereka, membuat Yue Yie yang mengemban tugas dari gurunya untuk memastikan Hao Zhao merasa senyaman mungkin selama tinggal di Lentera Harta, akhirnya bisa terpikirkan hal tersebut.


Alasan Yue Yie tidak biasanya mengajak Hao Zhao makan bersama seperti itu juga masih terkait dengan hal tersebut, di mana jika Hao Zhao tidak puas dengan hidangannya, sudah Yue Yie pikirkan untuk merekrut koki terbaik di kekaisaran hanya untuk Hao Zhao.


“Jika seperti ini, itu berarti koki terbaik di kekaisaran tidak diperlukan," gumam Yue Yie.


“Koki terbaik di kekaisaran? Untuk apa?" tanya Hao Zhao setelah tidak sengaja mendengar gumaman Yue Yie.


“Eh? Tidak, lupakan itu Tuan Muda Zhao. Silahkan nikmati saja hidangannya," ucap Yue Yie cepat.


Hao Zhao hanya mengangkat alisnya mendengar jawaban Yue Yie, sebelum membiarkan saja hal tersebut tidak mau terlalu memikirkannya.


“Gadis ini sering bertingkah aneh, aku tidak tau apa memang dirinya sudah seperti ini semenjak lahir atau bagaimana," ucap Hao Zhao pelan dengan sorot matanya yang terus mengarah pada Yue Yie.


“Berhenti menatapku, aku tidak bisa makan dengan benar jika seperti ini," gumam Yue Yie dengan tangannya yang entah mengapa bergetar, begitu tidak nyaman menerima tatapan dari Hao Zhao yang hampir selalu berhasil membuatnya salah tingkah.

__ADS_1


Hao Zhao juga Yue Yie sendiri tidak lama setelah itu akhirnya selesai dengan hidangan mereka, di mana Yue Yie memilih untuk kembali ke ruangannya sementara Hao Zhao pergi keluar sebab ada hal yang ingin dilakukannya.


“Pria bertopeng, aku pemasaran apa dia sudah membuat kemajuan dengan penyelidikannya terkait pembantaian di kediaman Gang," gumam Hao Zhao sebelum mengambil langkah menyusuri jalan kota.


Situasi di sepanjang jalan kota tampak normal seperti biasanya, itu yang Hao Zhao sadari tidak berapa lama dirinya menyusuri jalan itu sampai ada situasi tidak biasa terlihat tidak jauh di depannya.


Begitu banyak orang berkumpul di satu tempat memenuhi sebagian jalanan pusat kota, di mana baru Hao Zhao sadari setelahnya jika kebanyakan orang yang ditemuinya di sepanjang jalan sebelumnya juga tengah menuju ke sana.


Mereka seperti berkumpul untuk melihat sesuatu yang entah apa itu, membuat Hao Zhao yang ada tidak jauh dari mereka menjadi ikut penasaran.


“Apa yang tengah terjadi hingga membuat kebanyakan penduduk kota rela meninggalkan kesibukan mereka untuk berkumpul di sana?" gumam Hao Zhao, sebelum menghampiri kerumunan tersebut ingin ikut melihat apa yang sebenarnya tengah kebanyakan penduduk coba lihat.


Sebuah kereta kuda mewah baru berhenti setelah sampai di depan kediaman keluarga Gang, di mana di hadapan kereta kuda tersebut telah berdiri pria bertopeng dengan sekitar sepuluh prajurit kekaisaran di belakangnya.


“Di kekaisaran sekarang ada hal seperti ini?" gumam Hao Zhao, mempertanyakan bagaimana bisa seorang bangsawan menundukkan kepala mereka di hadapan prajurit kekaisaran yang mana hal tersebut jelas sama sekali tidak biasa.


Pria renta juga gadis muda jelas merupakan seorang bangsawan diketahui Hao Zhao, terlihat dari bagaimana penampilan keduanya yang begitu berwibawa juga mewah. Kini keduanya bahkan rela memberi hormat pada pria bertopeng juga beberapa prajurit kekaisaran yang lain membuat Hao Zhao mempertanyakan, sudah jatuh sejauh apa memang status seorang bangsawan hingga bisa lebih rendah dari prajurit.


Di tengah kebingungan yang Hao Zhao rasakan, seorang pria dengan topeng besi bewarna keemasan di wajahnya turun dari kereta kuda yang sama dengan pria renta juga gadis muda sebelumnya. Di mana kali ini, barulah para prajurit kekaisaran juga pria bertopeng sebelumnya memberi hormat pada pria tersebut.


“Pria bertopeng besi yang lain? Tetapi kenapa warna topengnya bisa terlihat lebih mewah dari yang seharusnya?" Hao Zhao dengan penuh keterkejutan, setelahnya mencoba memeriksa setinggi apa kekuatan pria bertopeng bewarna keemasan yang baru turun dari kereta kuda itu.


Hao Zhao tidak lama setelah mencoba memeriksa kekuatan pria tersebut, harus di buat mengerutkan dahi setelahnya sebab hal itu tidak bisa dirinya lakukan.

__ADS_1


“Dia lebih kuat dariku," ucap Hao Zhao, mengerti alasan dirinya tidak bisa membaca tingkat kekuatan pria tersebut.


Tidak kehilangan akal, segera Hao Zhao gunakan Mata Harimau Surgawi miliknya. Di mana memang jurusnya itu selain bisa digunakan untuk menyerang, bisa juga digunakan untuk memeriksa tingkat kekuatan seseorang yang lebih kuat darinya.


“Pendekar Jiwa tahap Menengah? Aku mengerti sekarang mengapa pria bertopeng sebelumnya bisa begitu membanggakan terkait Topeng Besi atau apalah itu," ucap Hao Zhao, memaksudkan pria bertopeng yang sempat berurusan dengannya, di mana pria yang sama juga tengah ada di sana memimpin para prajurit kekaisaran menyambut pria bertopeng bewarna keemasan.


Hao Zhao merasa urusannya di sana telah selesai, pada akhirnya memilih melangkah pergi karena tidak ingin kehadirannya di sana diketahui. Baik itu oleh pria bertopeng yang sempat berurusan dengannya, mau pun pria bertopeng dengan warna keemasan yang jelas memiliki kekuatan lebih tinggi darinya.


“Untuk sekarang lebih baik aku berhati-hati, akan merepotkan untukku kalau harus menghadapi kedua pria bertopeng itu sekaligus," Hao Zhao yang tidak ingin ada kejadian serupa seperti terakhir kali terjadi.


“Tuan Muda, kau kah itu?!"


Sebuah seruan terdengar sesaat setelah Hao Zhao berhasil menjauh dari kerumunan, di mana Hao Zhao dengan segera menoleh untuk memastikan apakah dirinya yang seruan itu maksud.


Seorang pria yang tampak ada di usia pertengahan dua puluhan tahun tengah berlari cepat menghampiri Hao Zhao dengan wajah penuh antusias, di samping Hao Zhao yang hanya bisa menatap pria itu aneh sebab tidak merasa mengenalnya.


“Apa kau berbicara padaku?" Hao Zhao menunjuk wajahnya sendiri dengan telunjuk, meski tidak yakin tetapi tidak ada seorang pun disekitarnya sebab kebanyakan penduduk kota tengah ada di kerumunan sebelumnya.


“Tentu saja Tuan Muda, siapa lagi memangnya di sini yang bisa aku ajak bicara selain dirimu," ucap pria itu dengan napas terpenggal sebab kelelahan, akibat dirinya yang menghampiri Hao Zhao dengan berlari sekuat tenaga.


“Oh, kau berbicara padaku ... tetapi kau siapa?" Hao Zhao dengan ekspresi serius, menatap wajah pria itu lekat mencoba mengingatnya.


Pria itu mendengar pertanyaan Hao Zhao dengan segera merasa terkejut, seperti tidak habis pikir bagaimana bisa Hao Zhao tidak mengingatnya, ketika Hao Zhao hampir setiap detik pasti selalu terbayang di pikirannya.

__ADS_1


Hao Zhao tentu paham arti dari keterkejutan pria itu, di mana hal ini entah mengapa membuat Hao Zhao merasa sedikit tidak enak pada pria tersebut.


__ADS_2