Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Hilangnya Nyawa Dua Ketua


__ADS_3

Hao Zhao mulai memperlambat kecepatan geraknya ketika jarak antara dirinya dengan tenda tempat para petinggi kelompok bandit berada hanya tinggal beberapa meter lagi saja, di mana sudah begitu siap Hao Zhao dengan pedang di tangan kanannya ingin menghabisi nyawa setiap orang di dalam sebelum langkah Hao Zhao harus terhenti begitu tiba-tiba sebab keluarnya sekitar empat orang dari tenda tersebut.


Hao Zhao menatap keempatnya dengan dingin, membaca tingkat kekuatan mereka, segera Hao Zhao ketahui siapa sekiranya keempat orang tersebut.


“Dua orang merupakan pendekar Pemurnian tahap Tinggi sementara dua yang lain merupakan pendekar Pemurnian tahap Menengah, mereka petinggi kelompok ini," ucap Hao Zhao pelan, tidak sedikitpun lepas sorot matanya dari keempat orang itu.


Keempat orang yang tidak lain merupakan ketua di sana dengan segera menatap satu sama lain, mempertanyakan siapa Hao Zhao dan bagaimana Hao Zhao bisa ada di sana jika Hao Zhao bukan merupakan anggota kelompok mereka.


Untuk orang luar dapat masuk sejauh itu di kemah yang merupakan markas utama mereka tentu mustahil menurut keempatnya, ingin menduga Hao Zhao merupakan anggota sekalipun tidak bisa sebab Hao Zhao membawa pedang dan bukan kapak seperti yang seharusnya.


“Hey, Nak. Apa yang kau lakukan di sini?" Salah satu dari keempatnya, bertanya pada Hao Zhao mencoba mengajak bicara.


Hao Zhao hanya tersenyum mendengar pertanyaan itu, di mana senyumnya merupakan seringai membuat keempat ketua segera merasa tersinggung.


“Hey, Nak. Kau masih muda, jangan sia-sia kan hidupmu dengan membuat kami marah."


“Benar, Nak. Kau beruntung kamilah yang melihatmu, sebab jika yang memergokimu bukanlah kami sudah hilang kepalamu itu."


Dua dari keempatnya mulai maju mendekati Hao Zhao, kapak keduanya telah begitu siap di ayunkan di setiap langkah mereka.


Hao Zhao menyadari dua dari keempatnya mencoba mendekat hanya berdiri diam di tempatnya berada, menunggu Hao Zhao ingin melakukan apa sekiranya dua orang itu padanya.


“Nak, dengarkan kami. Jika kau punya maksud buruk sebagai tujuan kedatanganmu kemari maka lebih baik kau pergi," ucap salah satu orang yang tengah mencoba mendekat ke arah Hao Zhao.


“Benar, Nak. Kau mungkin bisa pergi dengan selamat selagi kami masih berbaik hati seperti ini," sahut orang di sampingnya.


Hao Zhao sempat tertawa kecil mendengar ucapan kedua orang yang jaraknya sudah semakin dekat dengannya, tidak habis pikir kedua orang itu berusaha menipu siapa dengan kata-kata mereka.

__ADS_1


“Aku hanya tersesat, bisakah kalian berdua memberiku petunjuk kemana harus pergi untuk keluar dari sini?" tanya Hao Zhao seraya sesekali melirik dua orang lain yang seperti membiarkan saja Hao Zhao diurus oleh dua orang yang tengah mencoba mendekatinya.


Hao Zhao paham jika dua yang lain diam bukan berarti tidak akan melakukan apapun, di mana jika Hao Zhao terlalu menaruh perhatian pada dua orang yang mencoba mendekat, maka dua orang yang sedari tadi diam bisa jadi akan tiba-tiba menyerangnya.


Dua orang yang tengah mencoba mendekatkan jarak dengan Hao Zhao sendiri baru berhenti melangkah setelah sampai tepat di hadapan Hao Zhao, di mana keduanya terus menunjukan wajah bersahabat pada Hao Zhao entah mencoba melakukan apa.


“Oh, kau tersesat? Kami merasa buruk untuk itu, karena itu kami tidak keberatan untuk membantumu."


“Benar, biar kami antar kau keluar dari sini jika kau mau."


Kedua orang di hadapan Hao Zhao, di mana senyum ramah sudah tampak di wajah mereka ketika mengatakan ingin membantu Hao Zhao untuk dapat pergi dari sana.


“Kalian berdua ingin membantu? Aku amat menghargai kebaikan kalian, tetapi kenapa dua Paman itu tidak ikut menawarkan bantuan mereka juga?" tanya Hao Zhao pada dua orang di hadapannya, memaksudkan dua yang lain di mana terus saja memperhatikan dengan sorot mata tajam.


“Oh, mereka memang tidaklah begitu ramah. Jangan terlalu memikirkan mereka, sekarang biar kami antar kau keluar dari sini."


Hao Zhao hanya mengiyakan saja ajakan keduanya, sebelum ayunan kapak dari dua arah berbeda mencoba menggapai Hao Zhao yang ada di tengah dari kedua orang yang sedari awal terus mencoba bersikap ramah pada Hao Zhao.


“Oh, apa dengan ini kalian berdua ingin mengantarku keluar?" Hao Zhao setelah berhasil menghalau dua ayunan kapak itu dengan pedangnya.


Dua orang yang ada di masing-masing kanan dan kiri Hao Zhao dengan segera merasa terkejut, tidak sama sekali menduga Hao Zhao akan berhasil menghalau ayunan kapak mereka.


“Hey, jawab aku. Apa dengan ayunan kapak ini kalian ingin mengantarku keluar?" Hao Zhao sekali lagi bertanya, di mana tatapan mata tajam sudah Hao Zhao arahkan pada keduanya.


Dua orang itu sendiri mendengar ucapan Hao Zhao dengan segera berdecak kesal, tidak tahan mendengar ocehan Hao Zhao yang menurut keduanya begitu kurang ajar.


“Apa? Kenapa kesal? Lakukan sesuatu jika kalian kesal, jangan hanya diam bengong seperti itu," ucap Hao Zhao dengan seringai lebar di wajahnya.

__ADS_1


Hao Zhao sendiri tidak sama sekali menganggap serius lawannya saat itu, mengingat dua orang yang tengah dihadapinya hanyalah pendekar Pemurnian tahap Menengah yang berarti kekuatan mereka sama sekali tidak memiliki arti di hadapannya.


Asal tidak ceroboh juga tidak ada hal tidak terduga, hampir dapat dipastikan Hao Zhao dapat menghabisi keduanya.


“Hey, kalian berdua yang di sana! Apa tidak ingin membantu dua teman kalian ini?!' tanya Hao Zhao pada dua pendekar Pemurnian tahap Tinggi yang sedari awal hanya diam memperhatikan.


Dua orang yang ada di dekat Hao Zhao segera merasa semakin kesal mendengar ocehan Hao Zhao, merasa Hao Zhao begitu meremehkan mereka dengan perkataannya.


“Kami berdua saja sudah lebih dari cukup untuk menghabisi bocah congkak sepertimu, dasar Sialan!"


“Tidak perlu merasa tinggi hanya karena berhasil menghalau serangan kami, mereka tidak perlu ikut campur jika hanya untuk menghabisimu!"


Dua orang di dekat Hao Zhao mulai mengungkapkan rasa marah mereka diikuti ayunan kapak di tangan mereka setelahnya, amat sangat terlihat jika keduanya begitu ingin sekali menghabisi Hao Zhao saat itu juga.


“Hey, kenapa kalian berdua marah? Aku hanya mencoba berbaik hati pada kalian, agar kalian di bantu oleh kedua orang itu di mana keduanya memang jauh lebih kuat dari kalian," ucap Hao Zhao jelas merendahkan.


“Tutup mulutmu aku bilang!"


“Mengoceh saja sana di neraka!"


Dua orang yang mencoba menggapai Hao Zhao dengan kapak mereka, mulai mempertanyakan mengapa Hao Zhao berisik sekali dengan terus mengoceh seperti itu.


“Tutup mulut? Baik, tetapi itu berarti kalian mati," ucap Hao Zhao sebelum mengalirkan sedikit tenaga dalamnya ke pedang di tangannya.


Hao Zhao dapat menghindari ayunan kapak keduanya begitu mudah, tidak lagi banyak bicara segera Hao Zhao ayunkan pedang di tangannya pada keduanya membuat mereka meregang nyawa.


“Hey, apa kalian berdua sudah melihatnya? Dua orang yang kalian percaya dapat mengurusku sudah mati sekarang, kapan kalian bersedia menyusul mereka?" tanya Hao Zhao pada dua orang tersisa tidak jauh darinya, mulai merasa begitu antusias dapat bertarung sekali lagi yang artinya keberhasilannya menghilangkan nyawa sosok sampah akan semakin bertambah.

__ADS_1


__ADS_2