Pendekar Pedang Harimau Surgawi

Pendekar Pedang Harimau Surgawi
Jasad-Jasad Anggota Sekte Pedang Corak


__ADS_3

Di depan bangunan tempat Bangau Emas kota Pusat Pedang berada, telah ada puluhan orang dengan jubah mewah mereka.


Setiap dari mereka merupakan anggota sekte Bangau Emas yang kebetulan ada di kota maupun sekitarnya, yang mana malam itu dikumpulkan sebab ada misi yang harus mereka lakukan.


Sebuah misi yang turun langsung perintahnya dari sang patriak, untuk mengambil tindakan mengurus sekte Pedang Corak yang berani menyepelekan perjanjiannya dengan Empat Sekte Ternama.


Dari Empat Sekte Ternama hanya sekte Bangau Emas yang membangun kekuatannya di sana, karena hal ini sekte Bangau Emas lah yang mengambil tanggung jawab untuk menindak sekte Pedang Corak.


Bao Yu tengah melipat tangannya dihadapan puluhan orang tersebut, wajahnya masam tampak malas juga kesal entah karena hal apa.


“Uhukkk, Nona Muda Yu. Apa ada yang mengganggumu sampai terus menunjukan wajah masam itu?" tanya Ma Feng di sisi Bao Yu.


“Apa yang salah dengan ekspresi ku? Apa sekarang kau bahkan mulai berani protes terkait bagaimana wajahku terlihat?" tanya balik Bao Yu seraya berkacak pinggang.


Ma Feng hanya bisa menggeleng cepat menyangkal itu, tidak ingin berurusan lebih jauh dengan Bao Yu yang seperti memiliki suasana hati buruk beberapa waktu kebelakang.


“Apa ini ada hubungannya dengan tugas dari Nona Muda untuk mencari tau identitas pemuda itu?" gumam Ma Feng penuh tanda tanya.


“Kau benar, ini semua karena ketidakbecusan mu hingga tidak mendapat hasil apa-apa padahal tugasnya begitu mudah," timpal Bao Yu tiba-tiba.


Ma Feng jelas terkejut tidak menyangka kalau Bao Yu ternyata mendengar gumaman nya, yang mana hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal saja dirinya menanggapi hal tersebut.


“Bagus, kau tidak memberi alasan seperti ini sudah merupakan hal tepat. Andai kau berani beralasan gagal melakukan tugasku karena ada tugas lebih penting dari ayahku ... habis kau di tanganku," lanjut Bao Yu.


Ma Feng hanya bisa mengangguk pasrah menerima setiap omelan Bao Yu, dibanding terancam terus berurusan dengan Bao Yu yang pasti tidak akan ada habisnya, segera dirinya perintahkan saja setiap anggota sekte yang berkumpul untuk bersiap bergerak bersamanya.


“Sekte Pedang Corak adalah tujuan kita, mereka sudah berani kurang ajar menyepelekan perjanjian dengan Empat Sekte Ternama, jadi sudah tugas kita membuat mereka sadar akan kesalahannya!!!" seru Ma Feng pada setiap anggota sekte.


“Baik, Tetua Feng!!!" seru serempak mereka yang berkumpul sebelum bergerak mengekor Ma Feng yang sudah bergerak terlebih dahulu bersama Bao Yu.

__ADS_1


Ma Feng, Bao Yu juga setiap anggota sekte Bangau Emas segera sampai tidak terlalu lama kemudian karena jarak sekte Pedang Corak yang memang dekat, di mana segera Ma Feng perintahkan setiap anggota sekte nya untuk berpencar guna mencegah lolosnya anggota sekte Pedang Corak yang mencoba kabur sesaat menyadari kehadiran mereka.


Perjalanan untuk masuk lebih dalam sendiri pada akhirnya harus terbagi cukup banyak kelompok yang mana mereka baru akan kembali bertemu di pusat sekte itu, sebagai tambahan setiap pemimpin kelompok telah Ma Feng arahkan untuk melaporkan setiap dari apa yang mereka alami juga temukan padanya.


Kelompok yang telah terbagi segera pergi memenuhi perintah Ma Feng sehingga hanya tersisa Ma Feng juga Bao Yu saja kini di depan pintu gerbang milik sekte Pedang Corak.


“Nona Muda Yu, perhatikan langkahmu dan terus waspada. Meski sekte Pedang Corak hanya sekte Menengah mereka tetap akan berbahaya karena apa yang kita lakukan sudah menyangkut harga diri sekte mereka," ucap Ma Feng mewanti-wanti sebelum bergerak menuju titik temu bersama Bao Yu.


“Tidak perlu mengkhawatirkan aku, kau pikir aku lemah atau apa hingga bisa terluka saat sekte yang menjadi target hanya setara ini," ucap Bao Yu ketus nampak masih kesal.


Ma Feng hanya bisa mengangguk mengerti mendengar hal tersebut, menandakan dirinya harus lebih ekstra menaruh perhatian pada Bao Yu takut nona muda sekte nya itu ceroboh.


Ma Feng bersama Bao Yu sendiri bergerak setelahnya untuk masuk lebih ke dalam wilayah sekte Pedang Corak, pada setiap langkah Ma Feng terkandung demikian besar kehati-hatian karena sadar pastilah sekte Pedang Corak telah menduga tindakan yang akan diambil sekte nya.


“Hei, bisakah kita bergerak lebih cepat? Untuk apa berhati-hati ketika lawannya saja bahkan tidak ada?" Bao Yu seraya berdecak kesal.


Ma Feng hanya bungkam tidak sedikitpun menanggapi ucapan Bao Yu, meski terasa tidak masuk akal tetapi ucapan Bao Yu benar terkait hal tersebut.


“Mungkin saja mereka tidak ingin repot melakukan hal itu dan lebih memilih menyerah? Lagipula kalau dugaan ku benar, itu merupakan langkah paling cerdas yang bisa mereka ambil," timpal Bao Yu nampak tidak sama sekali peduli pada serangan tiba-tiba yang menjadi sumber kekhawatiran Ma Feng.


“Tidak, Nona Muda Yu. Jung Pin patriak sekte Pedang Corak bukanlah tipe orang yang mudah menyerah seperti itu." Ma Feng mengungkapkan apa yang diketahuinya terkait Jung Pin.


Meski Ma Feng mengucapkan hal tersebut, pada akhirnya hanya bisa Ma Feng turuti ucapan Bao Yu untuk bergerak lebih cepat menuju titik temu.


Antisipasi untuk penjagaan kalau ada serangan tiba-tiba otomatis berkurang karena Ma Feng yang menuruti keinginan Bao Yu, beruntung untuknya karena serangan tiba-tiba yang dikhawatirkannya tidak pernah ada bahkan setelah sampai ke titik temu yang telah dijanjikan sebelumnya.


Telah ada cukup banyak pemimpin kelompok yang sebelumnya Ma Feng sebar telah lebih dahulu sampai di sana, yang mana kebanyakan dari ekspresi mereka tampak bingung entah kenapa.


“Ada apa? Mana kelompok yang lain, apa mereka belum datang?" tanya Ma Feng segera setelah sampai.

__ADS_1


“Semua kelompok yang sebelumnya disebar telah sampai Tetua Feng, mereka tengah melakukan sesuatu sekarang yang mana inilah yang ingin kami laporkan," ucap salah satu dari mereka sembari memberi hormatnya.


“Sampaikan," ucap Ma Feng singkat.


Kebanyakan anggota sekte Bangau Emas malah melirik satu sama lain seperti bingung harus bagaimana menyampaikannya, yang mana hal ini juga berhasil membuat Bao Yu geram karena ikut penasaran.


“Hei, kalian ingin memberitahu atau tidak? Mengapa diam saja?!!" Bao Yu dengan nada membentak.


“Ini terkait keanehan tidak ditemukannya satu pun anggota sekte Pedang Corak saat perjalan kami kemari. Nona Muda Yu, Tetua Feng, tolong ikuti kami agar kalian bisa melihat langsung apa yang kami maksud."


Ma Feng juga Bao Yu segera mengikuti anggota sekte Bangau Emas yang sebelumnya bicara, sesaat setelahnya mata mereka melebar jelas sulit untuk percaya.


“Ughhh, perutku mual," ucap Bao Yu memegangi perutnya yang seolah tengah diaduk.


“Nona Yu, tolong tunggu di sini. Biar aku saja yang mendekat untuk mencari tau alasan terjadinya semua ini." Ma Feng yang khawatir pada Bao Yu.


Normal memang menurut Ma Feng mengapa Bao Yu bisa seperti itu, karena tidak jauh di hadapan mereka telah ada tumpukan mayat yang sedang di kumpulkan oleh setiap anggota sekte Bangau Emas. Seolah itu belum cukup mengerikan, setiap dari jasad itu juga memiliki kondisi buruk yang membuatnya semakin tidak sedap dipandang.


“Apa kalian yang menghabisi mereka?" tanya Ma Feng pada setiap anggota sekte nya yang kebanyakan masih sibuk mengumpulkan jasad yang tersebar di sekitar sana.


“Bukan, Tetua Feng. Saat kami datang hampir semua anggota sekte Pedang Corak yang kami temui telah kehilangan nyawa seperti ini."


“Apa kalian tau alasan hingga semua ini bisa terjadi atau siapa pelakunya?" tanya Ma Feng sekali lagi merasa amat sangat penasaran.


Setiap anggota sekte Bangau Emas hanya bisa menggeleng untuk menanggapi pertanyaan tersebut, membuat Ma Feng pusing tujuh keliling memikirkannya.


“Sial, siapapun yang bisa melakukan ini jelas bukan pendekar biasa, terlihat dari bagaimana kondisi setiap jasad yang seperti mati dengan cara serupa ...."


Ma Feng baru ingin mencoba menebak-nebak siapa sekiranya yang melakukan itu semua ketika merasakan ada lonjakan energi dengan jumlah besar tidak jauh dari sana. Merasa munculnya lonjakan energi dengan setiap jasad yang anggota sekte nya temukan ada hubungannya, tentu tanpa pikir panjang segera melesat dirinya untuk memeriksa asal dari energi tersebut.

__ADS_1


“Tetua Feng, Kau mau kemana? Aku ikut!!!" seru Bao Yu yang masih sibuk dengan mual di perutnya.


__ADS_2