
Hao Zhao segera kembali bergerak setelah memastikan segerombolan anggota sekte Pedang Corak telah kehilangan nyawa, ingin mencari gerombolan yang lain sebab yakin kalau pasti sekte Pedang Corak tidak hanya menugaskan mereka yang baru dihabisinya saja.
Dugaan Hao Zhao tepat, tidak berapa lama dirinya bergerak segera terlihat cukup banyak anggota sekte Pedang Corak lain tidak jauh darinya.
“Awalnya aku sempat ragu akan hal ini, tetapi setelah melihat sendiri betapa rusak otak setiap anggota sekte ini ... maka tidak perlu ada keraguan lagi," gumam Hao Zhao dengan pedangnya yang telah teraliri tenaga dalam.
Hao Zhao bergerak demikian cepat menghampiri setiap anggota sekte Pedang Corak yang ditemuinya sebelum menebas mereka, baik itu murid atau tetua tidak ada yang sempat bereaksi untuk menyelamatkan nyawa mereka dari ayunan pedang Hao Zhao.
“Serangan!!! Kalian semua, berkum—"
Slashhh!!!
Seorang tetua baru berteriak ketika mengetahui apa yang Hao Zhao lakukan, sebagai bayaran tetua itu harus kehilangan nyawa sebab hal tersebut.
“Mulai sekarang, tidak akan ada lagi sekte Pedang Corak di benua ini," gumam Hao Zhao sebelum melompat demikian tinggi seolah melayang di udara.
Hao Zhao sadar kalau akan menghabiskan banyak waktu jika menghabisi setiap anggota sekte Pedang Corak satu persatu, karena hal inilah Hao Zhao punya ide lebih baik ketimbang melakukan hal itu.
“Aku tidak yakin apa dengan kekuatanku sekarang beban dari jurus ini akan berkurang, meski begitu tidak ada pilihan lain sebab akan berbahaya kalau terus berada di sini terlalu lama," ucap Hao Zhao.
Hao Zhao yang saat itu ada jauh tinggi di udara segera menatap sekte Pedang Corak di bawahnya, aliran energi kebiruan seolah muncul di antara mata Hao Zhao tidak lama kemudian demikian berkilau nya.
“Mata Harimau Surgawi Tahap Ke Dua, Sorot Mata Penuh Derita," gumam Hao Zhao.
Sesaat setelah ucapan Hao Zhao, teriakan penuh penderitaan segera memenuhi sekte Pedang Corak.
Apa yang terjadi benar-benar tampak tidak masuk akal terkhusus bagi anggota sekte Pedang Corak yang merasakannya, dalam jarak beberapa kilometer sejauh apa yang bisa Hao Zhao padang akan merasakan penderitaan penuh sebab jurus yang baru digunakannya.
“A—apa yang terjadi? Kenapa kepalaku sakit sekali? Belum lagi rasa sesak apa ini? Hingga membuatku kesulitan bahkan hanya untuk bernapas."
__ADS_1
“Sial, sesuatu seolah menekan kepalaku demikian kerasnya. Kepalaku bisa pecah jika terus seperti ini!!!"
“Tetua, tolong kami. Tolong beritahu kami harus melakukan apa agar rasa sakit ini hilang ...."
Cukup banyak saat itu anggota sekte Pedang Corak yang telah jatuh, sebab tidak kuat menahan perpaduan rasa sakit yang tiba-tiba mereka derita.
“Mati ... mati ... mati!!!" seru Hao Zhao yang dari kedua matanya mulai mengalir darah.
Mata Harimau Surgawi tahap ke dua, berbeda dengan Mata Harimau Surgawi biasa yang hanya akan memberikan efek pada orang yang bertatap mata, tahap kedua bisa memberikan efeknya hanya dengan menatap saja.
Setiap orang yang masuk dalam pandangan mata Hao Zhao akan merasakan penderitaan teramat sangat, perpaduan dari sakit kepala, sesak juga mual yang bercampur menjadi satu membuat penderitaan luar biasa bagi yang merasakannya.
Teriakan penuh penderitaan yang memenuhi hampir seisi sekte Pedang Corak sendiri terus terdengar cukup lama, hingga seiring waktu semua itu mulai mereda tanda telah cukup banyak orang telah kehilangan nyawa sebab apa yang Hao Zhao lakukan.
Brukkk!!!
Hao Zhao yang tidak berapa lama kembali mendarat di tanah, setelah semua hal yang baru dilakukannya dirasa Hao Zhao cukup.
Hao Zhao mulai berjalan menyusuri jalanan menuju pusat sekte Pedang Corak tempat Li Chen kemungkinan tengah berada, yang mana sepanjang perjalanannya hampir tidak pernah sedikitpun Hao Zhao tidak melihat jasad korban dari jurus Mata Harimau Surgawi miliknya.
“Betapa mengganggu melihat yang seperti ini," gumam Hao Zhao mencoba menghiraukan kondisi dari setiap jasad tersebut.
Memang begitu tidak enak dipandang jasad-jasad tersebut, sebab hampir seluruh dari mereka memiliki ciri identik yang seolah menjelaskan alasan kematian mereka.
Darah mengalir dari setiap lubang yang ada di kepala mereka, dari mulai mata, hidung, mulut juga telinga, mengingatkan Hao Zhao pada jasad sekian banyak lawan yang pernah dirinya habisi di masa lalu.
“Hei, bocah sialan!!! Kemana saja kau?!!"
Hao Zhao segera menoleh ketika ada yang berbicara, itu merupakan Li Chen dengan kondisi tubuh yang benar-benar penuh luka.
__ADS_1
“Menyedihkan, bahkan dengan bantuan Cang kau masih tidak bisa merebut Bunga Kehidupannya?" Hao Zhao dengan senyum sinis melihat setiap luka sabetan pedang di tubuh Li Chen.
Li Chen baru ingin kembali mengoceh saat Hao Zhao mengatakan hal tersebut, membuatnya bungkam karena merasa malu sebab apa yang Hao Zhao katakan merupakan kebenaran.
“Bukan tidak bisa, hanya lebih sulit dari yang aku kira. Patriak sekte ini dilindungi sekian banyak tetua terbaiknya, belum lagi Tang Jiri juga ada di sana membuat aku juga Cang tidak bisa berbuat banyak," ucap Li Chen memaparkan.
“Meong!!!" Cang seolah mendukung ucapan Li Chen.
“Sudahlah, Lagipula aku sudah menebak hal ini, itu sebabnya aku secepat mungkin menyelesaikan bagian ku," ucap Hao Zhao.
Li Chen mendengar hal itu dengan segera terperanjat, menunjuk beberapa jasad yang ada di dekatnya, dirinya berkata, “Kau yang melakukan semua ini?"
“Memangnya siapa lagi?" Hao Zhao sembari melangkah diikuti Li Chen juga Cang mengekor di belakangnya.
Li Chen hanya terdiam setelahnya, memang sudah mereka sepakati jika Hao Zhao akan menghabisi sebanyak mungkin anggota sekte Pedang Corak selagi Li Chen berusaha merebut Bunga Kehidupan.
Awalnya Li Chen mengira hal itu hanyalah alasan dari Hao Zhao karena malas membantunya, siapa sangka jika Hao Zhao serius akan perkataannya.
“Jika menghitung jasad di sepanjang jalan ini saja mungkin jumlahnya ratusan, aku kira Bangau Emas menyerang tiba-tiba hingga semua ini bisa terjadi. Siapa sangka ...."
Li Chen kehilangan kata-katanya, seharusnya tidak terlalu lama semenjak dirinya juga Hao Zhao berpisah. Hanya dengan kurun waktu tidak berapa lama itu tetapi sudah berhasil menghabisi sekian banyak anggota sekte Pedang Corak, Li Chen bingung harus dengan bagaimana mendeskripsikan sosok Hao Zhao.
“Kenapa diam? Apa kau penasaran bagaimana caraku melakukannya?" tanya Hao Zhao ketika Li Chen yang biasanya banyak omong tiba-tiba hening.
Li Chen hanya mendengus kesal mendengar pertanyaan itu, sadar kalau Hao Zhao hanya tengah meledeknya sebab tidak mungkin seorang pendekar mau memaparkan jurus yang dimilikinya.
“Hei, aku serius. Aku akan menunjukan jurus yang baru aku gunakan jika kau memintaku, dengan syarat kau lah target jurus ku," ucap Hao Zhao.
Kelopak mata Li Chen sempat berkedut beberapa kali diikuti helaan napas panjang setelahnya, seolah tengah berusaha sekeras mungkin agar emosinya tetap terjaga.
__ADS_1
“Berhenti membicarakan hal tidak jelas dan bantu saja aku mendapatkan Bunga Kehidupannya!!!" seru Li Chen yang nampaknya gagal menahan emosi.