
Hao Zhao baru terbangun ketika cahaya mentari memasuki sela-sela kamarnya, tepat sesaat Hao Zhao membuka mata sudah disambut dirinya oleh sebuah kamar mewah yang sepertinya merupakan tempat dirinya bermalam.
Hao Zhao segera bangkit dari kasurnya sebelum mencoba mengingat kembali apa yang telah terjadi sebelum dirinya kehilangan kesadaran, di mana sosok Yue Yie juga Yang Gao lah yang langsung muncul di kepala Hao Zhao.
“Lentera Harta, apa yang mereka lakukan kepadaku?" Hao Zhao teringat sosok pria tua yang tiba-tiba muncul sebelum membuatnya jatuh terlelap, di mana Hao Zhao menduga jika pria tua itu juga merupakan bagian dari Lentera Harta.
“Keduanya pasti bekerja sama untuk merampas semua koin emas milikku," gumam Hao Zhao mencoba menebak alasan tindakan Yue Yie juga Yang Gao.
Tidak sama sekali memiliki pikiran baik memang Hao Zhao terkait kehadiran Yang Gao, bagaimana tidak jika pria tua itu datang tanpa diundang dan memutuskan bersembunyi dibanding menampakan dirinya secara langsung.
Hingga Hao Zhao menyadari kalau luka dalamnya kini mulai terasa membaik, barulah Hao Zhao mulai mencoba memikirkan sekali lagi apakah dugaannya pada Yang Gao juga Yue Yie sudah benar atau tidak.
“Bukankah ini merupakan tenaga dalam pria tua itu yang tengah mencoba menekan luka dalamku? Kenapa dia mau repot melakukan ini jika tujuannya adalah untuk merampasku?" gumam Hao Zhao penuh kebingungan, sebelum pintu kamarnya tiba-tiba terbuka di mana Yue Yie sudah terlihat di sana.
Yue Yie memasuki kamar dengan ragu, takut Hao Zhao masih marah terkait apa yang terjadi kemarin malam.
“Masuklah, jangan hanya berdiri diam di sana." Hao Zhao yang mulai dapat berpikir jernih, tidak sama sekali masuk akal menurutnya jika orang yang mencoba merampasnya masih akan berani menampakan diri di hadapannya yang berarti dugaannya salah.
“Oh ... Tuan Muda, apakah dirimu sudah merasa lebih baik?" Yue Yie dengan senyum canggung, terlihat salah tingkah bagaimana sikapnya.
“Cukup baik, sekarang bisa kau jelaskan terkait apa yang terjadi kemarin malam?" Hao Zhao yang tidak ingin sekali lagi seenaknya mengambil kesimpulan, sehingga memutuskan untuk bertanya terlebih dahulu terkait semua yang terjadi pada Yue Yie.
“Oh, itu ... mohon Tuan Muda mendengarkan ...."
Yue Yie setelahnya memaparkan semua yang terjadi, dari mulai siapa Yang Gao juga alasannya memperhatikan semua pembicaraan yang terjadi dengan bersembunyi.
__ADS_1
Hao Zhao mendengar semua itu hanya memasang wajah datar dalam diam, tidak berpikir semua yang disampaikan Yue Yie dapat dibenarkan karena hal tersebut tetaplah tidak sopan.
Yue Yie menyadari ekspresi datar Hao Zhao segera menyadari jika Hao Zhao tengah tidak senang, membuat Yue Yie dipusingkan terkait bagaimana cara menenangkan Hao Zhao.
“Tuan Muda, mohon maklumi tindakan guruku. Bagaimanapun dirinya hanya tengah di buat begitu tertarik saja olehmu sehingga melakukan tindakan tidak pantas semacam itu," ucap Yue Yie dengan ekspresi bersalah.
“Tertarik padaku? Apa yang membuatnya menjadi seperti itu?" Hao Zhao tidak begitu saja percaya, mengingat kebanyakan pendekar tingkat tinggi tidak sembarangan menaruh perhatiannya pada pendekar lain terkhusus pada mereka yang lebih lemah darinya.
“Siapa yang tidak akan tertarik pada sosok seperti Tuan Muda? Di umur Tuan Muda yang masihlah begitu muda tetapi sudah memiliki kekuatan setinggi ini ... bahkan murid Utama dari sekian banyak sekte ternama saja tidak ada yang kekuatannya sebanding dengan Anda." Yue Yie yang sudah mendengar dari gurunya garis besar kekuatan Hao Zhao, membuat Yue Yie ikut merasa kagum dan mewajarkan rasa ingin tahu gurunya.
Hao Zhao mendengar itu dengan segera mengerutkan dahi, baru teringat dirinya jika wajahnya sama sekali tidak berubah menua setelah dua ratus tahun. Melihat dari hal itu tentu wajar seorang pendekar tingkat tinggi memiliki ketertarikan pada generasi muda dengan kekuatan tidak normal sepertinya.
“Gurumu itu tidak tahu saja bahwa aku mungkin masih lebih tua dari pada kakeknya," gumam Hao Zhao merasa kesal, jelas tersinggung dianggap muda oleh seseorang yang pada dasarnya masihlah jauh lebih muda darinya.
“Dua ratus tahun yang telah aku lewati tidak perlu aku hitung, kan? Lagipula bagaimana bisa aku menganggap diriku sendiri berusia dua ratus dua puluh tahun jika dua ratus tahun waktunya tidak sama sekali aku rasakan," gumam Hao Zhao mencoba mencari pembenaran terkait kejadian tidak masuk akal yang dialaminya.
“Tuan Muda, apa ada yang salah?" tanya Yue Yie ketika Hao Zhao tampak melamun.
Hao Zhao yang sempat sibuk dengan pikirannya sendiri segera tersadar, sebelum berkata, “Tidak, aku tidak apa."
“Syukurlah kalau begitu. Oh iya, tolong terima ini Tuan Muda." Yue Yie dengan sebuah cincin Ruang di tangannya, mencoba memberikannya pada Hao Zhao.
Hao Zhao hanya menatap Yie Yie dalam diam, mempertanyakan apa maksud pemberian Yue Yie itu.
“Ini merupakan uang yang Lentera Harta janjikan, mohon Tuan Muda mau menerimanya," ucap Yue Yie.
__ADS_1
Hao Zhao sempat terkejut mendengar itu, tentu ingat dirinya terkait tawaran yang diajukannya pada Yue Yie malam sebelumnya.
“Apa ini berarti Lentera Harta menyetujui tawaranku?" tanya Hao Zhao memastikan.
“Benar Tuan Muda, guruku sendiri bahkan yang telah memberikan persetujuannya untuk hal ini." Yue Yie dengan senyum manis diwajahnya, menantikan kerja sama Hao Zhao sebagai salah satu pemilik Lentera Harta kedepannya.
“Gurumu? Maksudmu pria tua itu?" Hao Zhao yang masih ragu, tidak berpikir pria tua yang sama bahkan kini mau menerima tawarannya terkait pembagian kepemilikan semua bisnis Lentera Harta di kekaisaran tersebut.
“Benar, guruku juga mengatakan jika dirinya menunggu lebih banyak hal mengejutkan darimu. Mohon jangan kecewakan harapannya." Yue Yie setelah memberikan cincin Ruang tersebut pada Hao Zhao dengan segera keluar dari kamar itu.
Hao Zhao setelah keluarnya Yue Yie dengan segera menyeringai, “Tidak hanya membantuku menekan luka dalamku sekarang bahkan kau rela membagi Lentera Harta milikmu denganku? Kau benar-benar berharap tinggi padaku sepertinya," gumam Hao Zhao cukup terpukau dengan bagaimana cara Yang Gao memutuskan sesuatu.
Hao Zhao bukan tidak mengerti apa sekiranya alasan Yang Gao hingga rela memperlakukannya sebaik itu, di mana alasan utamanya Hao Zhao ketahui pastilah karena Yang Gao yang mengiranya sebagai generasi muda berbakat penuh kejeniusan.
Generasi muda adalah poros utama sebuah sekte, di mana berbakat atau tidaknya generasi muda jelas menjamin keberlangsungan sebuah sekte apakah bisa bertahan di masa depan atau tidak.
Karena hal inilah banyak sekte begitu membanggakan generasi muda milik mereka bahkan tidak sedikit yang berusaha menonjolkan generasi muda mereka sedemikian rupa, sepenting itu memang keberadaan generasi muda dan inilah sekiranya yang Hao Zhao tebak ingin Yang Gao lakukan dengan membuatnya terikat dengan Lentera Harta.
Dengan kekuatan Hao Zhao yang sekarang jelas hampir mustahil ada generasi muda yang bisa disetarakan dengannya, di mana jika kabar terkait Hao Zhao yang merupakan bagian dari Lentera Harta tersebar pastilah akan menghebohkan seisi benua.
Di mana hal yang sama juga pasti akan membuat nama Lentera Harta naik, sebagai sekte pemilik generasi muda paling jenius di masa itu.
“Walau aku generasi muda dari masa yang berbeda ... aku tetaplah generasi muda, jadi jika kau mengharapkan aku untuk bisa mengangkat nama Lentera Harta, maka biar aku lakukan hal itu," gumam Hao Zhao dengan senyum kecil, entah sudah berapa lama dirinya tidak merasa seantusias itu untuk melakukan sesuatu.
“Oh iya, sebelum itu aku harus membereskan semua hal yang menjadi tujuan utamaku datang ke kota ini." Hao Zhao yang sempat melupakan alasan pertamanya hingga bisa sampai di sana.
__ADS_1